● online
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Tinjauan Seni Rupa Edisi 2
Rp 212.330 Rp 249.800| ISBN | 978-623-376-154-3 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Budaya |
Tinjauan Seni Rupa Edisi 2
Penulis : Jajang Suryana
Tebal : xii + 372 hlm
Ukuran : 17 x 24 cm
Penerbit : Graha Ilmu
Deskripsi :
Seni rupa menurut teori seni rupa Barat kerap menjadi bahan bahasan utama di sekolah-sekolah seni Indonesia. Hal ini sangat gayut dengan sumber awal teori seni rupa yang wajib menjadi bahasan arus utama. Arus teori seni rupa Barat memang sulit dibendung. Tetapi sebagai pemilik kekhasan bidang-bidang karya maupun kajian seni rupa, Indonesia seharusnya memiliki teori yang berbeda. Perbedaan itulah yang menjadi arahan bahasan dalam isi buku ini. Tak ada kondisi teori yang bisa steril dari pengaruh keberadaan teori lainnya. Oleh karena itu, dalam bahasan buku ini teori seri rupa Barat tetap digunakan sebagai pendekatan berpikir, sambil menata langkah dalam menyusun teori seni rupa yang lebih mendekati kepentingan bahasan seni rupa Indonesia. Mungkin dianggap terlalu mengada-ada. Namun keperluan bahasan tersebut telah sangat mendesak untuk dipenuhi. Begitu banyak kekayaan seni rupa milik masyarakat Indonesia yang hanya sekadar menyesaki ‘gudang kekayaan khazanah bangsa’. Sementara itu, perilaku penghargaan bahkan pemulasaraannya, belum dilakukan secara bertanggung jawab.
Tujuh bab dalam isi buku ini pembahasannya digiring kepada upaya mengajak pembaca untuk mengenal lebih dekat karya-karya milik bangsa dengan pola pandangan yang seimbang. Penggunaan teori seni rupa Barat memang perlu, tetapi membicarakan teori seni rupa yang lebih mengindonesia sangat perlu. Oleh karena itu, pemahaman tentang aturan keabsahan kepemilikan menjadi penting. Hak paten, hak atas kekayaan intelektual (HAKI), beserta kewajibannya perlu dipahami. Penulis mencoba menyertakan tulisan pelengkap milik publik maupun milik pribadi, sebagai pinjaman, kutipan, yang bertanggung jawab secara etika ilmiah, untuk keutuhan bahan bahasan. Mudah-mudahan cukup dipahami sebagai bahan pembelajaran.
Tags: budaya, graha ilmu, seni
Tinjauan Seni Rupa Edisi 2
| Berat | 450 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 876 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Kuntowijoyo Tebal : xiv + 218 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Tiara Wacana Deskripsi : Orang bisa memberi tafsir yang bermacam-macam tentang perubahan masyarakat dan kebudayaan, karena kedua-duanya memang kaya dengan nuansa. Buku ini merupakan hasil pengembaraan intelektual KUNTOWIJOYO selama sekitar enam tahun. Dalam kapasitasnya sebagai sejarawan dan budayawan… selengkapnya
Rp 38.400 Rp 48.000Penulis : I Ketut Sandika Tebal : 340 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Javanica Deskripsi : Leluhur Nusantara memahami jagat raya tercipta melalui sanggama energi Bapa Akasa dan Ibu Pêrtiwi. Dari sanggama itu terlahirlah pancamahabhuta (lima elemen alam): tanah, air, api, udara, akasa. Manusia pun tercipta melalui sanggama energi Bapa Akasa… selengkapnya
Rp 120.000 Rp 150.000Buku Musik Keroncong ini membahas tentang sejarah musik keroncong, periode perkembangan musik keroncong, jenis-jenis musik keroncong, penyajian lagu keroncong, para seniman dan penyanyi musik keroncong, serta perkembangan musik keroncong saat ini. Selain itu, penulis juga mencoba menjelaskan tentang penyebaran musik keroncong di Indonesia dan peranannya sebagai warisan budaya bangsa. Sebagai salah satu warisan budaya Indonesia,… selengkapnya
Rp 61.880 Rp 72.800Penulis : Murdijati Gardjito dan Retnosyari Septiyani Tebal : x + 102 hlm Ukuran : 16 x 23 cm Penerbit : Andi Deskripsi : Bir Jawa yang kemudian bertransformasi menjadi Wedang Uwuh, merupakan minuman tradisional asli Jogja. Masalah klasik yang dihadapi adalah tidak ditemukannya resep autentik dan kesinambungan tersedianya bahan baku untuk menjamin mutu dan… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Pernahkah Anda menonton film Musashi besutan sutradara Yasuo Mikami yang rilis tahun 2019? Atau, membaca novel tebal berjudul Musashi karya Eiji Yoshikawa? Keduanya menceritakan kisah hidup Miyamoto Musashi, penulis buku Kitab Lima Unsur ini. Kitab Lima Unsur adalah mahakarya paling mencerahkan tentang seni bela diri pedang dalam sejarah Jepang, bahkan dalam sejarah dunia. Buku ini… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Reka Sakti Tebal : x + 140 hlm Ukuran : 13 x 19 cm Penerbit : EA Books Deskripsi : Dalam keluarga Jawa, orang tua adalah struktur objektif dominan sementara anak dianggap subjek belaka. Anak yang pada awalnya nir-nilai, kosong, kemudian diisi. Anak sama sekali belum memahami dunia, keluarga memahamkannya, jika bukan memaksanya… selengkapnya
Rp 49.300 Rp 58.000Penulis : A. Rahman Rahim Tebal : 239 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Buku ini merupakan usaha pengungkapan khasanah kebudayaan Bugis. Ia adalah salah satu kebudayaan tertua di Nusantara. Karena berbagai faktor, kehadirannya telah menarik perhatian berbagai bangsa, baik di kawasan Nusnatara… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000Penulis : Ratih Baiduri Tebal : xxii + 214 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Casa Mesra Publisher Deskripsi: Banyak publikasi mengenai Masjid Raya Al Ma’shun yang memberikan pujian dan komentar, seperti Abubakar Aceh, yang menyatakan bahwa Masjid Raya ini adalah masjid yang terindah di Indonesia, dengan gaya arsitektur India. Sedang Sumanjaya… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Siapakah orang Aceh yang dimaksud Snouck Hurgronje dalam buku ini? Bagaimana hubungan antara Aceh dan wilayah-wilayah lain di nusantara? Apa kaitan antara budaya Jawa, Melayu, dan Aceh? Bagaimana mitos, legenda, agama, dan adat turut membentuk orang Aceh? Meskipun Islam merupakan agama yang dominan di Aceh, tetapi pengaruh budaya pra-Islarn dan adat pribumi tidak serta merta… selengkapnya
Rp 170.000 Rp 220.000Gunungan Wayang Kulit purwa atau Kayon adalah simbol hidup, gambaran alam semesta beserta isinya. Menjadi simbol hidup karena dalam pertunjukkan wayang kulit apabila kayon belum digerakkan oleh sang dalang berarti belum ada kehidupan, masih kosong, sepi, tak ada gerak, tidak ada dinamika. Bedhol kayon atau pertama kali Gunungan dicabut dari panggung pakeliran kemudian digerakkan oleh… selengkapnya
Rp 125.630 Rp 147.800




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.