● online
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
La Galigo menurut Naskah NBG 188 Jilid 1
Rp 128.000 Rp 160.000| ISBN | 978-602-433-474-1 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Sastra |
La Galigo menurut Naskah NBG 188 Jilid 1
Penulis : Rétna Kencana Colliq Pujié Arung Pancana Toa (editor)
Tebal : xii + 526 hlm
Ukuran : 16 x 24 cm
Penerbit : Obor Indonesia
Deskripsi:
Sekali waktu, ketika dunia ini masih kosong belum berpenghuni, Patotoqé di istana Boting Langiq (kerajaan langit) bangkit dari tidurnya dan menyaksikan sang penjaga ayam kesayangannya, Rukkelleng Mpoba bersaudara, tidak nampak. Alangkah murkanya Patotoqé, dan memerintahkan pengawal untuk mencarinya. Ketika Rukkelleng Mpoba bersaudara datang, mereka langsung sembah sujud di hadapan Patotoqé dan berkata: “Kami baru saja pulang dari bumi memperlagakan kilat dan guntur, Tuanku, dan menyaksikan tidak ada satu pun manusia di dalamnya, tidak ada arti kekuasaan dan ketuhananmu tanpa ada manusia yang menyembahmu”.
Sejenak Patotoqé terpekur dan berkata dalam hati: “Betul juga apa kata Rukkelleng Mpoba itu”. Maka ia pun memerintahkan mengadakan musyawarah agung di Boting Langiq, untuk memutuskan siapakah putranya yang akan diturunkan di dunia untuk menghuni dunia yang kosong, agar ada manusia yang menyembahnya. Dalam pertemuan tersebut diputuskan untuk mengirim putra Patotoqé bernama La Togeq Langiq, yang setelah di dunia bernama Batara Guru. Patotoqé menurunkan pula seluruh warisan Batara Guru di langit termasuk istana, selir-selir, pasukan, pengawal, dayang-dayang, pendeta-pendeta bissu,sanro (dukun), dan para pelayan yang kelak akan menghibur, menemani, dan melayani Batara Guru agar ia betah dan bertahan hidup di bumi.
Batara Guru dijodohkan dengan putri Dewi Sinauq Tojang dari Buriq Liu/Pérétiwi (kerajaan bawah laut), bernama Wé Nyiliq Timoq. Pertemuan, percintaan, dan perkawinan Batara Guru dengan sang putri dari istana bawah laut ini, penuh dengan kisah-kisah unik, mistis, magis, dan romantik yang secara purba menggambarkan hubungan manusia secara natural dan universal. Perkawinan dewa dari Boting Langiq dan dewi dari Buriq Liu inilah yang menghuni dunia tengah (Alé Kawaq/Alé Lino) dan diyakini sebagai manusia pertama yang mengisi bumi dan kemudian berkembang-biak, beranak-pinak, dan meramaikan dunia yang sekarang lebih dikenal sebagai tanah Bugis dan manusia Bugis. Karena itulah jilid I cerita La Galigo seperti yang ada di tangan pembaca sekarang ini disebut episode Mula Tau (awal mula penciptaan manusia).
Putri pertama dewa-dewi ini bernama Wé Oddang Riuq, yang meninggal ketika berusia tujuh hari, dan dari kuburnya muncul padi menguning, itulah yang dikenal Sangiang Serri, yang kelak akan memberikehidupan manusia. Anak kedua pasangan Batara Guru dengan We Nyiliq Timoq adalah Batara Lattuq.
Di Tompoq Tikkaq hiduplah sepasang dewa-dewí́ yang bernama La Urung Mpessi dan permaisurinya Wé Pada Uleng. Keduanya mempunyai dua anak perempuan, yaitu Wé Adiluwuq dan Wé Datu Sengngeng. Sekali waktu, pasangan dewa ini sedang mempersiapkan upacara kedatuan di Tompoq Tikkaq, tapi tak ada satu pun tamunya yang datang dari negeri seberang. La Urung Mpessi murka, danmembuang semua hidangan yang telah dipersiapkannya ke dalam sungai. Tindakan ini membuat Patotoqé marah, dan menghukumnya dengan cara mengambil nyawa suami istri tersebut, yang meninggal pada waktu bersamaan. Serta merta kedua putrinya menjadi anak yatim piatu. Penderitaan kedua anak ini bertambah, ketika seluruh harta dan warisan kedua orang tuanya diambil oleh bibinya, yang menyebabkan kedua putri ini pergi membuang diri. Setelah mengembara di hutan, atas desakan seorang utusan dari Pérétiwi, meréka pun pulang ke inang pengasuhnya di Istana Tompoq Tikkaq.
Tags: obor indonesia, sastra
La Galigo menurut Naskah NBG 188 Jilid 1
| Berat | 700 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 2.372 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
…di batu penghabisan ke Huesca pagar penghabisan dari kebanggaan kita kenanglah sayang, dengan mesra kau kubayangkan di sisiku ada dan jika untung malang menghamparkan aku dalam kuburan dangkal ingatlah sebisamu segala yang baik dan cintaku yang kekal. Saya yakin banyak anak muda sekarang yang bisa menulis bait-bait puisi yang lebih puitis dari kutipan puisi di… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Nyoman Kutha Ratna Tebal : xii + 497 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Pustaka Pelajar Deskripsi : Buku ini diberi judul Postkolonialisme Indonesia: Relevansi Sastra dengan pertimbangan bahwa: pertama, semua pembicaraan yang berkaitan dengan teori postkolonialisme mengacu pada implikasi kolonialisme Indonesia. Kedua, objeknya didominasi oleh masalah-masalah yang berkaitan dengan… selengkapnya
Rp 61.200 Rp 72.000Penulis : I Nyoman Suaka Tebal : 282 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Karya sastra yang lahir dari renungan dan pemikiran manusia senantiasa menjadi refleksi manusia itu sendiri, karena secara gamblang kita dapat berkata bahwa karya sastra adalah salah satu pengejawantahan dari kebudayaan ide manusia,… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000Kajian poskolonial sudah tidak asing lagi dalam analisis sastra dan budaya, tetapi tidak dengan studi Amerika. Analisis ini masih sangat langka, setidaknya di Indonesia. Bahkan, ada yang menyebutkan studi poskolonial tidak cocok untuk studi Amerika karena di sana masyarakat poskolonial tidak eksis. Teori-teori poskolonial yang muncul dipandang hanya cocok untuk membedah permasalahan Timur dan Barat—dalam… selengkapnya
Rp 61.200 Rp 72.000Sastra, sebagai produk karya seni (jenis sastra), adalah karya kreatif imajinatif yang menekankan pada aspek estetik dan artistik. Mutu karya (seni) sastra banyak ditentukan oleh kemampuan penulisnya (author, pencipta) untuk mengeksploitasi kemungkinan-kemungkinan penggunaan bahasa serta gaya bahasa yang tidak saja mempunyai nilai komunikatif- efektif, namun juga mempunyai nilai-nilai kekhasan, aspek-aspek stilistik dan estetik serta artistik…. selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Penulis : Iman Budhi Santosa Tebal : xvi + 224 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Interlude Deskripsi : Esai-esai ini memang dipresentasikan semacam “tarian pikiran pengebara”. Lewat Yogya, kita membayangkan Indonesia. Lewat kampung halaman, kita telusuri lekuk-liku perkembangan budaya bangsa ketika “isu” telah menjadi santapan utama setiap hari dimana media massa,… selengkapnya
Rp 50.150 Rp 59.000Penulis : Iman Budhi Santosa Tebal : xxx + 478 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Interlude Deskripsi : Buku ini mencatat bagaimana hubungan antara manusia Jawa dengan tumbuhan yang mencuat lewat hadirnya ribuan nama desa di Jawa yang menggunakan nama tumbuhan. Iman Budhi Santosa kembali mengingatkan kepada pembaca bahwa, manusia Jawa… selengkapnya
Rp 84.150 Rp 99.000Penulis : I Nyoman Suaka Tebal : viii + 234 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Konflik sastra adalah konflik yang muncul di dalam novel-novel karya pujangga Abdoel Moeis. Analisis tentang novel sampai saat ini masih mencurahkan pada hal-hal yang bersifat struktural. dengan analisis model ini tidak mungking didapatkan… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Buku berjudul Analisis Prosa: Perwatakan dan Pemikiran Tokoh berisi pembahasan mendalam tentang karya-karya satra bermutu dari para pengarang berkebangsaan Inggris dan Amerika seperti; The Scarlet Letter dan The Minister’s Black Veil karya Nathaniel Hawthorne; Sister Carrie dan Jennie Gerhardt karya Theodore Dreiser, serta Drama Inggris berjudul Mourning Becomes Electra karya Eugene O’Neil, Up at the Villa karya William Somerset Maugham, Come Back Little Seba karya William Inge, Justice karya John Galsworthy, dan Animal… selengkapnya
Rp 64.000 Rp 80.000Lisan dan Tulisan bukan semata soal media, sarana, yang dipakai untuk berkomunikasi, lalu yang satu menggeser dan menggantikan yang lain. Benar bahwa memandangnya semata sebagai ‘sarana’, tampak apa yang disebut ‘tulisan’ demikian Berjaya. Tetapi menengoknya dengan lebih mendalam, akan terlihat bahwa kelisanan dan keberaksaraan adalah fenomena yang rumit, kompleks dan tindih menindih, serta silang menyilang…. selengkapnya
Rp 72.250 Rp 85.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.