Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Teknologi Fermentasi Pada Industri Peternakan
Rp 64.600 Rp 76.000| ISBN | 978-979-420-841-0 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Peternakan |
Teknologi Fermentasi Pada Industri Peternakan
Penulis : Zainal Bachruddin
Tebal : xviii + 144 hlm
Ukuran : 15,5 x 23 cm
Penerbit : UGM Press
Deskripsi :
Di sisi lain karena standar hidup dan jumlah populasi penduduk meningkat, kebutuhan produk peternakan, serta kebutuhan bahan biji-bijian untuk kebutuhan pangan meningkat pula. Oleh karenanya bila ternak ingin mendapatkan pakan unggul, diperlukan rekayasa teknologi agar dapat menurunkan kendala-kendala di atas, serta pakan unggul dapat tersedia secara kontinyu diperlukan jasa mikrobia, melalui REKAYASA TEKNOLOGI FERMENTASI baik langsung maupun tidak langsung untuk meningkatkan kualitas pakan yang sekaligus merupakan faktor penting dalam pengembangan INDUSTRI PETERNAKAN.
Pakan hijauan yang kaya akan serat, selulosa, hemiselulosa sebagai sumber enerji ternak sangat melimpah. Tetapi pemanfaatan pakan serat tersebut belum optimal karena nilai cernanya relatif rendah. Sedangkan peningkatan nilai cerna pakan serat dapat dilakukan secara kimiawi, biologi atau gabungan kimiawi dan biologi. Oleh karenanya REKAYASA TEKNOLOGI FERMENTASI dalam industri peternakan, selain untuk peningkatan dan pengawetan pakan, juga telah banyak dilakukan, dalam pemanfaatannya oleh ternak secara langsung, contoh, pemanfaatan Probiotik atau mikrobia hidup sebagai pakan tambahan (feed aditive). Peranan probiotik ini menjadi pentingkarena kelemahan ternak melalui alat pencernaannya mempunyai keterbatasan, selain proses biologinya kurang efisien, juga karena terdapat ketidakmampuan sel ternak menghasilkan enzim terutama enzim hidrolase, baik untuk hidrolisis karbohidrat, pitat, khitin, maupun protein. Khusus probiotik dalam bentuk bakteri asam laktat (BAL) diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menurunkan pemanfaatan antibiotik sintetik, hal ini karena BAL mampu memproduksi bakteriosin.
Pemanfaatan mikrobia dan enzim dalam bidang lingkungan, sebagai akibat terjadinya perubahan sistem pertanian tradisional, ekploratif, irrasional, serta kebutuhan manusia menyesuaikan kondisi lingkungan menjadi sistem pertanian modern, terbudidaya, rasional, serta manusia mengubah lingkungan disesuaikan kebutuhannya. Masalah baru karena perubahan tersebut meliputi menurunnya keragaman hayati (biodeversity), tercemarnya lingkungan baik udara, air dan tanah, serta terjadi marginalisasi lahan.
Salah satu untuk mengatasi keterbatasan kualitas pakan, keterbatasan sifat alat pencernakan, dan mengurangi polusi akibat adanya peternakan intensif adalah pemanfaatan biokatalis mikrobia maupun enzim melalui rekayasa PERAN TEKNOLOGI FERMENTASI DAN PERANNYA DI BIDANG INDUSTRI PETERNAKAN. Dengan demikian melalui fermentasi diharapkan dapat mengurangi kendala di bidang peternakan, sekaligus mampu meningkatkan produktifitas ternak.
Fermentasi berasal bahasa latin fervere berarti to boil (diaktifkan) atau diekstraksikan (Stanbury and Whitaker., 1987). Contoh pengertian fermentasi adalah: proses ekstraksi buah-buahan atau proses pengawetan biji-bijian dengan jasa sel ragidan proses biologi menghasilkan gas CO2 , ditandai keluarnya atau terbentuknya buih akibat proses katabolisme senyawa gula sederhana atau monosakarida secara anaerobic. Lebih dari itu pengertian fermentasi dapat juga dilihat melalui Pendekatan biokimiawi maupun Pendekatan secara industri
REKAYASA TEKNOLOGI FERMENTASI berdasarkan macam produk yang dihasilkan, kepentingan secara komersial, dan nilai strategis ekonomi, dapat diklasifikasikan menjadi empat macam proses, yaitu: 1) TEKNOLOGI FERMENTASI menghasilkan sel mikrobia sebagai produk (produksi biomasa sel); 2) TEKNOLOGI FERMENTASI memproduksi enzim; 3) TEKNOLOGI FERMENTASI memproduksi senyawa metabolit; dan 4) TEKNOLOGI FERMENTASI memodifikasi suatu senyawa.
Memperhatikan dari makna lain, berdasarkan pentahapan INDUSTRI PETERNAKAN maka keterlibatan atau peranan biokatalis baik mikrobia atau enzim melalui rekayasa TEKNOLOGI FERMENTASI dapat dibagi menjadi beberapa tahap: 1) peranan mikrobia dalam penyediaan pakan bermutu, 2) peranan mikrobia hidup sebagai probiotik dalam sel ternak; dan 3) peranan mikrobia dalam proses pasca panen serta peranan mikrobia membantu mengurangi terjadinya polusi serta menurunkan sifat toksisitas polutan.
Tags: peternakan, ugm press
Teknologi Fermentasi Pada Industri Peternakan
| Berat | 150 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 344 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Asmarani Kusumawati, Hermilinda Parera Tebal : xxii + 236 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : UGM Press Deskripsi : Buku Andrologi Veteriner mengulas secara komprehensif aspek reproduksi pejantan dalam konteks peternakan sapi. Sebagai pilar utama dalam keberhasilan program pemuliaan, kesehatan dan fungsi sistem reproduksi hewan jantan sangat menentukan mutu genetik keturunan… selengkapnya
Rp 98.600 Rp 116.000Secara sederhana, energi terbarukan adalah energi yang dapat diperbaharui. Dengan kata lain, energi tersebut tidak akan pernah habis meskipun digunakan secara terus-menerus. Energi terbarukan bukan berasal dari fosil mengingat sifat energi fosil yang tidak dapat diperbaharui. Energi terbarukan (renewable energy) jauh lebih ramah lingkungan dan dalam skala tertentu biaya produksi untuk menghasilkan energi tersebut juga… selengkapnya
Rp 73.100 Rp 86.000Penulis : Bambang Cahyono Tebal : viii + 152 hlm Ukuran : 16 x 23 cm Penerbit : Andi Deskripsi : Ayam broiler sangat potensial untuk dikembangkankarena mempunyai kemampuan menghasilkan daging dalam waktupemeliharaan yang lebih singkatdanharganya lebih murah dibanding harga daging unggas lain (ayam buras, bebek dan itik)maupun daging hasil ternak kecil (kambing, domba) danternak… selengkapnya
Rp 72.250 Rp 85.000Penulis : Prayogi Sunu Tebal : 120 hlm Ukuran : 14,5 x 20 cm Penerbit : Manggu Deskripsi : Buku manajemen ternak unggas ini menjelaskan tentang pola pengelolaan ternak ayam broiler, performa ayam, teknis dan pemeliharaan ideal ayam broiler, vaksinasi dan pencegahan penyakit, pemasaran dan konsep operasional usaha ayam broiler. Ayam broiler merupakan salah satu… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000Buku ini merupakan cetak ulang dari buku Tabel-tabel dari Komposisi Bahan Makanan Ternak Untuk Indonesia (Tables of Feed Composition for Indonesia) suatu Data Nutrisi (Nutritional Data) yang diterbitkan dengan jumlah terbatas oleh Institut Bahan Pakan Internasional (International Feedstuffs Institute), Utah State University, Logan, Utah, Amerika Serikat, 1980; untuk dapat digunakan secara luas oleh para pengajar,… selengkapnya
Rp 47.600 Rp 56.000Penulis : Soeparno Tebal : 545 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : UGM Press Deskripsi : Ilmu dan industri persusuan adalah salah satu cabang ilmu dan industri bahan makanan manusia yang esensial dan terkait dengan properti dan teknologi produk susu. Cabang ilmu teknologi hasil ternak yang merupakan bagian dari Ilmu dan Industri… selengkapnya
Rp 158.100 Rp 186.000Dalam buku ini diuraikan secara komprehensif penyakit-penyakit ternak penghasil pangan. Pada bagian awalnya diuraikan prinsip-prinsip pengelolaan kesehatan ternak secara kelompok, dan bukan secara individual, yang perlu diketahui oleh setiap orang yang tersangkut dengan usaha peternakan. Penyakit organ-organ tubuh dibicarakan secara sistematis, sedang penyakit infeksi yang banyak ditemukan di kawasan Asia Tenggara, baik penyakit bakterial maupun… selengkapnya
Rp 63.750 Rp 75.000Trypanosoma evansi merupakan salah satu penyakit parasit darah yang secara sporadik menyebar di seluruh wilayah Indonesia, menyerang hewan ternak dan dosmetik lainnya, serta bersifat zoonosis. Vektor penular oleh arthropoda penghisap darah seperti Tabanus sp. Parasit ini hidup dalam plasma darah dan cairan jaringan vertebrata, hanya beberapa yang bisa menginvasi sel. Trypanosoma evansi memiliki karakter mampu… selengkapnya
Rp 124.100 Rp 146.000Penulis : Tety Hartatik Tebal : 159 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : UGM Press Deskripsi : Buku Pendekatan Praktis: Deteksi Polimorfisme DNA Sapi Aceh disusun dalam rangka memberikan wawasan kepada mahasiswa dan peneliti pemula untuk melakukan persiapan analisis Deoxyribonucleic acid (DNA) agar lebih mudah dipahami, efektif dalam pemanfaatan waktu dan efisien dalam penggunaan bahan…. selengkapnya
Rp 71.400 Rp 84.000Penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakterial dalam dunia kedokteran hewan (veteriner) masih menjadi penyebab utama kebanyakan penyakit. Beberapa infeksi bakteri bahkan bersifat menular ke manusia (zoonosis). Penyakit bakterial di bidang veteriner memiliki jenis yang bervariasi, selain dari jumlah spesies hewan yang juga beragam yang memiliki ciri khasnya masing-masing dan sangat jauh berbeda dengan bakteri-bakteri komensa… selengkapnya
Rp 76.500 Rp 90.000


Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.