● online
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Back Door Java: Negara, Rumah Tangga, dan Kampung di Keluarga Jawa
Rp 52.000 Rp 65.000| ISBN | 978-979-461-834-9 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Sejarah |
Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari pintu belakang rumah kampung. Buku ini adalah sebuah buku etnografi perkotaan yang menyorot sebuah lingkungan kampung di sudut kota kraton Yogyakarta, Jawa Tengah, selama pemerintahan Orde Baru. Bertolak dari perspektif warga kampung itu buku ini mengupas budaya kelas pekerja sebagai cara untuk memahami interaksi antara masyarakat kampung dengan kekuasaan negara dan dampak kekuasaan negara, terutama pada pekerjaan dan kehidupan sehari-hari kaum perempuan. Berdasarkan kisah-kisah kehidupan kampung itu, buku ini dibagi atas tiga bagian yang secara ringkas dapat diungkapkan dengan istilah-istilah rumah, rumahtangga, dan rumah-kediaman.
Back Door Java: Negara, Rumah Tangga, dan Kampung di Keluarga Jawa
Penulis : Jan Newberry
Tebal : xiv + 284 hlm
Ukuran : 15 x 23 cm
Penerbit : Obor
Deskripsi:
Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari pintu belakang rumah kampung. Buku ini adalah sebuah buku etnografi perkotaan yang menyorot sebuah lingkungan kampung di sudut kota kraton Yogyakarta, Jawa Tengah, selama pemerintahan Orde Baru. Bertolak dari perspektif warga kampung itu buku ini mengupas budaya kelas pekerja sebagai cara untuk memahami interaksi antara masyarakat kampung dengan kekuasaan negara dan dampak kekuasaan negara, terutama pada pekerjaan dan kehidupan sehari-hari kaum perempuan. Berdasarkan kisah-kisah kehidupan kampung itu, buku ini dibagi atas tiga bagian yang secara ringkas dapat diungkapkan dengan istilah-istilah rumah, rumahtangga, dan rumah-kediaman.
“Rumah” adalah arsitektur fisik rumah kampung dan hubungannya (arsitektur) dengan pola pertukaran sosial dan hubungan keluarga. Bagi warga miskin kampung, rumah tradisional Jawa jauh dari jangkauan, tetapi bentuk fisik rumah kampung masih mencerminkan nilai-nilai kunci dalam kehidupan bertetangga di kampung. Bab ini membahas perubahan-perubahan yang terjadi dalam satu rumah dan satu keluarga dalam lingkup sejumlah rumah yang memiliki pertalian darah. Seiring dengan meningkatnya kesejahteraan beberapa keluarga, perbaikan rumah dilakukan namun sambil tetap mempertahankan sejumlah aspek sosial kunci dari bentuk rumah. Rumah adalah sumberdaya ekonomi yang penting, yang tercermin dalam praktek-praktek kekerabatan. Karena itu hal-hal seperti mengasuh anak, mengangkat anak, warisan, hubungan kakak-beradik dan anak-anak juga dibahas dalam bagian ini.
“Rumahtangga” diartikan di sini sebagai ekonomi rumahtangga, yang sering dibedakan dari ekonomi formal berdasarkan pekerjaan berbayar. Bagian ini mempersoalkan garis pemisah antara umum dan pribadi ini atas dasar kisah-kisah kaum perempuan kampung dan kegiatan mereka sehari-hari. Jaringan pertukaran antar-perempuan di kampung mendukung kegiatan-kegiatan budaya kampung, seperti slametan, tetapi jaringan pertukaran itu juga terkait dengan tugas dari pemerintah, yakni tugas bagi kaum perempuan untuk mendukung upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan warga masyarakat. Bab ini mengupas bagaimana kaum perempuan dengan cara-cara mereka mendukung penghidupan kaum laki-laki yang menganggur dan setengah menganggur dan anak-anak muda yang tinggal di kampung itu. Bab ini mengajukan argumen bahwa pembangunan masyarakat di bawah pemerintah Orde Baru melalui program-program seperti Pembinaan Kesejahteraan Keluarga atau PKK dimaksudkan untuk menghasilkan pekerja-pekerja yang sangat murah demi meningkatkan keunggulan banding Indonesia. Mendorong kaum perempuan untuk diam di rumah dan melakukan kegiatan ibu rumahtangga guna mendukung keluarga mereka dan masyarakat bertentangan dengan sejarah panjang kaum perempuan Jawa, yakni tradisi bekerja di luar rumah. Negara berhasil karena masyarakat digunakannya sebagai landasan bagi kesejahteraan sosial, pola yang juga digunakan oleh pemerintah kolonial Belanda dan pemerintah Jepang di zaman perang.
Penggunaan kaum perempuan kampung sebagai alat untuk menghasilkan reproduksi sosial berbiaya rendah bertumpu pada ideologi kehidupan-rumahtangga-yang-tepat. Istilah “rumah-kediaman” di sini berkaitan dengan ide bahwa tempat kaum perempuan sejatinya adalah di rumah, mengasuh anak, masyarakat, dan, pada akhirnya, negara. Bagian ini membahas hasil-hasil penelitian mengenai asal usul ideologi perempuan-tempatnya-di-rumah di Barat, dan kemudian membahas bagaimana ideologi itu berkembang dan digunakan Indonesia. Ide kerumahtanggaan menyiratkan adanya suatu tatanan moral tertentu dan ide tertentu mengenai keluarga dan peranan kaum perempuan yang menempati tempat utama dalam visi pemerintah Order Baru mengenai masyarakat. Organisasi-organisasi kemasyarakatan yang dibangun kaum perempuan pada zaman kemerdekaan diserap oleh pemerintah Orde Baru, yang menggunakan program-program yang dijalankan organisasi-organisasi itu untuk memberikan pelayanan sosial berbiaya murah. Kisah dua perempuan, Bu Sae dan Bu Apik, menunjukkan bagaimana PKK dan tatanan moralitas dukungan negara digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat kampung. Ketika retorika pemerintah Orde Baru mengenai perempuan yang baik digunakan untuk landasan kegiatan-kegiatan kampung, maka berbagai ide direproduksi meski tidak sesuai dengan kehidupan sehari-hari warga kampung. Bersamaan dengan itu, masyarakat kampung juga direproduksi.
Back Door Java: Negara, Rumah Tangga, dan Kampung di Keluarga Jawa
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 2.673 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Arai Mahaka Tebal : 120 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Pembahasan Perang Bubat di buku ini mengacu pada tiga sumber utama, yaitu Pararaton, Kidung Sunda, Carita Parahyangan, serta keterangan Nagarakretagama sebagai ‘ensiklopedia’ Majapahit, tentang Bubat. Buku ini tak hanya menguraikan pertempuran antara Kerajaan Majapahit… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Penulis : Julius Siboro Tebal : 182 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi: Eropa sebagai salah satu Benua yang—sampai sekarang—mempunyai pengaruh yang amat besar pada perkembangan zaman dalam peradaban manusia. Eropa merupakan pionir imperialisme massal yang kemudian membawa mereka menuju kejayaan seperti sekarang ini. Sejak zaman imperialisme tua hingga neo-imperialisme… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Abd. Rahman Hamid Tebal : 471 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Buku ini merekonstruksi sejarah Mandar dengan fokus pada jaringan maritim dari pelabuhan Kembar Pambauwang dan Majene di Selat Makassar abad ke-20. Peran kedua pelabuhan itu menentukan kelangsungan jaringan maritim. Jika keduanya berfungsi baik, ibarat sepasang… selengkapnya
Rp 127.500 Rp 150.000Penulis : Abidin Kusno Tebal : xxviii + 150 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Kata-kata seperti “gerak, “gerakan”, dan “pergerakan” merupakan ungkapan kunci dalam sejarah Indonesia modern. Kata-kata tersebut bisa membangkitkan dan juga menumbangkan sebuah zaman. Ungkapan per-gerak-an itu juga bisa diartikan sebagai pendobrakan, pembangkangan dan pembaharuan. Bagaimana… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Penulis : William Cummings Tebal : 353 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Ombak Deskripsi :
Rp 59.500 Rp 70.000Penulis : Arthur Keyser Tebal : 140 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Ircisod Deskripsi : Dari Hutan ke Jawa termasuk buku yang unik. Ia adalah studi etnografis mengenai Pulau Jawa, namun ditulis dengan gaya prosa yang fasih dan narasi deskriptif yang hidup. Kita seolah sedang membaca sebuah novel petualangan yang di… selengkapnya
Rp 49.300 Rp 58.000Sejarah Arab Sebelum Islam (1) Geografi, Iklim, Karakteristik, dan Silsilah (2) Daulah, Mamlakah, Kabilah, dan Imarah (3) Daulah, Mamlakah, Kabilah, dan Imarah [Lanjutan] (4) Kondisi Sosial-Budaya (5) Politik, Hukum, dan Tata Pemerintahan (6) Agama dan Kepercayaan (7) Sumber Daya Alam dan Perekonomian (8) Bahasa dan Literasi (9) Kesusastraan Arab adalah salah satu peradaban penting dan… selengkapnya
Rp 169.150 Rp 199.000Penulis : Paul Moses Tebal : 440 hlm Ukuran : 13 x 20 cm Penerbit : Alvabet Deskripsi : Pada 1219, ketika Perang Salib V berlangsung, St. Fransiskus dari Assisi menyeberangi garis pasukan Muslim untuk menemui Sultan Malik al-Kamil di kampnya di tepi Sungai Nil. Menawarkan perdamaian, ia meminta sang Sultan memeluk Kristen. Negosiasi tak… selengkapnya
Rp 80.750 Rp 95.000Penulis : Kuntowijoyo Tebal : xvi + 180 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Tiara Wacana Deskripsi : Dalam sejarah, dehumanisasi tidak mungkin terjadi. Kuntowijoyo “Secara implisit buku ini telah berhasil meramu hakikat penjelasan sejarah yang selama tiga dekade pada abad XX telah menjadi bahan perdebatan dan ketidaksepakatan… selengkapnya
Rp 45.600 Rp 57.000Penulis : Agus Setiyanto Tebal : 274 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Bengkulu merupakan satu-satunya propinsi di Indonesia yang pernah mengalami kolonialisme Inggris secara langsung. Sebelum akhirnya diserahkan kepada Belanda berdasarkan Traktak London 1824 yang membagi Nusantara menjadi dua bagian dengan Selat Malaka sebagai batasnya. Buku ini membahas… selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.