Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Rumah Ini Tak Lagi Sama....
- Adab di Atas Ilmu 2....
- From Zero to Master English Speaking....
- Pengaruh Ibnu Rusyd terhadap Pemikiran Eropa....
- Perencanaan Sumber Daya Manusia Perusahaan....
- Sosiologi Agama....
- Buku Pintar Pengetahuan Agama Islam untuk Anak Mus....
- Kuatkan Tekadmu: Tujuh Vitamin Dosis Tinggi untuk ....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Back Door Java: Negara, Rumah Tangga, dan Kampung di Keluarga Jawa
Rp 52.000 Rp 65.000| ISBN | 978-979-461-834-9 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Sejarah |
Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari pintu belakang rumah kampung. Buku ini adalah sebuah buku etnografi perkotaan yang menyorot sebuah lingkungan kampung di sudut kota kraton Yogyakarta, Jawa Tengah, selama pemerintahan Orde Baru. Bertolak dari perspektif warga kampung itu buku ini mengupas budaya kelas pekerja sebagai cara untuk memahami interaksi antara masyarakat kampung dengan kekuasaan negara dan dampak kekuasaan negara, terutama pada pekerjaan dan kehidupan sehari-hari kaum perempuan. Berdasarkan kisah-kisah kehidupan kampung itu, buku ini dibagi atas tiga bagian yang secara ringkas dapat diungkapkan dengan istilah-istilah rumah, rumahtangga, dan rumah-kediaman.
Back Door Java: Negara, Rumah Tangga, dan Kampung di Keluarga Jawa
Penulis : Jan Newberry
Tebal : xiv + 284 hlm
Ukuran : 15 x 23 cm
Penerbit : Obor
Deskripsi:
Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari pintu belakang rumah kampung. Buku ini adalah sebuah buku etnografi perkotaan yang menyorot sebuah lingkungan kampung di sudut kota kraton Yogyakarta, Jawa Tengah, selama pemerintahan Orde Baru. Bertolak dari perspektif warga kampung itu buku ini mengupas budaya kelas pekerja sebagai cara untuk memahami interaksi antara masyarakat kampung dengan kekuasaan negara dan dampak kekuasaan negara, terutama pada pekerjaan dan kehidupan sehari-hari kaum perempuan. Berdasarkan kisah-kisah kehidupan kampung itu, buku ini dibagi atas tiga bagian yang secara ringkas dapat diungkapkan dengan istilah-istilah rumah, rumahtangga, dan rumah-kediaman.
“Rumah” adalah arsitektur fisik rumah kampung dan hubungannya (arsitektur) dengan pola pertukaran sosial dan hubungan keluarga. Bagi warga miskin kampung, rumah tradisional Jawa jauh dari jangkauan, tetapi bentuk fisik rumah kampung masih mencerminkan nilai-nilai kunci dalam kehidupan bertetangga di kampung. Bab ini membahas perubahan-perubahan yang terjadi dalam satu rumah dan satu keluarga dalam lingkup sejumlah rumah yang memiliki pertalian darah. Seiring dengan meningkatnya kesejahteraan beberapa keluarga, perbaikan rumah dilakukan namun sambil tetap mempertahankan sejumlah aspek sosial kunci dari bentuk rumah. Rumah adalah sumberdaya ekonomi yang penting, yang tercermin dalam praktek-praktek kekerabatan. Karena itu hal-hal seperti mengasuh anak, mengangkat anak, warisan, hubungan kakak-beradik dan anak-anak juga dibahas dalam bagian ini.
“Rumahtangga” diartikan di sini sebagai ekonomi rumahtangga, yang sering dibedakan dari ekonomi formal berdasarkan pekerjaan berbayar. Bagian ini mempersoalkan garis pemisah antara umum dan pribadi ini atas dasar kisah-kisah kaum perempuan kampung dan kegiatan mereka sehari-hari. Jaringan pertukaran antar-perempuan di kampung mendukung kegiatan-kegiatan budaya kampung, seperti slametan, tetapi jaringan pertukaran itu juga terkait dengan tugas dari pemerintah, yakni tugas bagi kaum perempuan untuk mendukung upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan warga masyarakat. Bab ini mengupas bagaimana kaum perempuan dengan cara-cara mereka mendukung penghidupan kaum laki-laki yang menganggur dan setengah menganggur dan anak-anak muda yang tinggal di kampung itu. Bab ini mengajukan argumen bahwa pembangunan masyarakat di bawah pemerintah Orde Baru melalui program-program seperti Pembinaan Kesejahteraan Keluarga atau PKK dimaksudkan untuk menghasilkan pekerja-pekerja yang sangat murah demi meningkatkan keunggulan banding Indonesia. Mendorong kaum perempuan untuk diam di rumah dan melakukan kegiatan ibu rumahtangga guna mendukung keluarga mereka dan masyarakat bertentangan dengan sejarah panjang kaum perempuan Jawa, yakni tradisi bekerja di luar rumah. Negara berhasil karena masyarakat digunakannya sebagai landasan bagi kesejahteraan sosial, pola yang juga digunakan oleh pemerintah kolonial Belanda dan pemerintah Jepang di zaman perang.
Penggunaan kaum perempuan kampung sebagai alat untuk menghasilkan reproduksi sosial berbiaya rendah bertumpu pada ideologi kehidupan-rumahtangga-yang-tepat. Istilah “rumah-kediaman” di sini berkaitan dengan ide bahwa tempat kaum perempuan sejatinya adalah di rumah, mengasuh anak, masyarakat, dan, pada akhirnya, negara. Bagian ini membahas hasil-hasil penelitian mengenai asal usul ideologi perempuan-tempatnya-di-rumah di Barat, dan kemudian membahas bagaimana ideologi itu berkembang dan digunakan Indonesia. Ide kerumahtanggaan menyiratkan adanya suatu tatanan moral tertentu dan ide tertentu mengenai keluarga dan peranan kaum perempuan yang menempati tempat utama dalam visi pemerintah Order Baru mengenai masyarakat. Organisasi-organisasi kemasyarakatan yang dibangun kaum perempuan pada zaman kemerdekaan diserap oleh pemerintah Orde Baru, yang menggunakan program-program yang dijalankan organisasi-organisasi itu untuk memberikan pelayanan sosial berbiaya murah. Kisah dua perempuan, Bu Sae dan Bu Apik, menunjukkan bagaimana PKK dan tatanan moralitas dukungan negara digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat kampung. Ketika retorika pemerintah Orde Baru mengenai perempuan yang baik digunakan untuk landasan kegiatan-kegiatan kampung, maka berbagai ide direproduksi meski tidak sesuai dengan kehidupan sehari-hari warga kampung. Bersamaan dengan itu, masyarakat kampung juga direproduksi.
Back Door Java: Negara, Rumah Tangga, dan Kampung di Keluarga Jawa
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 2.713 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Satrio Dwicahyo, Yuanita Wahyu Pratiwi (Editor) Tebal : 208 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : UGM Press Deskripsi : Sejarah sering kali menghadirkan orang-orang besar. Padahal, peristiwa besar, misalnya kemerdekaan tidaklah lepas dari peran rakyat kebanyakan. Harapan untuk memperkaya narasi sejarah dan historiografi revolusi kemerdekaan Indonesia, terutama melihat peristiwa kemerdekaan… selengkapnya
Rp 64.600 Rp 76.000Penulis : Anthony Reid Tebal : 471 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi: Buku Asia Tenggara dalam Kurun Niaga 1450-1680: Tanah di Bawah Angin ini merupakan jilid pertama dari dua jilid penyusunan kronik permulaan kebudayaan Asia Tenggara dari tahun 1450 hingga 1680. Anthony Reid bersemangat meneliti secara cermat kehidupan… selengkapnya
Rp 92.000 Rp 115.000Istilah “Seni lukis Indonesia” di dunia Barat memunculkan berbagai asosiasi stereotipe tertentu. Terutama di Belanda, “Seni lukis Indonesia” dengan cepat dihubungkan dengan seni lukis batik Yogyakarta yang ditujukan untuk para wisatawan atau dengan seni lukis populer Bali yang berasal dari desa Ubud. Selain itu istilah “Seni lukis Indonesia” diasosiasikan dengan berbagai hal yang berbalut romantisme… selengkapnya
Rp 127.500 Rp 150.000Penulis : Ibnu Katsir Tebal : 496 hlm Ukuran : Penerbit : Diva Press Deskripsi : Sejarah dan peradaban Islam merupakan bagian penting yang tidak mungkin dipisahkan dari kehidupan kaum muslimin dari masa ke masa. Betapa tidak, dengan memahami sejarah secara baik dan benar, kaum muslimin bisa bercermin untuk mengambil banyak pelajaran guna meraih kejayaan… selengkapnya
Rp 136.000 Rp 160.000Banyak orang mengatakan bahwa sejarah ditulis oleh para pemenang. Hal ini sama sekali tak mengejutkan alias wajar belaka. Tetapi, bagaimana jika sejarah—atau apa yang kita ketahui sebagai sejarah—ditulis oleh orang yang salah? Bagaimana jika semua yang telah kita ketahui hanyalah bagian dari cerita yang salah tersebut? Dalam buku kontroversial yang sangat tersohor ini, Jonathan Black… selengkapnya
Rp 114.750 Rp 135.000Penulis : Mitsuo Nakamura Tebal : xxviii + 688 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : “Buku ini bukanlah sekadar kompilasi karya, tapi juga perjalanan karya atau perjalanan intelektual Nakamura. Dengan buku ini Pak Nakamura ingin menampilkan sejarah pemikirannya secara diakronis untuk mengetahui atau menunjukkan pergeseran minat dan kajian… selengkapnya
Rp 156.000 Rp 195.000Nama Ibnu Khaldun sangat terkenal baik di dunia Islam maupun Barat. Banyak sekali julukan yang disematkan kepadanya, seperti bapak sosiologi, peletak dasar filsafat sejarah, perintis ilmu ekonomi, hingga penggagas teori-teori politik. Karyanya yang sangat monumental adalah al-Muqaddimah. Ini sesungguhnya adalah bagian awal dari kitab Tarikh Ibnu Khaldun, yang lengkapnya bernama al-‘Ibar wa Diwan al-Mubtada’ wa al-Khabar fi Ayyam… selengkapnya
Rp 93.500 Rp 110.000Penulis : Rizem Alzid Tebal : 100 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Dinasti Seljuk adalah dinasti Islam yang masa kekuasaannya bersamaan dengan Dinasti Mamluk di Mesir. Dinasti Seljuk dikenal sebagai kekaisaran Islam pertama di Turki, yaitu Kekaisaran Seljuk Agung. Kerajaan Seljuk muncul sebagai sebuah kekuatan baru dalam… selengkapnya
Rp 34.000 Rp 40.000Penulis : Sri Margana, dkk. (editor) Tebal : 844 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi: Kampus Universitas Gadjah Mada di Siti Hinggil Kraton Kesultanan Yogyakarta menjadi saksi bisu dari perdebatan yang menarik antara Muhamad Yamin dan Soejatmoko tentang filsafat sejarah nasional. Perdebatan ini berlangsung dalam sebuah perhelatan akademik pertama dari… selengkapnya
Rp 297.500 Rp 350.000Penulis : Hussam ‘Itani Tebal : 344 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Alvabet Deskripsi : Seperti umumnya sejarah penaklukan, riwayat penaklukan muslim atas banyak wilayah di luar Jazirah Arab pada masa lalu sering kali ditulis dari perspektif muslim selaku pemenang. Hal ini pastilah mengabaikan sumber-sumber primer dari bangsa taklukan selaku pihak… selengkapnya
Rp 72.250 Rp 85.000


Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.