Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Great Mom, Strong Son, Rahasia Mendidik Anak Laki-
- Catatan Para Mantan
- Metodologi Penelitian Sosial dan Hukum
- Logika dan Matematika
- Artificial Intelligence (Dari Konsep Hingga Dampak
- Dampak Perubahan Iklim; Proyeksi Luasan Tanaman Pa
- You Are Overthinking!: Pada Dasarnya, Semua Akan B
- Sejarah Terlengkap Peradaban Dunia
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Di Bawah Lentera Merah
Rp 63.750 Rp 75.000| ISBN | 978-979-9471- |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Sejarah |
Di Bawah Lentera Merah
Penulis : Soe Hok Gie
Tebal : 122 hlm
Ukuran : 14 x 21 cm
Penerbit : Mata Bangsa
Deksripsi:
Di Bawah Lentera Merah menarasikan satu periode krusial dalam sejarah Indonesia yaitu ketika benih-benih gagasan kebangsaan mulai disemaikan, antara lain lewat upaya berorganisasi. Melalui sumber data berupa kliping-kliping koran antara tahun 1917-1920an dan wawancara autentik yang berhasil dilakukan terhadap tokoh-tokoh sejarah yang masih tersisa, penulisnya mencoba melacak bagaimana bentuk pergerakan Indonesia, apa gagasan substansialnya, serta upaya macam apa yang dilakukan oleh para tokoh Sarekat Islam Semarang pada kurun waktu 1917an.
Di bawah pimpinan Semaoen, para pendukung Sarekat Islam berasal dari kalangan kaum buruh dan rakyat kecil. Pergantian pengurus itu adalah wujud pertama dari perubahan gerakan Sarekat Islam Semarang dari gerakan kaum menengah menjadi gerakan kaum buruh dan tani. Saat itu menjadi sangat penting artinya bagi sejarah modern Indonesia karena menjadi tonggak kelahiran gerakan kaum Marxis pertama di Indonesia.
Pertimbangan lain mengapa “Di Bawah Lentera Merah” menjadi penting adalah karena buku ini memotret bagaimana gagasan transformasi modernisasi berproses dari wacana tradisional ke wacana modern. Lebih khusus lagi Soe Hok Gie, melalui buku ini, mengajak kita mencermati bagaimana para tokoh tradisional lokal tahun 1917an mencoba menyikapi perubahan pada abad ke-20 yang dalam satu dan lain hal, punya andil menjadikan wajah bangsa Indonesia seperti sekarang ini
Tags: mata bangsa, sejarah, soe hok gie
Di Bawah Lentera Merah
| Berat | 260 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 3.684 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Said Muhammad Bakdasy Tebal : 228 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Turos Pustaka Deskripsi : “Rukun (Hajar Aswad) dan Maqam Ibrahim merupakan dua batu yakut yang menjadi bagian dari batu yakut surga. Jika saja Allah tidak menghapus cahayanya, maka kedua batu itu akan menerangi Timur dan Barat.” —Nabi Muhammad… selengkapnya
Rp 58.650 Rp 69.000Penulis : Rizem Aizid Tebal : 156 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Perang Dunia I usai tahun 1918. Kemenangan berpihak pada Blok Sekutu. Mereka adalah Inggris, Prancis, Rusia, dan sekutu-sekutunya. Tetapi, berbagai kebijakan dianggap tidak adil bagi negara-negara yang kalah perang. Sehingga, perdamaian tak kunjung datang…. selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Wijanarka Tebal : 194 hlm Ukuran : 13 x 20 cm Penerbit : Ombak Deskripsi :
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Sugeng Priyadi Tebal : 138 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Sejalan dengan tuntutan profesionalisme guru, terutama guru sejarah atau IPS, penelitian pendidikan sejarah merupakan salah satu aktivitas yang penting. Guru seharusnya tidak hanya dituntut untuk mengajar saja, tetapi kegiatan riset juga mendesak menjadi bagian yang tidak… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000BUKU yang di tangan anda ini adalah pertanggungjawaban penulisnya yang selama ini memegang mata kuliah Teori dan Metodologi Sejarah pada Jurusan Sejarah, Fakultas Sastra, Universitas Gadjah Mada. Semula buku ini berbentuk esai yang ditulis untuk keperluan yang berbeda-beda pada waktu yang berlainan pula. Oleh karena itu, meskipun kurang sistematik, buku ini menjadi saksi perkembangan Ilmu… selengkapnya
Rp 52.000 Rp 65.000Ayyamul ‘arab atau “hari-hari bangsa Arab” sangat populer dan menjadi rujukan utama buku-buku tentang sejarah Arab klasik, terutama sebelum Islam. Dari situ kita mengetahui bagaimana kondisi sosial, budaya, ekonomi, politik, dan agama atau kepercayaan bangsa Arab. Bagaimana kehidupan nomaden dan menetap mereka, aktivitas dagang mereka, tradisi dan adat istiadat mereka, relasi mereka dengan dunia luar,… selengkapnya
Rp 102.000 Rp 120.000Pada bulan April 1946, Perdana Menteri Sjahrir menawarkan 500.000 ton beras kepada India yang tengah dilanda kelaparan. Sebagian besar studi mengenai bantuan beras untuk India ini menekankan bahwa bantuan ini merupakan bukti keberhasilan diplomasi Sjahrir dalam mendapatkan pengakuan politik dari luar negeri. Namun, buku ini menunjukkan hal yang berbeda: pengakuan politik merupakan hal terakhir yang… selengkapnya
Rp 45.900 Rp 54.000“Buku yang ditulis Gerry van Klinken ini merupakan sumbangan penting di bidang studi kewargaan, tidak hanya di Indonesia melainkan di seluruh dunia. Berlawanan dengan paradigma bapakisme (patronase-klientelisme) yang umum di Selatan Global, penulis menunjukkan bahwa konsep kesamarataan, keadilan, keikutsertaan, inklusivitas, dan mobilisasi menjadi kekuatan yang sangat berarti dalam sejarah Indonesia. Ide-ide ini memberikan semangat berbuat… selengkapnya
Rp 76.000 Rp 95.000Penulis : Zainul Maarif Tebal : 320 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Turos Pustaka Deskripsi : “Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya: ‘Kun’ (jadilah), maka jadilah sesuatu itu.” (QS. Yasin: 82) Salah satu pertanyaan besar yang selalu menggelitik manusia dari zaman dulu adalah dari mana manusia dan alam semesta… selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000Penulis : Emil Leushuis Tebal : 304 hlm Ukuran : 22 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi: Kota-kota pusaka di Indonesia tidak terlepas dari sejarah masa kolonial. Setelah masa kemerdekaan, perkembangan kota yang dinamis dan terkadang kontradiktif, telah memberikan ruang interaksi antara masa lalu dan masa kini. Adalah sebuah pertanyaan… selengkapnya
Rp 127.500 Rp 150.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.