Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami

Pemasaran
● online
Pemasaran
● online
Halo, perkenalkan saya Pemasaran
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

  • Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
  • Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
  • Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
  • Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
  • Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Beranda » Sejarah » Bisnis Priayi: Elit Tradisional dan Bisnis di Era Pos-Reformasi
click image to preview activate zoom
Diskon
15%

Bisnis Priayi: Elit Tradisional dan Bisnis di Era Pos-Reformasi

Rp 93.500 Rp 110.000
Hemat Rp 16.500
ISBN978-623-220-213-9
Stok Tersedia
Kategori Sejarah
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Pesan Langsung
Bagikan ke

Bisnis Priayi: Elit Tradisional dan Bisnis di Era Pos-Reformasi

Penulis     : Muhammad Syukri

Tebal         : 352 hlm

Ukuran     : 15 x 23 cm

Penerbit   : Alvabet

Deskripsi :

Pada zaman kerajaan-kerajaan di Nusantara, kelas bangsawan atau elite kerajaan (raja dan keluarganya atau kaum priayi) menganggap bisnis atau berdagang sebagai aktivitas kotor dan rendahan. Pandangan ini terus dipertahankan secara turun-temurun. Namun, setelah Indonesia merdeka, dan terutama pada era post-reformasi, pandangan tersebut mulai goyah dan bergeser. Puncaknya adalah ketika muncul kebijakan otonomi daerah.

Kebijakan otonomi daerah telah mengubah banyak hal, di antaranya soal pendapatan daerah. Jika sebelumnya pendapatan daerah digenggam oleh pusat, saat ini daerah dapat mengatur sendiri sumber pendapatannya. Ini memengaruhi pandangan tradisional. Di satu sisi, pandangan tradisional mengganggap tidak etis kaum priayi berbisnis, di sisi lain bisnis menjadi sumber pendapatan daerah, yang tujuannya adalah untuk mengembangkan dan memajukan daerah. Maka mau tak mau mereka mesti terlibat dalam bisnis.

Benturan antara pandangan tradisional tersebut dengan pandangan modern pada era post-reformasi itulah yang jadi topik utama buku ini. Menyorot kasus bisnis keluarga Keraton Jogja bersama perusahaan rokok dan lain-lainnya yang kian ekspansif hingga sekarang, buku ini menganalisis secara tajam dan menjelaskan secara gamblang bagaimana dinamika bisnis priayi. Dari sejarahnya, konsep bisnis priayi menurut etika Jawa, gaya hidup priayi, persinggungan budaya lokal dengan kehidupan modern yang kapitalistik, hingga dalih otonomi daerah yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi dan keluarga.

Tags: ,

Bisnis Priayi: Elit Tradisional dan Bisnis di Era Pos-Reformasi

Berat 380 gram
Kondisi Baru
Dilihat 196 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: