● online
- Dari Filsafat Ilmu ke Penelitian Ilmiah
- Ar-Risalah Ushul Fikih (HC)
- Ekonomi Sirkular dalam Gagasan Universal dan Prakt
- Pembinaan Karakter Mahasiswa Melalui Pendidikan Ag
- Dua Menyemai Damai: Peran dan Kontribusi Muhammadi
- Diskursus dan Metode
- Panorama Sejarah Islam dan Politik di Indonesia
- Sejarah Asia Barat
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Centhini II: Tambangraras Amongraga
Rp 79.900 Rp 94.000| ISBN | 978-602-386-785-1 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Budaya |
Penulis : Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Amangkunagara III (Sunan Paku Buwana V)
Tebal : 320 hlm
Ukuran : 15,5 x 23 cm
Penerbit : UGM Press
Centhini II: Tambangraras Amongraga
Tema utama teks Centhini atau disebut Suluk Tambangraras – Amongraga adalah tasawuf Jawa atau manunggaling kawula Gusti atau kesempurnaan hidup (kasidan jati). Hakikat Tuhan, hakikat manusia, dan bagaimana manusia menuju Tuhannya secara benar diuraikan secara tuntas dan sangat mendalam. Perjalanan manusia secara benar dapat dibagi menjadi empat tahap, yaitu syariat/sêmbah raga, tarekat/sêmbah cipta, hakikat/sêmbah jiwa, dan makrifat/sêmbah rasa. Puncak atas tahap akhir adalah insan kamil atau manunggaling kawula Gusti atau kesempurnaan hidup. Namun, pada tingkatan manunggaling kawula Gusti disebutkan dalam teks ini bahwa hakikat zat manusia sebagai makhluk dengan hakikat zat Tuhan tetap berbeda. Disebutkan bahwa hakikat zat Tuhan adalah tan kêna kinaya ngapa ‘tidak dapat dikatakan dengan apa pun’. Adapun hakikat zat manusia adalah ia dijadikan oleh Tuhan. Kedudukan manusia terbatas, dibatasi oleh Tuhan.
Adapun kandungan isi teks Centhini sangat beragam, meliputi sejarah, pendidikan (prenatal dan postnatal), geografi, topografi, arsitektur, pengetahuan alam, falsafah, agama, tasawuf, mistik, ramalan, sulapan, ilmu magi (ilmu kekebalan, ilmu sirêp, dan ilmu penjahat), perlambang, adat istiadat, tata cara (tata cara perkawinan, tata cara membuat dan pindah rumah, tata cara berganti nama, tata cara meruwat, tata cara menerima tamu, dan tata cara selamatan dalam daur hidup), etika, pengetahuan sifat manusia (psikologi), pengetahuan dunia fauna, pengetahuan dunia flora/botani, obat tradisional, makanan tradisional, seni (seni tari, seni suara, seni karawitan, seni wayang, seni pedalangan, dan seni topeng), bahkan sampai pada hal-hal intim manusia pun diuraikan dalam naskah ini. Setiap uraian gambaran keadaan dituangkan secara mendetail dengan gaya bahasa yang memukau.
Karena kandungan isi teksnya yang demikian, pustaka Centhini sering disebut sebagai “Ensiklopedia Kebudayaan Jawa”, yaitu tentang segala ilmu yang terdapat di permukaan bumi Pulau Jawa. Hal itu menjadikan Centhini sebagai naskah yang paling tebal di antara naskah Jawa dan Nusantara yang lain.
Centhini II: Tambangraras Amongraga
| Berat | 350 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.072 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Semua orang pasti mendambakan hidup bahagia. Hidup yang menyenangkan dan penuh syukur. Tetapi, sayangnya, tidak setiap orang sanggup mewujudkannya. Apa pasal? Bukankah untuk bahagia, seseorang tak perlu hal-hal yang sempurna? Bukankah bahagia itu sederhana, kata banyak orang? Betul, tapi itu hanya sesaat. Itulah jenis bahagia yang sederhana dan sesaat. Berlangsungnya hanya sebentar. Setelah itu, ia… selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000Buku ini saya tulis bukan untuk mengenang romantisme yang dipenuhi dengan kegemilangan dan kejayaan di sebuah masa ketika Islam berada di puncak peradaban dunia. Bukan juga untuk mengungkapkan sebuah temuan bernuansa islami yang menggaung di tempat-tempat tak terduga, baik di Eropa atau yang lainnya. Namun lebih kepada penghayatan makna dari setiap perjalanan saya ketika dihadapkan… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000“Memimpin adalah menderita, bukan menumpuk harta.” Itulah salah satu ungkapan Haji Agus Salim yang patut kita renungkan. Ya, ia adalah sosok karismatik dan salah satu guru bangsa di Indonesia. Keseharian yang penuh kesederhanaan tetapi bermakna istimewa, menjadikannya tokoh yang patut untuk diteladani. Selain Haji Agus Salim, masih banyak tokoh bangsa yang patut kita jadikan panutan…. selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Soe Tjen Marching Tebal : 277 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi :
Rp 51.000 Rp 60.000Umumnya sejarawan yang meneliti dan menulis tentang sejarah Bugis mengandalkan sumber-sumber asing, terutamanya sumber Belanda. Penulis buku ini memilih cara lain dengan menggunakan sumber lokal yang disebut lontaraq sebagai sumber utamanya. Perkawinan dan konflik adalah siklus politik yang senantiasa menyertai dinamika sejarah politik orang Bugis di Sulawesi Selatan. Jika perkawinan menjadi petunjuk luasnya jaringan kekerabatan… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Sudah bukan rahasia jika ada banyak lokasi sepi di berbagai kampus atau sekolah yang wingit. Di tempat-tempat tersebut, si penunggu biasanya tidak mau diganggu. Kalau ada yang berani macam-macam, mereka pasti akan mengancam! Selain kisah seram dari kampus dan sekolah, buku ini juga memuat cerita horor lain yang disusun berdasarkan kisah nyata dari para saksi… selengkapnya
Rp 57.375 Rp 67.500Penulis : Devi Riskianingrum Tebal : 185 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi :
Rp 38.250 Rp 45.000Penulis : Akhmad Siddiq Tebal : 136 hlm Ukuran : 13 x 20 cm Penerbit : Cantrik Pustaka Deskripsi : Orang Madura senantiasa menjaga nilai-nilai sakral keagamaan mereka, karena tiga unsur utama budaya santri, yaitu pesantren, NU, dan kiai, memiliki pengaruh besar pada masyarakat, baik dalam wilayah keagamaan maupun keduniawian. Selain itu, tiga unsur utama… selengkapnya
Rp 68.000 Rp 80.000Penulis : Yasraf Amir Piliang Tebal : 386 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : Cantrik Pustaka Deskripsi : Buku ini dimulai dengan definisi semiotika yang mencengangkan dari Umberto Eco. Secara tandas ia mewedarkan bahwa semiotika pada prinsipnya adalah “sebuah disiplin yang mempelajari segala sesuatu yang dapat digunakan untuk berdusta (lie).” Definisi Eco… selengkapnya
Rp 102.000 Rp 120.000Suku Bajo adalah suku bangsa Nusantara yang hidup di laut. Mereka membangun rumah-rumahnya di atas laut. Mereka dikenal orang-orang darat sebagai orang laut. Karena semenjak dahulu orang-orang Bajo kerap mengembara dengan perahu, populasi mereka pun tersebar di banyak perairan Nusantara. Sebagaimana penduduk Jawa mempunyai agama Jawa dan penduduk Sunda mempunyai Sunda Wiwitan, orang-orang Bajo juga… selengkapnya
Rp 59.200 Rp 74.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.