Beranda » Sejarah » Dari Krisis Ke Krisis: Masyarakat Indonesia Menghadapi Resesi Ekonomi Selama Abad 20

Dari Krisis Ke Krisis: Masyarakat Indonesia Menghadapi Resesi Ekonomi Selama Abad 20

DISKON 15% Kode: 978-602-386-144-6 Stok: Tersedia
Berat 400 gram
Kondisi Baru
Kategori Sejarah
Dilihat 871 kali
Diskusi Belum ada komentar
Bagikan
Rp 72.250 Rp 85.000
Hemat Rp 12.750
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan yang lebih cepat! Pesan Langsung
Dari Krisis Ke Krisis: Masyarakat Indonesia Menghadapi Resesi Ekonomi Selama Abad 20
Rp 72.250 Rp 85.000
Tersedia / 978-602-386-144-6
Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Detail Produk Dari Krisis Ke Krisis: Masyarakat Indonesia Menghadapi Resesi Ekonomi Selama Abad 20

Penulis     : Ben White & Peter Boomgaard (Editor)

Tebal         : 361 hlm

Ukuran     : 15,5 x 23 cm

Penerbit   : UGM Press

Deskripsi :

Selama abad ke-20 Indonesia mengalami empat masa krisis ekonomi nasional: resesi dunia pada 1930-an, masa penjajahan Jepang dan perjuangan kemerdekaan pada 1940-an, tahun-tahun terakhir “Demokrasi Terpimpin” Sukarno pada 1960-an, serta krisis moneter Asia “krismon” pada akhir 1990-an.

Bagaimana dampak krisis terhadap kelompok sosial yang berbeda dan terhadap distribusi kesejahteraan serta kekuasaan? Bagaimana pengalaman krisis Indonesia pada akhir 1990-an dibandingkan krisis-krisis lain yang dialami oleh generasi terdahulu? Buku ini membahas pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan menyajikan delapan studi kasus lokal melingkupi wilayah Bangka, Riau, Sumatra Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Yogyakarta  serta Jawa Timur.

Kumpulan tulisan dari para penulis bereputasi dengan berbagai latar belakang keilmuan memahami krisis ekonomi tidak hanya sebagai peristiwa ekonomi semata, melainkan sebagai sejarah sosial yang terjadi pada berbagai ruang geografis dan politis Indonesia.

“Tulisan-tulisan di dalam buku ini mampu membangun kesadaran baru dan dapat mengurangi skeptisisme dan krisis kepercayaan terhadap sejarah sebagai ilmu, selama kesadaran dekonstruktif tetap hidup dalam proses kerja para sejarawan untuk mampu keluar dari kungkungan di sekitar epistimologi dan metodologi konvensional yang sempit sebagai bagian dari krisis modernitas. Bersama-sama dengan sejarah kebudayaan baru, sejarah sosial komparatif menjadi alternatif untuk menghadirkan perspektif baru dalam pengembangan lebih lanjut historiografi Indonesiasentris yang mencerdaskan dan relevan bagi kekinian dan masa depan Indonesia”

Profesor Bambang Purwanto, Jurusan Sejarah Universitas Gadjah Mada 

 

Tags: , ,

Ditambahkan pada: 1 Agustus 2017
Produk Terkait
Diskusi Produk (0)

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat:

Jl. Kasongan (Agen Wahana Timur Balai Desa Bangunjiwo) Gendeng RT 15, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, DIY 55184

Kurir

Pembayaran

Chat via Whatsapp
Pustaka Kita
⚫ Online
Halo, perkenalkan saya Pustaka Kita
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja