● online
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Etnis Cina Perantauan di Aceh
Rp 76.000 Rp 95.000| ISBN | 978-979-461-708-3 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Budaya |
Etnis Cina Perantauan di Aceh
Penulis : A. Rani Usman
Tebal : hlm
Ukuran : 15 x 23 cm
Penerbit : Obor Indonesia
Deskripsi :
Hubungan antara Indonesia, khususnya Aceh dengan Dataran Cina dimulai semenjak lancarnya transportasi laut. Kontak budaya antara Cina dan Aceh secara diplomasi diawali pada abad 13 dan 15 M. Pada suatu lawatan utusan diplomat Cina pergi ke Aceh menyerahkan Lonceng Cakradonya kepada Raja Aceh pada tahun 1409 M, sebagai lambang persahabatan. Sebaliknya Raja Aceh mengirimkan utusan Aceh (Duta Besar) ke Cina yaitu Zainal Abidin Dan khususya pada Musim dingin tahun ke 1413 berlayarlah utusan Cina ke Samudra termasuk ke Aceh. Hubungan diplomasi dibarengi dengan hubungan bisnis yang saling menguntungkan sehingga kedua bangsa tersebut terjalin atas dasar saling menghargai. Selanjutnya setelah terjadi kekacauan politik dan ekonomi di Daratan Cina, sehingga mengakibatkan migrasi besar-besaran orang Tiongkok ke Nanyang (Asia Tenggara), sehingga masyarakat Cina terpaksa mengadu nasibnya di Nusantara dengan bekerja apa saja asal dapat mempertahankan hidupnya di perantauan. Bekerja tanpa kenal lelah membuat etnis Cina perantauan berhasil dalam bidang ekonomi, politik dan budaya. Fenomena tersebut terlihat etnis Cina dipandang oleh Belanda sebagai kelas menengah bersama Timur Asing lainnya. Di bidang politik etnis Cina dapat menyatukan dirinya dengan pemerintah setempat seraya mempertahankan edentitas kecinaan mereka. Sedangkan identitas Cina sebelum dan setelah kemerdekaan Indonesia mempnyai identitas ganda yaitu identitas Indonesia dan Cina. Pada masa revolusi kebudayaan di Cina pada tahun 1966 terjadi perubahan besar-besaran di Cina dan berpengaruh terhadap Cina di Indonesia. Karena waktu itu etnis Cina dianggap berhaluan komunis. Sedangkan komunis adalah sangat dibenci di Indonesia. Akhirnya pudarlah kebudayaan Cina termasuk di Aceh. Etnis Cina di Aceh pada peristiwa komunis mereka sebagian hijrah ke Medan Sumatra Utara dan pulang ke daratan Cina. Dan yang lainnya menetap di Aceh. Etnis Cina di Aceh mayoritas suku Khek, dan berbahasa Khek bersama etnis mereka. Sedangkan bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa kedua. Dan sebagian dari mereka dapat berbahasa Aceh bila bermitra bisnis dengan orang Aceh. Etnis Cina yang tinggal di tempat pecinaan sangat sedikit yang dapat berbahasa Aceh.
Tags: budaya, obor indonesia
Etnis Cina Perantauan di Aceh
| Berat | 600 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.181 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Pernahkah Anda menonton film Musashi besutan sutradara Yasuo Mikami yang rilis tahun 2019? Atau, membaca novel tebal berjudul Musashi karya Eiji Yoshikawa? Keduanya menceritakan kisah hidup Miyamoto Musashi, penulis buku Kitab Lima Unsur ini. Kitab Lima Unsur adalah mahakarya paling mencerahkan tentang seni bela diri pedang dalam sejarah Jepang, bahkan dalam sejarah dunia. Buku ini… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : M. Kholiq Arif Rozaq dan A. Sujud Tebal : 342 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Buku Kelola Seni # 2 ini mengetengahkan kisah- kisah di balik pengoleksian benda seni. Sejumlah hal yang terkait di dalamnya adalah kisah pengerjaan karya seni, distribusi, hingga seluk beluk karya di… selengkapnya
Rp 106.250 Rp 125.000Siapakah orang Aceh yang dimaksud Snouck Hurgronje dalam buku ini? Bagaimana hubungan antara Aceh dan wilayah-wilayah lain di nusantara? Apa kaitan antara budaya Jawa, Melayu, dan Aceh? Bagaimana mitos, legenda, agama, dan adat turut membentuk orang Aceh? Meskipun Islam merupakan agama yang dominan di Aceh, tetapi pengaruh budaya pra-Islarn dan adat pribumi tidak serta merta… selengkapnya
Rp 170.000 Rp 220.000Genderuwo merupakan cerita hantu yang cukup terkenal di Indonesia, termasuk Jawa. Menurut sejarah, kepercayaan akan hantu ini telah ada sejak era Hindu-Buddha. Nama genderuwo sendiri berasal dari bahasa Kawi, yakni gandharwa yang berarti roh atau hantu berbadan besar dan kekar seperti raksasa, kulitnya berwarna hitam kemerahan, dan tubuhnya ditutupi bulu lebat. Cerita mengenai hantu genderuwo… selengkapnya
Rp 58.225 Rp 68.500Penulis : Musyair Zainuddin Tebal : 182 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Minangkabau terkenal melalui adatnya dengan sistem kekerabatan matrilineal yang hampir hanya satu-satunya ada di Nusantara, maupun dunia luar. Minangkabau dan adatnya ibarat dua sisi mata uang yang merupakan satu kesatuan. Adat yang diwarisi hingga saat ini… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Penulis : Keluarga Besar Komunitas Rumah Cinta Tebal : 322 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Membaca semua testimoni dalam buku ini akan memperhadapkan kita pada kenyataan bahwa betapa Ahyar Anwar selalu menempatkan setiap orang yang bertaut dengan dirinya pada posisi yang “intim” di dalam hidupnya. Dia menempatkan semua… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000Penulis : Riyan Hidayatullah Tebal : viii + 60 hlm Ukuran : 17 x 24 cm Penerbit : Arttex Kemampuan membaca dan mendegar adalah modal utama untuk mempelajari teori musik. Kedua kemampuan ini saling terkait dengan materi pembelajaran musik lainnya karena sifatnya saling mendukung. Bermain alat musik akan sulit tanpa mendengar, selain itu kemampuan membaca… selengkapnya
Rp 84.830 Rp 99.800Penulis : Wasita, dkk Tebal : 204 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Tinggalan arkeologi bisa dikaji dari berbagai aspek, dan buku ini menyajikan kajian simbol, yang sebenarnya masih jarang dilakukan pada tinggalan budaya Banjar. Kajian simbol ini memperhatikan tinggalan arkeologi yang ada di tengah-tengah kehidupan masyarakat Banjar dan… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Aksara Serang adalah salah satu variasi dari aksara Arab yang digunakan untuk menuliskan bahasa Bugis dan Makassar di Sulawesi Selatan pada zaman kedatangan tamadun Islam mulai sekitar abad ke-17. Buku ini akan menjawab pertanyaan pokok: bagaimanakah proses perkembangan aksara-aksara di dunia ini, sehingga aksara Arab dipinjam ke masyarakat Sulawesi Selatan? Bagaimanakah perhubungan aksara Serang dengan… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.