Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Seni Koreografi: dari Ide ke Panggung
- Karya Seni Lukis Berbasis Kearifan Lokal: Pencipta
- Seni Pertunjukan dan Ritual
- Zaman Baru Generasi Modernis: Sebuah Catatan Arsit
- Budaya Organisasi Persektif Administrasi Publik
- Pengembangan Profesi Keguruan Pada Era Revolusi In
- Batubara dan Pemanfaatannya: Pengantar Teknologi B
- Membaca Pikiran Pierre Bourdieu (Edisi Revisi)
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Feminin dalam Dongeng
Rp 68.000 Rp 80.000| ISBN | 978-623-5348-44-5 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Budaya |
Feminin dalam Dongeng
Penulis : Marie-Louise von Franz
Tebal : 312 hlm
Ukuran : 14 x 20 cm
Penerbit : Ircisod
Deskripsi :
Pencarian tentang identitas diri sedang melanda kaum perempuan di dunia Barat. Setiap saat, mereka mencari citra yang dapat mendefinisikan identitas diri mereka. Pencarian ini dimotivasi oleh disorientasi dan ketidakpastian mendalam bahwa mereka tidak memiliki wakil metafisik dalam citra Tuhan Kristen. Protestanisme harus bersedia dipersalahkan sebagai agama laki-laki murni. Katolik setidaknya memiliki Perawan Maria sebagai representasi arketipe femininitas, tetapi citra arketipe feminin ini tidak lengkap karena hanya mencakup aspek sublim dan cahaya dari prinsip feminin ilahi dan oleh karena itu tidak mengungkap seluruh prinsip feminin.
Sebagai psikolog Jungian yang tersohor dengan studinya mengenai interpretasi dongeng dan alkimia, Marie-Louise von Franz pertama kali menemukan gambaran feminin yang melengkapi kekurangan ini dalam agama Kristen. Menurutnya, dongeng mengungkap fantasi kreatif lapisan penduduk pedesaan dan kurang berpendidikan.
Selain itu, Marie-Louise von Franz mengurai bahwa sosok feminin dalam dongeng, dengan keseluruhan cerita yang mengitarinya, tidak serta-merta membuktikan bahwa sebuah kisah ada hubungannya dengan psikologi perempuan. Banyak cerita panjang tentang penderitaan perempuan ditulis oleh laki-laki dan merupakan proyeksi dari masalah anima laki-laki.
Feminin dalam Dongeng
| Berat | 320 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 932 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Arya Tangkas, Lilik Jatmiko Prasetyo, Marwiyati Tebal : xx + 166 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : Deepublish Deskripsi : Buku Lighting Production: Studio TV, Film, dan Stage Performance menempatkan tata cahaya sebagai bahasa visual yang menentukan rasa, arah pandang, dan kekuatan sebuah pertunjukan. Cahaya tidak sekadar menerangi, tetapi membentuk ruang dan menegaskan emosi… selengkapnya
Rp 126.650 Rp 149.000Penulis : Ign. Eka Hadiyanta Tebal : 211 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Dalam perspektif kekinian cagar budaya merupakan kekayaan budaya material bangsa (tangible), sebagai perwujudan hasil pemikiran dan perilaku manusia dalam mengarungi kehidupan. Eksistensi cagar budaya terkait langsung dengan akumulasi pengalaman kolektif manusia pendukung budaya pada zamannya…. selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000Penulis : Riris K. Toha Sarumpaet (editor) Tebal : xvi + 352 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : Pertanyaannya, dalam berbicara tentang kehidupan (bersama), haruskah kita sekata? Benarkah Bahasa mempersatukan kita? Adakah budaya yang ragam mempersatukan kita atau –bisa– sebaliknya? Buku ini, seperti berbagai buku lain yang merenungi… selengkapnya
Rp 76.000 Rp 95.000Siapakah orang Aceh yang dimaksud Snouck Hurgronje dalam buku ini? Bagaimana hubungan antara Aceh dan wilayah-wilayah lain di nusantara? Apa kaitan antara budaya Jawa, Melayu, dan Aceh? Bagaimana mitos, legenda, agama, dan adat turut membentuk orang Aceh? Meskipun Islam merupakan agama yang dominan di Aceh, tetapi pengaruh budaya pra-Islarn dan adat pribumi tidak serta merta… selengkapnya
Rp 170.000 Rp 220.000Penulis : Dita Hendriani Tebal : 144 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Berdasarkan konteks budaya, ragam kesenian terjadi disebabkan adanya sejarah dari zaman ke zaman. Jenis-jenis kesenian tertentu mempunyai kelompok pendukung yang memiliki fungsi berbeda. Adanya perubahan fungsi dapat menimbulkan perubahan yang hasil-hasil seninya disebabkan oleh dinamika masyarakat,… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Kurt Vonnegut Tebal : 104 hlm Ukuran : 13 x 19 cm Penerbit : Cantrik Pustaka Deskripsi : Esai-esai di dalam buku ini berurusan banyak dengan topik semisal pentingnya lelucon untuk menghadapi hari-hari ke depan yang begitu menegangkan. Seni lelucon di sini dihadapkan pada isu-isu sosial politik, atau sekitaran persoalan lelaki dan perempuan… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Buku ini pada awalnya merupakan bahan kuliah untuk mahasiswa S-1 Program Studi (Prodi) Ilmu Pemerintahan (IPM), FISIP Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, yang kemudian dijadikan salah satu mata ajar untuk Bahan Kuliah Konsentrasi kepada mahasiswa S-3 calon Doktor Teologi di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang. Setelah mengalami revisi, dikaji lagi oleh GAG (Gregor… selengkapnya
Rp 104.000 Rp 130.000Penulis : Jajang Suryana Tebal : xii + 372 hlm Ukuran : 17 x 24 cm Penerbit : Graha Ilmu Deskripsi : Seni rupa menurut teori seni rupa Barat kerap menjadi bahan bahasan utama di sekolah-sekolah seni Indonesia. Hal ini sangat gayut dengan sumber awal teori seni rupa yang wajib menjadi bahasan arus utama. Arus… selengkapnya
Rp 212.330 Rp 249.800Ketergesaan, kemendesakan, dan kemangkusan merupakan alasan-alasan mendasar yang memicu sekaligus memacu terjadinya pemadatan, pemampatan, pemipihan, dan pelipatan di dalam horison kebudayaan manusia. Pelipatan terhadap ruang, waktu, tanda, dan budaya—aspek-aspek yang menjadi bahasan utama buku ini—justru mendorong pelampauan dan pelangkahan atas batas-batas kebudayaan yang tak selalu bisa dilampaui dan dilangkahi. Akibatnya, pelipatan, sebagai anteseden dari pelampauan… selengkapnya
Rp 110.500 Rp 130.000


Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.