● online
- Rencana Strategis Sistem Informasi dan Teknologi I
- Mencari yang Mustahil
- Etnografi Jul Jacobs Orang Baduy dari Banten
- Produk Kreatif dan Kewirausahaan Rekayasa Perangka
- Sukses Lolos TPA (Tes Potensi Akademik) + Simulasi
- Free Trade Zone; Menuju Kawasan Ekonomi Khusus di
- Intelijen, Teori Intelijen dan Pembangunan Jaringa
- Khutbah Jumat 7 Menit Volume 1
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Merusak Bumi dari Meja Makan
Rp 68.000 Rp 80.000| ISBN | 978-602-0708-58-4 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Budaya |
Penulis : M. Faizi
Tebal : 140 hlm
Ukuran : 13 x 19 cm
Penerbit : Cantrik Pustaka
Merusak Bumi dari Meja Makan
Sudah banyak penelitian yang mewartakan bahan plastik—termasuk yang terlihat paling remeh, kantong plastik—memerlukan ratusan hingga ribuan tahun agar dapat terurai secara alami. Sialnya, rentang waktu penguraian yang lama tersebut sungguh sangat membebani keseimbangan ekologis.
Bahan plastik sering digunakan dalam keseharian kita—di pasar, di dapur, di kamar mandi, di ruang tamu, di meja makan. Namun, jarang kita sadari, justru di “meja makan” plastik paling jamak datang dan pergi. “Meja makan” mengundang hadirnya plastik (minimal kantong plastik) melalui pembelian bahan-bahan konsumsi, sekaligus menghasilkan sampah plastik yang dibuang bersama sisa-sisa makanan.
Buku ini merupakan kumpulan esai yang berupaya, secara pelan, mengetuk pintu kesadaran betapa “meja makan” dapat menyumbang peran meringkus bumi ke dalam kerusakan. Buku ini ditulis dengan gaya bahasa yang segar, ringan, dan jenaka. Persoalan-persoalan ekologis, wabilkhusus ihwal sampah plastik yang paling sering berputar dari dan untuk “meja makan”, didedah dengan narasi reflektif tanpa bernada menggurui.
Tags: budaya, cantrik pustaka
Merusak Bumi dari Meja Makan
| Berat | 1450 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.148 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Wasita, dkk Tebal : 204 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Tinggalan arkeologi bisa dikaji dari berbagai aspek, dan buku ini menyajikan kajian simbol, yang sebenarnya masih jarang dilakukan pada tinggalan budaya Banjar. Kajian simbol ini memperhatikan tinggalan arkeologi yang ada di tengah-tengah kehidupan masyarakat Banjar dan… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Semua orang pasti mendambakan hidup bahagia. Hidup yang menyenangkan dan penuh syukur. Tetapi, sayangnya, tidak setiap orang sanggup mewujudkannya. Apa pasal? Bukankah untuk bahagia, seseorang tak perlu hal-hal yang sempurna? Bukankah bahagia itu sederhana, kata banyak orang? Betul, tapi itu hanya sesaat. Itulah jenis bahagia yang sederhana dan sesaat. Berlangsungnya hanya sebentar. Setelah itu, ia… selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000Kisah-kisah mistik memang telah sangat lekat dengan ritme kehidupan masyarakat Tanah Air, tak terkecuali masyarakat Kalimantan. Di pulau yang dikenal dengan eksotisme hutannya itu, cerita horor bukan lagi sekadar mitos, melainkan telah menjadi legenda. Buku ini merangkum 13 kisah horor yang melegenda di tanah Kalimantan, salah satunya adalah kuyang. Makhluk halus yang paling membuat geger… selengkapnya
Rp 58.225 Rp 68.500Setelah dunia dilipat, kita hanyut dalam arus kemudahan, ketangkasan, dan kecepatan. Kita mengira tengah dibawa ke taman-taman firdaus nan penuh kenikmatan dan keserbanyamanan. Namun, yang kita jumpai justru sebaliknya. Kita seakan-akan hidup di dalam sebuah arsitektur peradaban dengan pilar-pilar kukuh humanitas, padahal sesungguhnya sedang terkurung di dalam penjara gelap kemanusiaan yang digerakkan oleh energi animalitas…. selengkapnya
Rp 102.000 Rp 120.000Candi Borobudur semenjak lama diyakini sebagai peninggalan Dinasti Sailendra dari Kerajaan Mataram Kuno pada abad ke-8. Lalu ada seseorang bernama KH. Fahmi Basya yang mencetuskan sebuah teori bahwa Borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaiman dan Indonesia adalah Negeri Saba. Ia mengklaim memiliki bukti-bukti ilmiah yang kuat untuk mendukung teorinya. Benarkah demikian? Teori bahwa Borobudur peninggalan Nabi… selengkapnya
Rp 48.000 Rp 60.000“Memimpin adalah menderita, bukan menumpuk harta.” Itulah salah satu ungkapan Haji Agus Salim yang patut kita renungkan. Ya, ia adalah sosok karismatik dan salah satu guru bangsa di Indonesia. Keseharian yang penuh kesederhanaan tetapi bermakna istimewa, menjadikannya tokoh yang patut untuk diteladani. Selain Haji Agus Salim, masih banyak tokoh bangsa yang patut kita jadikan panutan…. selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Kebudayaan selalu terbuka pada proses peniruan dan pengambilan unsur dari kebudayaan asing. Proses itu terkadang juga diikuti oleh usaha melokalkan unsur – unsur asing tersebut sesuai dengan kemampuan, kebutuhan dan kepentingan konteks budaya yang mengadopsi unsur tersebut. Dalam hal ini, Gambus merupakan salah satu contoh proses budaya tersebut. Namun, pada perkembangan-nya, gambus yang ada di… selengkapnya
Rp 117.130 Rp 137.800Penulis : Yasraf Amir Piliang Tebal : 356 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Cantrik Pustaka Deskripsi : Dalam masyarakat yang didominasi oleh modus produksi kapitalisme, nasib seseorang akan selalu ditentukan oleh hukum kompetisi. Mereka yang lemah akan kalah, dan mereka yang menang akan bertindak sebagai penguasa atas yang kalah. Kekuatan yang… selengkapnya
Rp 85.000 Rp 100.000Penulis : Syaiful Amri Tebal : xviii + 178 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : Putu Wijaya., Sastrawan Indonesia DKJ pernah punya program mensosialisasikan Teater Rakyat ke masyarakat. Lenongpun dibawa keliling. Habis pergelaran seorang anak muda berkomentar. “Lho in ikan niru-niru Lenong Rumpi”. Anekdot yang beneran terjadi itu… selengkapnya
Rp 68.000 Rp 85.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.