Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
La Galigo menurut Naskah NBG 188 Jilid 2
Rp 128.000 Rp 160.000| Stok | Tersedia |
| Kategori | Sastra |
La Galigo menurut Naskah NBG 188 Jilid 2
Penulis : Rétna Kencana Colliq Pujié Arung Pancana Toa (editor)
Tebal : xx + 544 hlm
Ukuran : 16 x 24 cm
Penerbit : Obor Indonesia
Deskripsi:
Ketika Batara Lattuq telah menjadi dewasa, tiba saatnya untuk mencari permaisuri. Sayangnya tak satu pun orang di negeri Luwuq yang memiliki darah yang sederajat dengannya. Alangkah gusar hati Batara Guru bersama Wé Nyiliq Timoq memikirkan tentang putranya. Akhirnya Wé Nyiliq Timoq turun ke Pérétiwi untuk meminta pertimbangan orang tuanya di kerajaan bawah laut. Sayangnya apa yang diharapkannya tidak diperoleh, sehingga Batara Guru memutuskan naik ke Boting Langiq untuk meminta Patotoqé mewujudkan keinginan Batara Lattuq. Patotoqé pun menyarankan agar Batara Lattuq berlayar ke Tompoq Tikkaq untuk menemukan jodoh yang sederajat.
Kisah ini diawali dengan keberangkatan Batara Lattuq melalui pelayaran dan petualangan yang penuh tantangan. Ketika tiba di Tompoq Tikkaq, didapatinya dua anak yatim piatu, Wé Adi Luwuq dan Wé Datu Sengngeng bersama inang pengasuhnya, hidup dalam penderitaan di istana yang telah dirampas seluruh isinya. Batara Lattuq mengajukan lamaran ke Wé Datu Sengngeng sesuai pesan Patotoqé, tapi pinangan itu ditolak inang pengasuh karena merasa anak asuhnya tidaklah pantas diperistri oleh sang raja akibat kemiskinan dan penderitaannya. Batara Lattuq, tidak peduli dengan keadaan sang putri, ia memperbaiki istana Wé Datu Sengngeng yang telah rusak dan kosong.
Sementara bibi jahat dihukum dan seluruh harta yang telah dirampasnya dikembalikan kepada kedua anak yatim piatu itu. Pesta perkawinannya pun berlangsung berhari-hari, dan tak henti-hentinya harta benda diusung naik ke istana dari perahu-perahu Batara Lattuq yang jumlahnya tak terhitung. Sesudah pesta Batara Lattuq berlangsung, saudara Wé Datu Sengngeng, Wé Adiluwuq menikah pula dengan I La Jiriu, sepupu Batara Lattuq yang turun bersamanya dari Boting Langiq.
Tak berapa lama sesudah pesta berlangsung, sang putri pun diboyong kembali ke Tanah Luwuq tempat orang tuanya bertahta dan berkuasa.
Sepuluh bulan setelah pasangan ini bermukim di Luwuq, pada suatu malam Wé Datu Sengngeng bermimpi mengarungi laut dan menyaksikan sebuah keranjang emas yang tergantung pada bianglala, berisi sebuah telur, langsung turun di hadapannya. Wé Datu Sengngeng lalu duduk di atas keranjang tersebut, telur tersebut pecah, keluarlah dua ekor anak ayam, jantan dan betina. Yang betina naik ke Dunia Atas di istana Boting Langiq, sedang yang jantan terbang ke berbagai negeri jauh. Keesokan paginya ketika terbangun, Wé Datu Sengngeng kaget dan bingung, dan menurut mertuanya, Wé Nyiliq Timoq, mimpi tersebut merupakan isyarat bahwa ia akan melahirkan dinru laweng, anak kembar emas, yaitu seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Putranya akan mengunjungi negeri-negeri jauh, sedangkan putrinya akan naik ke Boting Langiq.
Sementara Wé Adiluwuq (saudara Wé Datu Sengngeng) dan I La Jiriu juga dikaruniai anak kembar emas, yaitu Pallawa Gauq dan Wé Tenrirawé.
Tags: obor indonesia, sastra
La Galigo menurut Naskah NBG 188 Jilid 2
| Berat | 700 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.998 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Muhammad Fuad Tebal : xl + 98 hlm Ukuran : 17 x 24 cm Penerbit : Graha Ilmu Deskripsi : Representasi Ukhuwah dalam Karya Sastra Santri, demikian tajuk buku ini, yang sengaja kami persembahkan untuk para pembaca. Secara empiris, substansi isi buku ini bisa dibilang cukup spesial dan dapat dijadikan rujukan bagi… selengkapnya
Rp 106.080 Rp 124.800Penulis : Cahyaningrum Dewojati Tebal : 126 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : UGM Press Deskripsi : Ledakan sastra pop pada tahun 2000-an merupakan fenomena sastra yang sangat menarik. Penerbit yang semula enggan menerbitkan karya sastra pun kini berubah agresif. Mereka berlomba berburu penulis, berburu naskah novel… selengkapnya
Rp 34.850 Rp 41.000Penulis : Michael Ryan Tebal : 352 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Jalasutra Deskripsi : Buku teks ini memberikan panduan mendasar bagi mahasiswa baru. Tiap teori maupun pendekatan dijelaskan dengan pemaparan yang sesuai bagi para pemula yang dikaitkan dengan beberapa teks sastra pilihan, antara lain: drama Shakespeare yang berjudul King Lear,… selengkapnya
Rp 110.000Penulis : Edy Suyanto Tebal : x + 180 hlm Ukuran : 17 x 24 cm Penerbit : Textium Deskripsi : Torehan penyair dan sastrawan tak akan pernah sia-sia. Torehannya justru menjadi bukti sejarah terkait dengan sifat dan kebutuhan manusia tentang pentingnya seni dan estetika. Sebagai wujud tanggung jawab sebagai anggota masyarakat, mereka menorehkan pengalaman… selengkapnya
Rp 97.580 Rp 114.800Penulis : Imam at-Tanukhi Tebal : 320 hlm Ukuran : 13 x 20 cm Penerbit : Alifia Deskripsi : Kita sering kali menganggap bahwa ketika kita memberi atau bersedekah, harta kita menjadi berkurang. Apalagi bila kita merasa bahwa kebutuhan kita juga tidak sedikit. Ditambah lagi dalam situasi ekonomi sulit, memberi sedikit saja rasanya sudah begitu… selengkapnya
Rp 63.750 Rp 75.000Penulis : Rétna Kencana Colliq Pujié Arung Pancana Toa (editor) Tebal : xii + 526 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi: Sekali waktu, ketika dunia ini masih kosong belum berpenghuni, Patotoqé di istana Boting Langiq (kerajaan langit) bangkit dari tidurnya dan menyaksikan sang penjaga ayam kesayangannya, Rukkelleng Mpoba bersaudara, tidak nampak. Alangkah murkanya Patotoqé, dan memerintahkan pengawal… selengkapnya
Rp 128.000 Rp 160.000Sebuah cerita fiksi hadir di hadapan pembaca secara menyeluruh dan sekaligus sebagai sebuah kesatuan. Fiksi dibangun oleh berbagai unsur intrinsik pendukungnya, namun tiap unsur itu tidak hadir secara sendiri-sendiri dan terpisah. Semua unsur intrinsik pendukung eksistensi sebuah karya fiksi, saling berkaitan secara erat untuk secara bersama membentuk sebuah kemenyeluruhan indah dan padu. Namun, ketika diminta… selengkapnya
Rp 137.700 Rp 162.000Persinggungan Barat dengan Timur—dalam konteks perkembangan kesusastraan Indonesia—menarik untuk dianalisis. Barat masuk melalui kolonialisme dengan membawa tradisi sastra romantik yang disebarluaskan di lembaga-lembaga pendidikan dan media massa. Persinggungan itu melahirkan ketegangan dua dunia, dunia ideal dan dunia nyata. Dunia ideal dipahami sebagai situasi dan kondisi yang memungkinkan seseorang menemukan kebebasan sehingga bisa menjadi apa saja. Sedangkan dunia… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Kritik sastra adalah salah satu cabang studi sastra yang langsung berhubungan dengan karya sastra melalui penafsiran, penguraian, dan penilaian; cabang dari studi sastra yang langsung berhubungan dengan sastra melalui interpretasi, analisis, dan evaluasi (Wiyatmi, 2012). Interpretasi adalah upaya memahami karya sastra dengan memberikan tafsiran untuk memperjelas arti bahasa dengan analisis yang dipusatkan pada ambiguitas, kiasan-kiasan,… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Esai-esai ini dihadirkan karena perlu dan penting, bahwa wacana klasik sudah sepantasnya di-masyarakat-kan, agar polemik tentang kepengarangan tidak hanya menjadi wacara akademik yang esoterik. Yang dibedah dalam buku ini adalah wilayah antara dua ekstrem dengan berbagai nuansanya, yaitu antara pengarang sebagai jenius dan sosok agung di satu pihak, dan pengarang yang harus mundur dari pentas,… selengkapnya
Rp 96.000 Rp 120.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.