● online
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
La Galigo menurut Naskah NBG 188 Jilid 2
Rp 128.000 Rp 160.000| Stok | Tersedia |
| Kategori | Sastra |
La Galigo menurut Naskah NBG 188 Jilid 2
Penulis : Rétna Kencana Colliq Pujié Arung Pancana Toa (editor)
Tebal : xx + 544 hlm
Ukuran : 16 x 24 cm
Penerbit : Obor Indonesia
Deskripsi:
Ketika Batara Lattuq telah menjadi dewasa, tiba saatnya untuk mencari permaisuri. Sayangnya tak satu pun orang di negeri Luwuq yang memiliki darah yang sederajat dengannya. Alangkah gusar hati Batara Guru bersama Wé Nyiliq Timoq memikirkan tentang putranya. Akhirnya Wé Nyiliq Timoq turun ke Pérétiwi untuk meminta pertimbangan orang tuanya di kerajaan bawah laut. Sayangnya apa yang diharapkannya tidak diperoleh, sehingga Batara Guru memutuskan naik ke Boting Langiq untuk meminta Patotoqé mewujudkan keinginan Batara Lattuq. Patotoqé pun menyarankan agar Batara Lattuq berlayar ke Tompoq Tikkaq untuk menemukan jodoh yang sederajat.
Kisah ini diawali dengan keberangkatan Batara Lattuq melalui pelayaran dan petualangan yang penuh tantangan. Ketika tiba di Tompoq Tikkaq, didapatinya dua anak yatim piatu, Wé Adi Luwuq dan Wé Datu Sengngeng bersama inang pengasuhnya, hidup dalam penderitaan di istana yang telah dirampas seluruh isinya. Batara Lattuq mengajukan lamaran ke Wé Datu Sengngeng sesuai pesan Patotoqé, tapi pinangan itu ditolak inang pengasuh karena merasa anak asuhnya tidaklah pantas diperistri oleh sang raja akibat kemiskinan dan penderitaannya. Batara Lattuq, tidak peduli dengan keadaan sang putri, ia memperbaiki istana Wé Datu Sengngeng yang telah rusak dan kosong.
Sementara bibi jahat dihukum dan seluruh harta yang telah dirampasnya dikembalikan kepada kedua anak yatim piatu itu. Pesta perkawinannya pun berlangsung berhari-hari, dan tak henti-hentinya harta benda diusung naik ke istana dari perahu-perahu Batara Lattuq yang jumlahnya tak terhitung. Sesudah pesta Batara Lattuq berlangsung, saudara Wé Datu Sengngeng, Wé Adiluwuq menikah pula dengan I La Jiriu, sepupu Batara Lattuq yang turun bersamanya dari Boting Langiq.
Tak berapa lama sesudah pesta berlangsung, sang putri pun diboyong kembali ke Tanah Luwuq tempat orang tuanya bertahta dan berkuasa.
Sepuluh bulan setelah pasangan ini bermukim di Luwuq, pada suatu malam Wé Datu Sengngeng bermimpi mengarungi laut dan menyaksikan sebuah keranjang emas yang tergantung pada bianglala, berisi sebuah telur, langsung turun di hadapannya. Wé Datu Sengngeng lalu duduk di atas keranjang tersebut, telur tersebut pecah, keluarlah dua ekor anak ayam, jantan dan betina. Yang betina naik ke Dunia Atas di istana Boting Langiq, sedang yang jantan terbang ke berbagai negeri jauh. Keesokan paginya ketika terbangun, Wé Datu Sengngeng kaget dan bingung, dan menurut mertuanya, Wé Nyiliq Timoq, mimpi tersebut merupakan isyarat bahwa ia akan melahirkan dinru laweng, anak kembar emas, yaitu seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Putranya akan mengunjungi negeri-negeri jauh, sedangkan putrinya akan naik ke Boting Langiq.
Sementara Wé Adiluwuq (saudara Wé Datu Sengngeng) dan I La Jiriu juga dikaruniai anak kembar emas, yaitu Pallawa Gauq dan Wé Tenrirawé.
Tags: obor indonesia, sastra
La Galigo menurut Naskah NBG 188 Jilid 2
| Berat | 700 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.948 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Buku Gastronomi Sastra ini masih tergolong langka, bahkan belum pernah ada dalam percaturan dunia sastra di Indonesia. Memang saya akui bahwa pengembangan gastronomi ini masih tahap awal, mungkin tergolong ide gila, kalau menyitir gagasan Putu Wijaya dalam berkarya. Hal ini saya wujudkan setelah mencermati karya-karya sastra gastronomi ternyata tidak sedikit jumlahnya. Gastronomi sastra adalah perspektif… selengkapnya
Rp 127.330 Rp 149.800Penulis : Pardi Suratno Tebal : xvi + 126 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Tiara Wacana Deskripsi : Tema dari sebuah novel seringkali menjadi cermin dari realitas sosial, dan pendapat sang pengarang novel tidak jarang membawa pesan zaman, baik pesan itu berupa permakluman, kritikan, atau seruan moral. Buku ini memotret pesan-pesan… selengkapnya
Rp 33.600 Rp 42.000Penulis : Aprinus Salam Tebal : xvi + 128 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : UGM Press Deskripsi : Kelahiran Posmarxisme salah satunya didorong oleh kekecewaan terhadap Marxisme ortodoks. Pada perjalanannya, posmarxisme tumbuh-kembang ke dua arah: posmarxisme (berisi para pemikir yang menyesali dan menentang Marxisme sebelumnya [ortodoks]) dan posmarxisme (berisi para pemikir… selengkapnya
Rp 57.800 Rp 68.000Melalui buku ini mahasiswa atau siapa saja yang tertarik pada budaya dan sastra populer dapat memahami cara fiksi populer diapresiasikan dunia akademik karena sampai sekarang masih sedikit buku-buku yang khusus membahas teori dan metode penelitian fiksi populer.
Rp 45.050 Rp 53.000Buku berjudul Teori Kajian Sastra Kritis ini bersumber dari para teoritikus sastra ala Indonesia. Buku yang memuat 19 perspektif tokoh kajian sastra kritis ini memang masih langka. Bahkan teori sastra yang berbasis pemikir sastra yang membumi dari percikan pemikir sastra kita belum pernah ada. Oleh sebab itu, buku ini bermaksud memberikan kesadaran para pengkaji sastra… selengkapnya
Rp 182.580 Rp 214.800… ironisnya, giliran kaum Konservatif akhirnya yang menggantikan kaum Liberal dalam memanfaatkan novel Max Havelaar untuk propaganda kebijakan politik mereka setelah mereka tidak berkuasa lagi di Belanda! Dan dalam propaganda kedua partai terbesar di Belanda ini, istilah “demi kepentingan orang-orang pribumi” merupakan slogan yang terus-menerus dipakai. Max Havelaar dengan isinya yang menggambarkan penderi-taan orang-orang pribumi karena kebijakan Cultuurstelsel tentu saja jadi… selengkapnya
Rp 68.000 Rp 80.000Penulis : Danarto Tebal : 412 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Sebagai seniman yang peka terhadap lingkungannya, Mas Danarto seolah-olah membawa ‘senter ajaib’ di tengah-tengah kegelapan dalam kehidupan yang konon modern ini. Dengan ‘senter ajaib’ itu, dia menyorot ke sana kemari, mencoba menolong mereka yang tidak ingin… selengkapnya
Rp 72.250 Rp 85.000Penulis : Suwardi Endraswara Tebal : x + 246 hlm Ukuran : 17 x 24 cm Penerbit : Textium Deskripsi : Buku pragmatik sastra ini hendak memberikan garis-garis awal penelitian kegunaan sastra pada tataran empirik. Pragmatik sastra adalah perspektif pemahaman sastra pada taraf fungsi sastra bagi kehidupan manusia. Asumsi dasar pragmatik sastra adalah karya sastra… selengkapnya
Rp 119.680 Rp 140.800Penulis : Shin Young Duk Tebal : 284 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : Seiring dengan meningkatnya minat terhadap bahasa dan budaya Korea, semakin banyak pula masyarakat yang tertarik belajar tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan Korea, salah satunya tentang sastra Korea. Buku ini ditulis oleh profesor dan… selengkapnya
Rp 64.000 Rp 80.000Sebuah cerita fiksi hadir di hadapan pembaca secara menyeluruh dan sekaligus sebagai sebuah kesatuan. Fiksi dibangun oleh berbagai unsur intrinsik pendukungnya, namun tiap unsur itu tidak hadir secara sendiri-sendiri dan terpisah. Semua unsur intrinsik pendukung eksistensi sebuah karya fiksi, saling berkaitan secara erat untuk secara bersama membentuk sebuah kemenyeluruhan indah dan padu. Namun, ketika diminta… selengkapnya
Rp 137.700 Rp 162.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.