Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS
● online
CS
● online
Halo, perkenalkan saya CS
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

  • Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
  • Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
  • Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
  • Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO)
  • Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Beranda » Sosial Politik » Meretas Radikalisme Menuju Masyarakat Inklusif
click image to preview activate zoom
Diskon
15%

Meretas Radikalisme Menuju Masyarakat Inklusif

Rp 25.500 Rp 30.000
Hemat Rp 4.500
ISBN978-602-6610-88-1
Stok Habis
Kategori Sosial Politik
Tentukan pilihan yang tersedia!
H A B I S
Maaf, buku ini tidak tersedia.
Bagikan ke

Meretas Radikalisme Menuju Masyarakat Inklusif

Penulis     : Mukhtar Saman

Tebal         : hlm

Ukuran     : cm

Penerbit   : LKiS

Deskripsi :

Isu Intoleransi bukanlah masalah baru dalam ranah pergaulan sosial di Indonesia, karena gejalanya sudah muncul sejak masa-masa awal negeri ini merdeka. Ia sudah mirip dengan penyakit laten yang menahun, yang kadangkala kumat menjadi realitas sosial, dan mengakibatkan friksi di masyarakat, manakala ada momentumnya. Gejala intolerasi yang seringkali muncul di masyarakat adalah berlatar etnis dan agama. Mungkin itulah salah satu sebab mengapa rezim Orde Baru melarang keras ujaran-ujaran yang menyinggung SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan).
Buku ini tidaklah ditujukan untuk menjelaskan eskalasi kasus-kasus intoleransi di Indonesia dari perspektif “teori” kebangsaan. Buku ini lebih dimaksudkan sebagai bahan renungan, mengapa ia sampai terjadi, dan saya berasumsi bahwa masalah laten yang melatar belakanginya terutama adalah karena kelompok dominan dalam masyarakat masih tidak bisa menerima sosok liyan sebagai saudara sebangsa. Liyan adalah “yang lain”, “bukan kita”. Sampai saat ini masih banyak di antara anak bangsa yang menganggap liyan itu harus disingkirkan, atau sekurang-kurangnya ditampik keberadaannya.

Tags: ,

Meretas Radikalisme Menuju Masyarakat Inklusif

Berat 200 gram
Kondisi Baru
Dilihat 1.183 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silakan tulis komentar Anda

Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa