Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Para Penguasa Ajatappareng: Refleksi Sejarah Sosial Politik Orang Bugis
Rp 51.000 Rp 60.000| ISBN | 978-602-258-194-9 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Budaya |
Penulis : Abd. Latif
Tebal : 327 hlm
Ukuran : 15 x 23 cm
Penerbit : Ombak
Para Penguasa Ajatappareng: Refleksi Sejarah Sosial Politik Orang Bugis
Umumnya sejarawan yang meneliti dan menulis tentang sejarah Bugis mengandalkan sumber-sumber asing, terutamanya sumber Belanda. Penulis buku ini memilih cara lain dengan menggunakan sumber lokal yang disebut lontaraq sebagai sumber utamanya. Perkawinan dan konflik adalah siklus politik yang senantiasa menyertai dinamika sejarah politik orang Bugis di Sulawesi Selatan. Jika perkawinan menjadi petunjuk luasnya jaringan kekerabatan dan luasnya pengaruh politik, maka konflik menjadi penentu siapa yang akan menjadi sentral figur dalam jaringan kekerabatan da pengaruh politik yang luas itu.
Migrasi politik sering diartikan sebagai perpindahan komunitas politik dari satu negara atau daerah ke negara atau daerah yang lain. Lain dari itu, buku ini membuktikan bahwa migrasi politik dapat juga bermakna perpindahan komunitas politik dari satu sentral figur ke sentral figur yang lain. Buku ini menunjukkan tentang keunikan sejarah dan budaya politik Bugis. Perempuan dapat menjadi raja dan lebih unik lagi bahwa raja tidak mesti digantikan oleh putera atau puterinya. Sejarah Ajatappareng membuktikan raja bisa digantikan oleh adiknya, kakaknya, pamannya, tantenya, ayahnya, isterinya, dan bahkan termasuk cucunya. Untuk menghindari konflik perebutan tahta kekuasaan, maka ada dua mekanisme pergantian raja di Ajatappareng. Pertama, raja yang berkuasa mencalonkan bangsawan tertentu sebagai bakal penggantinya. Kedua, apabila raja yang berkuasa tidak pernah mengajukan calon, maka ketika raja wafat menjadi tanggung jawa dewan adat kerajaan bersidang untuk memilih dan melantik bangsawan tertentu sebelum mayat raja dimakamkan.
Tags: budaya, penerbit ombak
Para Penguasa Ajatappareng: Refleksi Sejarah Sosial Politik Orang Bugis
| Berat | 400 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.623 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : I Ginting Suka Tebal : 160 hlm Ukuran : 14,5 x 20,5 cm Penerbit : Manggu Deskripsi : Antropologi Ekologi sebagai kajian hubungan antara dinamika penduduk, organisasi sosial, dan kebudayaan kelompok manusia dengan tempat mereka hidup. antropologi ekologi mencakup baik riset komparatif maupun analisis kelompok penduduk spesifik ditinjau dari perspektif sinkronis maupun diakronis…. selengkapnya
Rp 56.100 Rp 66.000Penulis : Maria Fauzi Tebal : 224 hlm Ukuran : 13 x 19 cm Penerbit : Gading Publishing Deskripsi : Buku ini saya tulis bukan untuk mengenang romantisme yang dipenuhi dengan kegemilangan dan kejayaan di sebuah masa ketika Islam berada di puncak peradaban dunia. Bukan juga untuk mengungkapkan sebuah temuan bernuansa islami yang menggaung di… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000Penulis : Nurlin Tebal : 282 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Ruang historis kembali dibuka dan diperbincangkan dalam pertemuan 17 tokoh adat tersebut untuk menemukan penegasan bahwa tanah tempat mereka berpijak ini adalah “rumah” bersama yang dimiliki secara komunal. Bahwa dalam konteks sejarah, Kulisusu dan Muna (kabupaten induk)… selengkapnya
Rp 85.000 Rp 100.000Penulis : Balai Arkeologi Sumatera Selatan Tebal : 178 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi: Buku ini mempresentasikan hasil-hasil kajian terbaru mengenai tinggalan arkeologis dan lingkungannya di dataran tinggi jambi yang diteliti sampai tahun 2016. Ada delapan tulisan yang membahas kondisi geografis-geologis dan tinggalan arkeologis di dataran tinggi jambi. Tinggalan… selengkapnya
Rp 48.000 Rp 60.000Cerita horor dari Tanah Jawa sudah bukan lagi hal yang asing di telinga masyarakat. Bahkan setiap daerah di pulau tersebut memiliki kisah menyeramkannya masing-masing. Di antara semua cerita seram itu, salah satu yang paling dikenal dan menakutkan adalah pocong. Saking terkenalnya, hantu ini telah menjadi ikon dalam dunia perhantuan di Indonesia sehingga sering muncul dalam… selengkapnya
Rp 58.225 Rp 68.500Penulis : St. Sunardi Tebal : xvi + 444 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Jalasutra Deskripsi :
Rp 80.000Penulis : Novi Kurnia, dkk. Tebal : 136 hlm Ukuran : 14,8 x 21 cm Penerbit : UGM Press Deskripsi : Buku Literasi Digital Keluarga: Teori dan Praktik Pendampingan Orangtua terhadap Anak dalam Berinternetberawal dari keprihatinan Penulis melihat maraknya penggunaan internet dan gawai oleh anak-anak, terutama mereka yang masih berusia dini. Anak-anak ini sering kali menggunakan… selengkapnya
Rp 62.050 Rp 73.000Penulis : Ahmad Syafii Maarif Tebal : 354 hlm Ukuran : Penerbit : Ircisod Deskripsi : Apa yang terungkap dalam buku ini, setidaknya, menggambarkan bahwa meskipun kondisi bangsa ini hampir sempurna olengnya, tetap saja tersirat jelas harapan cerah untuk bangkit kembali membangun negeri yang terancam cerai-berai ini. Tentu dengan syarat, semua pihak harus bekerja dengan… selengkapnya
Rp 68.000 Rp 80.000Kehadiran buku berjudul Seni Pertunjukan: Dari Perspektif Politik, Sosial, dan Ekonomi ini merupakan upaya penulis untuk membantu para mahasiswa, khususnya mahasiswa pascasarjana dari bidang seni pertunjukan dalam memahami perkembangan seni pertunjukan lebih komprehensif, yang temyata banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal non seni. Di antara faktor-faktor eksternal yang sangat dominan pengaruhnya itu ialah politik, sosial, dan… selengkapnya
Rp 85.850 Rp 101.000Pararaton adalah naskah berbahasa Jawa Pertengahan yang berisi riwayat raja-raja Singhasāri (Tumapĕl) dan Majapahit (Wilwatikta) dari sebelum tahun 1222 hingga 1478. Diduga ditulis oleh seorang brahmana yang selamat dari huru-hara di istana Majapahit pada tahun 1478 dan berpindah ke Bali, naskah ini menempati posisi istimewa dalam sejarah Jawa Kuno karena mengisahkan Dinasti Rājasa (keturunan Ken… selengkapnya
Rp 156.000 Rp 195.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.