Beranda » Budaya » Para Penguasa Ajatappareng: Refleksi Sejarah Sosial Politik Orang Bugis

Para Penguasa Ajatappareng: Refleksi Sejarah Sosial Politik Orang Bugis

DISKON 15% ISBN: 978-602-258-194-9 Stok: Habis
Berat 400 gram
Kondisi Baru
Kategori Budaya
Dilihat 313 kali
Diskusi Belum ada komentar
Bagikan
Rp 51.000 Rp 60.000
Hemat Rp 9.000
H A B I S
Produk ini tidak tersedia lagi (tidak dapat diorder).
Para Penguasa Ajatappareng: Refleksi Sejarah Sosial Politik Orang Bugis
Rp 51.000 Rp 60.000
Habis / 978-602-258-194-9
Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Detail Produk Para Penguasa Ajatappareng: Refleksi Sejarah Sosial Politik Orang Bugis

Penulis      : Abd. Latif

Tebal         : 327 hlm

Ukuran    : 15 x 23 cm

Penerbit  : Ombak

Deskripsi :

Umumnya sejarawan yang meneliti dan menulis tentang sejarah Bugis mengandalkan sumber-sumber asing, terutamanya sumber Belanda. Penulis buku ini memilih cara lain dengan menggunakan sumber lokal yang disebut lontaraq sebagai sumber utamanya. Perkawinan dan konflik adalah siklus politik yang senantiasa menyertai dinamika sejarah politik orang Bugis di Sulawesi Selatan. Jika perkawinan menjadi petunjuk luasnya jaringan kekerabatan dan luasnya pengaruh politik, maka konflik menjadi penentu siapa yang akan menjadi sentral figur dalam jaringan kekerabatan da pengaruh politik yang luas itu.

Migrasi politik sering diartikan sebagai perpindahan komunitas politik dari satu negara atau daerah ke negara atau daerah yang lain. Lain dari itu, buku ini membuktikan bahwa migrasi politik dapat juga bermakna perpindahan komunitas politik dari satu sentral figur ke sentral figur yang lain. Buku ini menunjukkan tentang keunikan sejarah dan budaya politik Bugis. Perempuan dapat menjadi raja dan lebih unik lagi bahwa raja tidak mesti digantikan oleh putera atau puterinya. Sejarah Ajatappareng membuktikan raja bisa digantikan oleh adiknya, kakaknya, pamannya, tantenya, ayahnya, isterinya, dan bahkan termasuk cucunya. Untuk menghindari konflik perebutan tahta kekuasaan, maka ada dua mekanisme pergantian raja di Ajatappareng. Pertama, raja yang berkuasa mencalonkan bangsawan tertentu sebagai bakal penggantinya. Kedua, apabila raja yang berkuasa tidak pernah mengajukan calon, maka ketika raja wafat menjadi tanggung jawa dewan adat kerajaan bersidang untuk memilih dan melantik bangsawan tertentu sebelum mayat raja dimakamkan.

Tags: ,

Produk Terkait
Diskusi Produk (0)

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat:

Jl. Kasongan (Agen Wahana Timur Balai Desa Bangunjiwo) Gendeng RT 15, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, DIY 55184

Kurir

Pembayaran

Chat via Whatsapp
Pustaka Kita
⚫ Online
Halo, perkenalkan saya Pustaka Kita
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja