Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami

Pemasaran
● online
Pemasaran
● online
Halo, perkenalkan saya Pemasaran
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

  • Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
  • Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
  • Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
  • Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
  • Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Beranda » Budaya » Para Penguasa Ajatappareng: Refleksi Sejarah Sosial Politik Orang Bugis
click image to preview activate zoom
Diskon
15%

Para Penguasa Ajatappareng: Refleksi Sejarah Sosial Politik Orang Bugis

Rp 51.000 Rp 60.000
Hemat Rp 9.000
ISBN978-602-258-194-9
Stok Habis
Kategori Budaya

Penulis      : Abd. Latif

Tebal         : 327 hlm

Ukuran    : 15 x 23 cm

Penerbit  : Ombak

 

Tentukan pilihan yang tersedia!
HABIS
Maaf, produk ini tidak tersedia.
Bagikan ke

Para Penguasa Ajatappareng: Refleksi Sejarah Sosial Politik Orang Bugis

Umumnya sejarawan yang meneliti dan menulis tentang sejarah Bugis mengandalkan sumber-sumber asing, terutamanya sumber Belanda. Penulis buku ini memilih cara lain dengan menggunakan sumber lokal yang disebut lontaraq sebagai sumber utamanya. Perkawinan dan konflik adalah siklus politik yang senantiasa menyertai dinamika sejarah politik orang Bugis di Sulawesi Selatan. Jika perkawinan menjadi petunjuk luasnya jaringan kekerabatan dan luasnya pengaruh politik, maka konflik menjadi penentu siapa yang akan menjadi sentral figur dalam jaringan kekerabatan da pengaruh politik yang luas itu.

Migrasi politik sering diartikan sebagai perpindahan komunitas politik dari satu negara atau daerah ke negara atau daerah yang lain. Lain dari itu, buku ini membuktikan bahwa migrasi politik dapat juga bermakna perpindahan komunitas politik dari satu sentral figur ke sentral figur yang lain. Buku ini menunjukkan tentang keunikan sejarah dan budaya politik Bugis. Perempuan dapat menjadi raja dan lebih unik lagi bahwa raja tidak mesti digantikan oleh putera atau puterinya. Sejarah Ajatappareng membuktikan raja bisa digantikan oleh adiknya, kakaknya, pamannya, tantenya, ayahnya, isterinya, dan bahkan termasuk cucunya. Untuk menghindari konflik perebutan tahta kekuasaan, maka ada dua mekanisme pergantian raja di Ajatappareng. Pertama, raja yang berkuasa mencalonkan bangsawan tertentu sebagai bakal penggantinya. Kedua, apabila raja yang berkuasa tidak pernah mengajukan calon, maka ketika raja wafat menjadi tanggung jawa dewan adat kerajaan bersidang untuk memilih dan melantik bangsawan tertentu sebelum mayat raja dimakamkan.

Tags: ,

Para Penguasa Ajatappareng: Refleksi Sejarah Sosial Politik Orang Bugis

Berat 400 gram
Kondisi Baru
Dilihat 1.569 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa