Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Sejarah Indonesia Perspektif Lokal dan Global....
- Perang di Jalan Allah, Perang Aceh 1873-1912....
- Seri Cerita Dongeng Dunia: Kumpulan Dongeng Negeri....
- Sunan Drajat; Sejarah Hidup dan Perjuangan Wali Ta....
- Sejarah Islam Asia Tenggara....
- Tumbuh Kuat dengan Lembut: Membesarkan Anak Tanggu....
- The Divine Matrix....
- Sejarah Islam Nusantara....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Pesta Ponan: Kearifan Lokal Masyarakat Samawa (Sumbawa)
Rp 34.000 Rp 40.000| ISBN | 978-602-8335-38-4 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Budaya |
Secara manifes (over) kearifan lokal memiliki fungsi: 1. Fungsi penghormatan terhadap leluhur dan Maha Pencipta; 2. Pengembangan sumber daya manusia; 3. Konservasi dan pelestarian sumber daya alam dan; 4. Pengendalian sosial/konflik. Sedangkan fungsi laten yang terdapat dalam Upacara Pesta Ponan (UPP) pada masyarakat Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kebupaten Sumbawa, yaitu: 1. Untuk menjaga solidaritas dan; 2. Memberi kesempatan untuk rekreasi dan membantu ekonomi penduduk setempat Fungsi-fungsi tersebut pada hakikatnya sejalan dengan ajaran agama Islam yang hampir keseluruhan dianut oleh masyarakat Desa Poto.
Pesta Ponan: Kearifan Lokal Masyarakat Samawa (Sumbawa)
Penulis : I Made Purna
Tebal : 150 hlm
Ukuran : 14,5 x 21 cm
Penerbit : Ombak
Deskripsi :
Secara manifes (over) kearifan lokal memiliki fungsi: 1. Fungsi penghormatan terhadap leluhur dan Maha Pencipta; 2. Pengembangan sumber daya manusia; 3. Konservasi dan pelestarian sumber daya alam dan; 4. Pengendalian sosial/konflik. Sedangkan fungsi laten yang terdapat dalam Upacara Pesta Ponan (UPP) pada masyarakat Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kebupaten Sumbawa, yaitu: 1. Untuk menjaga solidaritas dan; 2. Memberi kesempatan untuk rekreasi dan membantu ekonomi penduduk setempat Fungsi-fungsi tersebut pada hakikatnya sejalan dengan ajaran agama Islam yang hampir keseluruhan dianut oleh masyarakat Desa Poto.
Penyelenggaraan UPP pada masyarakat Desa Poto, bukan semata-mata menjalin struktur dengan prinsip vertikal (agama-spiritual), melainkan juga menjalin struktur dengan prinsip horisontal, yaitu membentuk pengembangan sumber daya manusia yang berjiwa sosial didasari oleh hidup selaras dengan rasa saling, seperti rasa saling prihatin, saling sayang, cinta, kasihan, dan saling percaya, serta saling mengingatkan. Jika rasa saling tersebut di atas dijalani dengan baik, maka anggota masyarakat Desa Poto akan menjadi manusia yang memiliki harga diri (Ila).
Melalui UPP, berbagai konflik dapat direda/teratasi. Secara manifes hidup dalam kondisi keseimbangan juga nampak tidak hanya antarwarga yang berpotensi konflik, tetapi juga dengan warga yang berasal dari luar Desa Poto. Hubungan dengan mereka juga dapat terwujud melalui kawin-mawin.
UPP yang di masyarakat Desa Poto kini semakin menarik wisatawan, yang dengan begitu berpotensi memperkenalkan dan mengembangkan kearifan lokal dari masyarakat setempat. Dengan memperkenalkan Upacara Pesta Ponan sebagai paket rekreasi (pariwisata], maka tidak menutup kasanah budaya lain seperti kain tenun, dan gerabah tradisional juga ikut dipasarkan kepada para wisatawan.
Tags: budaya, penerbit ombak
Pesta Ponan: Kearifan Lokal Masyarakat Samawa (Sumbawa)
| Berat | 150 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.745 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : A. Daliman Tebal : 132 hlm Ukuran : 13 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi :
Rp 25.500 Rp 30.000Nama : Suwardi E. Tebal : x + 298 Ukuran : 15,5 x 24 cm Penerbit : Narasi Deskripsi : Orang Jawa mengimani adanya Tuhan Yang Maha Esa, dan memeluk salah satu dari agama-agama yang diakui di Indonesia. Namun tak dapat dipungkiri bahwa mereka memiliki pedoman-pedoman tertentu yang berkaitan dengan tatacara yang bersumber dari ajaran… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000Penulis : Sugeng Priyadi Tebal : xiv + 170 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Di tengah kehidupan modern yang—harus diakui—banyak berkiblat pada budaya Barat, identitas masih merupakan sesuatu yang amat penting bagi suatu bangsa. Identitas suatu bangsa salah satunya dapat ditunjukkan oleh mentalitas di mana ia mengadung kompleksitas… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Ester Pandiangan Tebal : x +216 hlm Ukuran : 13 x 19 cm Penerbit : EA Books Deskripsi : Sebab Kita Semua Gila Seks tidak hadir sebagai bacaan serius nan ilmiah yang memaksa pembaca mengerutkan kening. Isinya pengalaman sehari-hari dari peristiwa yang enggan kita bicarakan tetapi sejatinya pernah atau akan kita kerjakan. Tak… selengkapnya
Rp 66.300 Rp 78.000Penulis : Mitra Lusiana Tebal : xiv + 220 hlm Ukuran : 17,5 x 25 cm Penerbit : Deepublish Deskripsi : Buku Seni Pertunjukan yang berjudul Buku Kreativitas Artistik Di Balik Tata Rias Panggung merupakan karya Mitra Lusiana. Buku ini membahas secara mendalam tentang seni tata rias panggung sebagai elemen penting dalam pertunjukan teater, tari, musik,… selengkapnya
Rp 156.400 Rp 184.000Buku Sekaten ini berbicara tentang seluk-beluk perayaan Sekaten. Penulis mencoba menjelaskan sejarah Sekaten, berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan perayaan Sekaten di Surakarta dan Yogyakarta, serta makna yang terkandung dalam setiap prosesi perayaan Sekaten. Selain itu, penulis juga membahas tentang upacara Grebeg Maulud—acara yang tidak dapat dipisahkan dari perayaan Sekaten—yaitu raja memberikan sedekah berupa bahan… selengkapnya
Rp 53.380 Rp 62.800Buku ini ini mencoba menelisik eksistensi adat pada sistem pengelolaan pemerintahan dan politik lokal pasca-Orde Baru, yakni dari sentralisasi ke desentralisasi. Fokus bahasannya lebih pada aras penggunaan simbol-simbol tradisi atau adat dalam berbagai segmen kehidupan, terlebih pada soal politik lokal khususnya pada masyarakat Ternate. Beberapa kesimpulan yang ditemukan dalam buku ini adalah sebagai berikut. Pertama,… selengkapnya
Rp 34.000 Rp 40.000Sejak 1998, yang menandai akhir dari tiga puluh tiga tahun rezim Orde Baru di bawah Presiden Suharto, kekerasan dan konflik etnis di Indonesia meningkat secara dramatis. Dalam uraiannya yang inovatif dan persuasif, Jacques Bertrand berpendapat bahwa konflik-konflik di Maluku, Kalimantan, Aceh, Papua, dan Timor Timur adalah akibat dari tafsir-ulang Orde Baru yang sempit dan mengekang… selengkapnya
Rp 85.000 Rp 100.000Penulis : Akhmad Siddiq Tebal : 136 hlm Ukuran : 13 x 20 cm Penerbit : Cantrik Pustaka Deskripsi : Orang Madura senantiasa menjaga nilai-nilai sakral keagamaan mereka, karena tiga unsur utama budaya santri, yaitu pesantren, NU, dan kiai, memiliki pengaruh besar pada masyarakat, baik dalam wilayah keagamaan maupun keduniawian. Selain itu, tiga unsur utama… selengkapnya
Rp 68.000 Rp 80.000Buku ini menceritakan kisah cinta seorang gadis bernama Julia terhadap dosennya. Kisah ini memuat nilai kemanusiaan terutama perhatian seorang kakak kepada adiknya. Bahkan buku ini memberikan pengajaran yang mendalam tentang filosofi bahasa pada aplikasinya sehari-hari.
Rp 81.430 Rp 95.800



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.