● online
- Panggil Aku Maryam....
- Penyakit yang Menjangkiti Ayam Kampung dan Pencega....
- Ayo, Tertib Agar Tak Dikejar Pak Kamtib....
- Modifikasi Perilaku: Makna dan Penerapannya (HC)....
- Epidemiologi Zoonosis di Indonesia....
- Maraqi al-‘Ubudiyyah (HC)....
- Penggunaan dan Tata Guna Lahan....
- Penelitian Tindakan Kelas dan Penelitian Tindakan ....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Peluang Negara Berpenduduk Sangat Besar : Teori dan Praktik Transformasi Kependudukan di Tiongkok
Rp 100.000 Rp 125.000| Stok | Tersedia |
| Kategori | Sosial Politik |
Perdebatan mengenai baik atau buruknya jumlah penduduk yang besar (atau kecil) di suatu negara tak pernah berhenti. Pada akhir abad ke-18, Malthus mengungkapkan beban ekonomi dari pertumbuhan penduduk yang cepat. Jumlah penduduk tumbuh melebihi kecepatan pertumbuhan pangan. Namun, pemikiran Malthus ini berhasil dipatahkan dengan adanya kemajuan teknologi di sektor pertanian. Jumlah penduduk yang terus meningkat justru membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Peluang Negara Berpenduduk Sangat Besar : Teori dan Praktik Transformasi Kependudukan di Tiongkok
Penulis : Xueyuan Tian
Tebal : xxvi +534 hlm
Ukuran : 14,5 x 21 cm
Penerbit : Pustaka Obor Indonesia
Deskripsi :
“Perdebatan mengenai baik atau buruknya jumlah penduduk yang besar (atau kecil) di suatu negara tak pernah berhenti. Pada akhir abad ke-18, Malthus mengungkapkan beban ekonomi dari pertumbuhan penduduk yang cepat. Jumlah penduduk tumbuh melebihi kecepatan pertumbuhan pangan. Namun, pemikiran Malthus ini berhasil dipatahkan dengan adanya kemajuan teknologi di sektor pertanian. Jumlah penduduk yang terus meningkat justru membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Namun, di akhir tahun 1950-an, para ekonom di negara maju mulai teringat pemikiran Malthus. Negara berkembang seperti India, dengan jumlah penduduk sangat banyak, merupakan beban. Dengan mutu modal manusia yang rendah dan kesempatan kerja produktif yang rendah, jumlah penduduk yang besar menjadi bencana perekonomian. Sejak saat itulah muncul pemikiran untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk melalui program keluarga berencana. Kemudian muncul pemikiran untuk mencari jumlah penduduk yang optimal, walau pun banyak pula yang mempertanyakan apakah jumlah penduduk yang optimal memang ada.
Yang kemudian kita lihat adalah terjadinya penurunan angka kelahiran dan kematian di banyak negara berkembang. Yang paling menonjol adalah Singapura, Korea Selatan, Hong Kong, dan Taiwan. Sejak tahun 1960-an, dalam waktu kira kira satu dasawarsa, angka kelahiran telah turun dengan amat cepat di empat negara ini. Angka kelahiran yang tinggi disusul dengan angka kelahiran yang rendah dalam waktu cepat menyebabkan jumlah angkatan kerja yang relatif besar relatif terhadap jumlah anak anak. Dengan mutu modal manusia yang bagus dan adanya kesempatan kerja produktif di empat negara ini, jumlah angkatan kerja yang besar menjadi pendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat yang luar biasa.
Walau begitu, di tahun 1980-an, saya masih pesimis pada perkembangan di Tiongkok. Tiongkok berbeda dengan empat negara kecil (Hong Kong, Korea Selatan, Taiwan, dan Singapura) tersebut. Jumlah penduduk di Tiongkok amat besar. Dapatkah Tiongkok mengulang keberhasilan di empat negara tersebut? Namun, yang terlihat sejak tahun 2000-an mengubah pesimisme saya. Seperti halnya dengan empat negara tadi, mutu modal manusia dan kesempatan kerja produktif di Tiongkok telah membuat jumlah penduduk yang besar suatu modal pembangunan yang amat berharga. Kini Tiongkok menjadi salah satu kekuatan ekonomi yang penting di dunia.”
Tags: obor indonesia, sosial politik
Peluang Negara Berpenduduk Sangat Besar : Teori dan Praktik Transformasi Kependudukan di Tiongkok
| Berat | 700 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.046 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Julia Suryakusuma Tebal : xxx+162 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Komunitas Bambu Deskripsi : Sepanjang sejarah, negara lazim memanipulasi secara bergantian paham perempuan sebagai isteri atau ibu, atau keduanya, sesuai dengan “kebutuhan” negara atau bangsa. Di negara Orde Baru Indonesia, nampaknya pemerintah menemukan… selengkapnya
Rp 67.500 Rp 90.000Penulis : Agus Hiplunudin Tebal : x + 116 hlm Ukuran : 17 x 24 cm Penerbit : Suluh Media Deskripsi : Tidak dapat dipungkiri, internet merupakan teknologi informasi dan komunikasi yang paling digemari sekaligus fenomenal. Internet sebagai media sosial dan komunikasi telah membantu penggunanya untuk terhubung antara satu dengan yang… selengkapnya
Rp 91.630 Rp 107.800Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan bahwa tujuan didirikan Negara Republik Indonesia antara lain adalah untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Selain itu ditegaskan pula bahwa tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Amanat tersebut mengandung makna negara berkewajiban memenuhi kebutuhan setiap warga negara melalui suatu sistem pemerintahan yang… selengkapnya
Rp 50.150 Rp 59.000Penulis : Ikrar Nusa Bhakti Tebal : xviii + 238 hlm Ukuran : 16 x 23 cm Penerbit : Andi Deskripsi : Buku ini mencoba memahami berbagai teori mengenai intelijen dan mendedah pergumulan intelijen serta demokrasi di beberapa negara yang mengalami perubahan politik dari sistem otoriter demokrasi. Sejarah singkat mengenai intelijen dan ulasan mengenai awal… selengkapnya
Rp 66.300 Rp 78.000Distribusi bantuan langsung tunai (BLT) menjelang pemilu presiden 2009 menggambarkan pergulatan calon presiden dalam memanfaatkan skema perlindungan sosial khusus untuk masyarakat miskin guna memperoleh dukungan politik dari pemilih. Berbagai literatur kajian politik kebijakan sosial di Amerika Latin menyebut mobilisasi pemilih menggunakan program serupa dengan BLT sebagai praktik klientelisme atau pembelian suara. Program BLT memiliki makna… selengkapnya
Rp 49.300 Rp 58.000Reformasi 1998 tidak hanya melakukan perubahan pergantian presiden dan pemerintahan an sich, namun juga perubahan pada kesempatan dan pengakuan perempuan dalam bidang politik dan hukum di Indonesia. Jika di era orde baru sangat sulit menemukan kepala daerah perempuan, maka semenjak pilkada serentak dari tahun 2015-2018 setidaknya sudah ada 39 kepala daerah dan wakil kepala daerah… selengkapnya
Rp 67.830 Rp 79.800Penulis : Agus Dwiyanto Tebal : 448 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : UGM Press Deskripsi : Buku ini mencoba membahas berbagai isu dan problem yang sekarang ini dihadapi oleh para akademisi dan praktisi administrasi publik, terutama terkait dengan problem praktikal yang sekarang ini dihadapi oleh pemerintah. Ada banyak problem yang sekarang… selengkapnya
Rp 105.400 Rp 124.000Penulis : Zuly Qodir Tebal : 15 x 23 cm Ukuran : xiii + 244 hlm Penerbit : Pustaka Pelajar Deskripsi : Buku ini merupakan kajian yang lebih mengkhususkan pada teori dalam kajian politik-pemerintahan pasca Reformasi serta praktik-praktik demokrasi di Indonesia selama pasca reformasi (1998-2019) dengan berbagai peristiwa yang terjadi. Banyak harapan sekaligus tantangan berat… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000Penulis : Tim Turkish Spirits Tebal : 312 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Ircisod Deskripsi : Semakin memasuki era modern, Turki menghadapi kian banyak tantangan, terutama berkaitan dengan etnik Kurdi pasca-Republik. Namun, apakah Turki hanya berkaitan dengan hal tersebut? Tidak adakah sisi Turki yang lain, yang tidak pernah kita ketahui selama… selengkapnya
Rp 57.800 Rp 68.000Toleransi sejak dahulu sudah mengakar dalam denyut nadi kehidupan masyarakat Indonesia, sehingga Indonesia dikenal sebagai Zamrud Toleransi. Nilai toleransi yang menjadi warisan budaya bangsa termanifestasi dalam unsur budaya material seperti simbol, praktik sosial, adat istiadat, dan tokoh-tokoh historis yang bijak bestari, maupun non-material seperti nilai-nilai kearifan, filosofi, mitologi, hingga pandangan hidup masyarakat yang luhur dan… selengkapnya
Rp 100.000 Rp 125.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.