Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Belenggu....
- Ulama Nahwu Garis Lucu....
- Seri Yuk Mewarnai: Hewan Udara....
- Ensiklopedia Haji dan Umrah....
- Mengelola Komunikasi Politik; Sebuah Pengantar Ke ....
- Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial....
- Panduan Praktis Menembus Tes CPNS....
- Teknik Pembelajaran Model dan Simulasi Komputer (M....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Peluang Negara Berpenduduk Sangat Besar : Teori dan Praktik Transformasi Kependudukan di Tiongkok
Rp 100.000 Rp 125.000| Stok | Tersedia |
| Kategori | Sosial Politik |
Perdebatan mengenai baik atau buruknya jumlah penduduk yang besar (atau kecil) di suatu negara tak pernah berhenti. Pada akhir abad ke-18, Malthus mengungkapkan beban ekonomi dari pertumbuhan penduduk yang cepat. Jumlah penduduk tumbuh melebihi kecepatan pertumbuhan pangan. Namun, pemikiran Malthus ini berhasil dipatahkan dengan adanya kemajuan teknologi di sektor pertanian. Jumlah penduduk yang terus meningkat justru membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Peluang Negara Berpenduduk Sangat Besar : Teori dan Praktik Transformasi Kependudukan di Tiongkok
Penulis : Xueyuan Tian
Tebal : xxvi +534 hlm
Ukuran : 14,5 x 21 cm
Penerbit : Pustaka Obor Indonesia
Deskripsi :
“Perdebatan mengenai baik atau buruknya jumlah penduduk yang besar (atau kecil) di suatu negara tak pernah berhenti. Pada akhir abad ke-18, Malthus mengungkapkan beban ekonomi dari pertumbuhan penduduk yang cepat. Jumlah penduduk tumbuh melebihi kecepatan pertumbuhan pangan. Namun, pemikiran Malthus ini berhasil dipatahkan dengan adanya kemajuan teknologi di sektor pertanian. Jumlah penduduk yang terus meningkat justru membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Namun, di akhir tahun 1950-an, para ekonom di negara maju mulai teringat pemikiran Malthus. Negara berkembang seperti India, dengan jumlah penduduk sangat banyak, merupakan beban. Dengan mutu modal manusia yang rendah dan kesempatan kerja produktif yang rendah, jumlah penduduk yang besar menjadi bencana perekonomian. Sejak saat itulah muncul pemikiran untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk melalui program keluarga berencana. Kemudian muncul pemikiran untuk mencari jumlah penduduk yang optimal, walau pun banyak pula yang mempertanyakan apakah jumlah penduduk yang optimal memang ada.
Yang kemudian kita lihat adalah terjadinya penurunan angka kelahiran dan kematian di banyak negara berkembang. Yang paling menonjol adalah Singapura, Korea Selatan, Hong Kong, dan Taiwan. Sejak tahun 1960-an, dalam waktu kira kira satu dasawarsa, angka kelahiran telah turun dengan amat cepat di empat negara ini. Angka kelahiran yang tinggi disusul dengan angka kelahiran yang rendah dalam waktu cepat menyebabkan jumlah angkatan kerja yang relatif besar relatif terhadap jumlah anak anak. Dengan mutu modal manusia yang bagus dan adanya kesempatan kerja produktif di empat negara ini, jumlah angkatan kerja yang besar menjadi pendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat yang luar biasa.
Walau begitu, di tahun 1980-an, saya masih pesimis pada perkembangan di Tiongkok. Tiongkok berbeda dengan empat negara kecil (Hong Kong, Korea Selatan, Taiwan, dan Singapura) tersebut. Jumlah penduduk di Tiongkok amat besar. Dapatkah Tiongkok mengulang keberhasilan di empat negara tersebut? Namun, yang terlihat sejak tahun 2000-an mengubah pesimisme saya. Seperti halnya dengan empat negara tadi, mutu modal manusia dan kesempatan kerja produktif di Tiongkok telah membuat jumlah penduduk yang besar suatu modal pembangunan yang amat berharga. Kini Tiongkok menjadi salah satu kekuatan ekonomi yang penting di dunia.”
Tags: obor indonesia, sosial politik
Peluang Negara Berpenduduk Sangat Besar : Teori dan Praktik Transformasi Kependudukan di Tiongkok
| Berat | 700 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.121 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Mohammad Takdir Tebal : 294 hlm Ukuran : Penerbit : Noktah Deskripsi : “Gagasan inovatif penulis untuk mengubah persepsi negatif tentang konflik menjadi paradigma bernilai positif merupakan pendekatan baru dalam mengelola konflik. Sebuah upaya penggabungan antara realitas sosial dengan solusi spirit keagamaan. Buku ini seyogianya menjadi bacaan wajib bagi semua kalangan terpelajar dan… selengkapnya
Rp 57.800 Rp 68.000Melakukan penelitian sebagaimana dikemukakan tidaklah mudah, bahkan dalam pengalaman penulis membimbing mahasiswa program sarjana, magister bahkan doktor sekalipun banyak yang kesulitan dalam menyelesaikan studinya karena tugas akhir yang dibebankan pihak kampus. Terdorong dari kondisi seperti itulah penulis terbeban menulis buku sederhana ini untuk dapat memberikan panduan melakukan penelitian, khususnya penelitian kuantitatif. Buku sederhana ini berisi… selengkapnya
Rp 110.330 Rp 129.800Penulis : Agus Salim Tebal : xvi + 108 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Tiara Wacana Deskripsi Bangunan Teori merupakan materi baru dalam kajian metodologi penelitian sosial. Kajian Bangunan Teori diintrodusir pertama kali oleh John J.O.I. Ihalauw, Ph.D pada program studi Pasca Sarjana, Universitas Satya Wacana Salatiga dan menjadi materi ungÂgulan pada tahun… selengkapnya
Rp 21.600 Rp 27.000Penulis : Bungaran Antonius Simanjuntak dan Soedjito Sosrodi Tebal : xii + 192 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : Maka penelitian pada umumnya diawali dengan pernyataan yang dimulai dengan kata-kata: Mengapa, Apa, Siapa, KApan, DI mana ? Disingkat menjadi MASKADI Dalam bahasa Inggris ialah:… selengkapnya
Rp 52.000 Rp 65.000Penulis : Hassan Suryono Tebal : 145 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Negara sebagai organisasi yang diorganisir oleh kelompok politik sudah barang tentu memiliki visi dan misinya masing-masing. Visi dan misi negara tersebut dapat tercermin dalam teori yang dianutnya, dan melalui pembacaan sejarah negara yang panjang maka kita… selengkapnya
Rp 34.000 Rp 40.000Penulis : Amelia Fauziah Tebal : 410 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Gading Publishing Deskripsi : Filantropi merupakan salah satu unsur penting dalam Islam. Zakat, sebagai salah satu bentuk dari filantropi, adalah salah satu rukun Islam. Begitu juga, sedekah dan wakaf merupakan ibadah yang sangat dimuliakan dalam ajaran Islam dan diamalkan… selengkapnya
Rp 97.750 Rp 115.000Penulis : Steph Lawler Tebal : 312 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Cantrik Pustaka Deskripsi : Tanda tanya besar tentang “Siapa kita, seperti apa kita, dan siapa yang kita sukai atau benci?”; “Apa yang membuat keluarga begitu penting bagi kita?”; “Apa perbedaan mencolok antara identitas diri yang kita pahami dan cara… selengkapnya
Rp 110.500 Rp 130.000Penulis : Muhammad Muiz Raharjo Tebal : x + 278 hlm Ukuran : 16 x 23 cm Penerbit : Gava Media Deskripsi : Pemerintahan merupakan ilmu populer yang sudah, sedang, dan akan terus dibicarakan dalam setiap kesempatan. Membedah Pemerintahan dalam Prespektif Manajemen, Organisasi, Administrasi, dan Kepemimpinan akan mengantarkan kedalam pemahaman yang utuh dan menyeuluruh. Buku… selengkapnya
Rp 65.450 Rp 77.000Di tengah laju informasi yang kian mengglobal, nilai-nilai kearifan lokal acapkali terabaikan. Padahal, lahirnya suatu informasi (termasuk pemikiran) umumnya tidak terjadi secara langsung, melainkan melalui simbol-simbol sosial-budaya yang hidup di masyarakat tempat informasi/pemikiran itu muncul. Konteks seperti itu semestinya mendorong semua pihak untuk mempertimbangkan secara sungguh-sungguh nilai-nilai kearifan lokal untuk diterapkan di dalam kehidupan berkeluarga,… selengkapnya
Rp 26.400 Rp 33.000Penulis : Nur Sayyid Santoso Kristeva Tebal : x + 321 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Pustaka Pelajar Deskripsi : Gerakan sosial adalah suatu bentuk perilaku kolektif tertentu di mana motif untuk aksi berasal sebagian besar dari sikap-sikap dan aspirasi-aspirasi dari para anggota, secara khas beraksi di dalam sebuah kerangka organisasional… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.