Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Apa itu Ilmu Sosiologi? Sejarah, Perkembangan, Rua
- Pertanyaan Penting Yang Tidak Bisa Dijawab Dokter
- Rumput Laut; Potensi Perairan Kabupatan Luwu dan K
- Etnografi Pengobatan; Praktik Budaya Peramuan dan
- Koentjaraningrat: Bapak Antropologi Indonesia
- Diplomasi Perbatasan; Konsep dan Praktik di Indone
- Ilmu Faal Dasar (Fisiologi)
- Sejarah Moralitas
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Perang Konvoi Sukabumi-Cianjur 1945-1946
Rp 48.000 Rp 60.000| ISBN | 978-602-1634-17-2 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Sejarah |
Perang Konvoi Sukabumi-Cianjur 1945-1946
Penulis : Yoseph Iskandar, Dedi Kusnadi, Jajang Suryani
Tebal : xvi + 202 hlm
Ukuran : 14 x 21 cm
Penerbit : Mata Padi
Deskripsi :
Perang Konvoi yang berlangsung di front Jawa Barat, beberapa bulan setelah proklamasi, hanyalah satu dari peristiwa penting sejarah yang belum sepenuhnya terdokumentasi. Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI) yang dipimpin oleh Letnan Jendral Sir Philip Chritison (Inggris) sebagai perwakilan Sekutu, memasuki Indonesia untuk menjalankan misi Internasional melucuti serta memulangkan balatentara Jepang, dan mengirimkan perbekalan serta memulangkan tawanan perang dan interniran atau Allied Prisoners of War and Internees (APWI).
Misi yang seharusnya berjalan damai, sayangnya berubah menjadi medan perang baru bagi tentara Inggris. Perkembangan yang mencemaskan ini tidak terlepas dari peran Belanda yang mendompleng masuk di belakang Sekutu.
Perang Konvoi yang terjadi di sepanjang jalan antara Bogor-Cianjur-Sukabumi-Bandung berlangsung dalam dua periode. Perang pertama terjadi pada 9-12 Desember 1945 dan berpusat di Bojong Kokosan. TK R bersama barisan laskar berhasil memukul konvoi Sekutu meski dengan persenjataan seadanya. Perang kedua terjadi pada 10-14 Maret 1946 dan puncaknya terjadi saat pengepungan terhadap tiga batalion Inggris di tengah kota Sukabumi.
Aksi TRI bersama barisan laskar menjadi mimpi buruk bagi tentara Inggris. Bahkan para tentara Gurkha dari Nepal dan Batalyon Jats dan Patiala dari India yang sudah sangat terkenal sebagai mesin perang yang menakutkan dibuat tidak berdaya menghadapi gempuran pejuang Republik.
Kekalahan ini meyakinkan Inggris dan Sekutu akan keberadaan TRI sebagai kesatuan tentara regular di bawah negara yang berdaulat. Peristiwa ini juga, bersama dengan perang “Bandung Lautan Api’, memaksa Sekutu kembali memasuki meja perundingan dan akhirnya bersedia melibatkan pihak Indonesia dalam misi APWI. Lewat perundingan di Yogyakarta tanggal 2 April 1946, yang disebut “Djogjakarta Agreement”, kemudian dibentuk suatu badan pelaksanaan yang dinamai POPDA (Panitia Oeroesan Pengangkoetan Djepang dan APWI), terdiri dari tenaga sejumlah instansi pemerintah yang terkait, dengan berintikan TRI untuk membantu misi Sekutu.
Perang Konvoi adalah sebuah catatan prestasi penting bagi TRI, khususnya Resimen Sukabumi bersama barisan Hizbullah, Sabilillah, Pesindo, Banteng, Pemuda Proletar, KRIS, PRD, Laskar Merah dan laskar lainnya di bawah koordinasi komando Letkol Eddie Soekardi. Kemenangan ini menjadi bagian dari sejarah keberhasilan TKR/TRI sebagai tentara profesional Indonesia dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia di kancah percaturan dunia Internasional. Keberasilan ini juga memaksa dunia internasional untuk mengakui keberadaan Negara Republik Indonesia yang berdaulat.
Perang Konvoi Sukabumi-Cianjur 1945-1946
| Berat | 200 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.902 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Muhammad Yusuf bin Abdurrahman Tebal : 428 hlm Ukuran : 15,5 x 24 cm Penerbit : Noktah “Khalid bin al-Walid adalah sosok yang ahli dalam perang. Ia membekali dirinya dengan pengetahuan yang luas dan keterampilan militer yang tangguh.”—Manshur Abdul Hakim, penulis Bangsa ke-13 Sang Penguasa Dunia. “Shalahuddin adalah pahlawan fantasi sekaligus nyata. Ia… selengkapnya
Rp 93.500 Rp 110.000Penulis : Anthony Reid Tebal : 386 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : Konflik Aceh saat ini tidaklah ahistoris. Artinya, kemunculannya bisa ditelisik dari berbagai peristiwa yang pernah terjadi di provinsi yang sekarang bernama Nanggroe Aceh Darussalam ini. Pembeda peristiwa konfliknya hanyalah waktu dan pelaku. Substansi konfliknya tidak… selengkapnya
Rp 64.000 Rp 80.000Penulis : A. Daliman Tebal : 342 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi: Agama-agama di Nusantara telah memberikan keragaman warna yang amat bermakna bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama pada zaman modern ini. Kita tentu mengenal adanya suatu pembabakan sejarah Indonesia yang bernama Sejarah Indonesia Madya, di mana pada masa… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Penulis : Nunuk Suryani dan Leo Agung Tebal : 268 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Sebagai penopang dan penggerak kemajuan suatu bangsa, pendidikan wajib mendapatkan suatu perhatian khusus dari khalayak umum, khususnya para pendidik. Guna mencapai hasil pendidikan yang baik, tentu dibutuhkan berbagai macam strategi dan metode tersendiri…. selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Bangsa Mongol dikenal luas karena satu hal: penaklukan. Mereka digambarkan dengan seram, beringas, dan haus darah―yang menguasai negara-negara lain dengan kekuatan dan kekerasan. Padahal, jauh dari pandangan tersebut, Bangsa Mongol adalah bangsa yang membangun kota, mempunyai rezim politik yang unik―pengaturan pembagian kekuasaan yang kompleks di antara khan dan kaum bangsawan, menghargai para administrator dan diplomat… selengkapnya
Rp 102.000 Rp 120.000Pada bulan Juli 1946 Piet Hidskes mendaftarkan diri sebagai sukarelawan pada Depot Speciale Troopen (DST, Depot Pasukan Khusus), korps elite dari Koninklijke Nederlansch-Indisch Leger (Pasukan Hindia-Belanda) di bawah komando Kapten Westerlingyang menerima carte blanche untuk menumpas pemberontakan di Indonesia dan melakukan aksi-aksi pembersihan. Setelah mengikti pelatihan selama enam bulan, Hidskes ditempatkan di Sulawesi Selatan. Dia kemudian terlibat… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 90.000Penulis : Arifin Suryo Nugroho Tebal : xvi + 148 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi: Pada malam hari, 30 November 1957, Presiden Sukarno menghadiri ulang tahun kelima belas Perguruan Cikini di Jakarta Pusat. Kebetulan putra-putrinya Guntur Sukarnoputra dan Megawati Sukarnoputri juga belajar di sekolah tersebut. Bazar dan berbagai kegiatan… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Kolonialisme tidak jarang menampakkan diri sebagai kekuatan yang mengubah mainstream kebudayaan. Penaklukan wilayah Nusantara oleh Belanda, misalnya, bukan saja menggoncangkan masyarakat Indonesia, tetapi juga mengikis sendi-sendi budayanya. Gejala kultural seperti ini tampak menonjol sejak awal abad ke-20, khususnya setelah diberlakukannya Politik Etis (etische politiek) oleh Belanda. Melalui strategi kebudayaan yang bersifat asosiatif, Belanda berusaha menghilangkan jurang pemisah… selengkapnya
Rp 57.600 Rp 72.000Penulis : Yuval Noah Harari Tebal : 540 hlm Ukuran : 15 x 20 cm Penerbit : Alvabet Deskripsi : Sapiens menunjukkan dari mana asal kita. Homo Deus menunjukkan ke mana kita akan pergi. Pada masa lalu, manusia menaklukkan dunia berkat kemampuan uniknya untuk percaya pada mitos-mitos kolektif tentang dewa, uang, kesetaraan dan kebebasan—seperti dijelaskan dalam buku Sapiens…. selengkapnya
Rp 93.500 Rp 110.000Palestina, dengan Yerusalem atau al-Quds sebagai ibukotanya, merupakan Tanah Suci bagi tiga agama Abrahamik. Wilayah ini dikenal juga sebagai negeri para Nabi, tempat diturunkannya wahyu langit, tanah yang diberkati, dan banyak sebutan lainnya. Selama hampir 4000 tahun sejarahnya, Palestina telah berulang kali menjadi rebutan dan wilayah taklukkan berbagai bangsa karena keistimewaannya. Agama Yahudi, Kristen, dan… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.