Beranda » Sejarah » Perang Konvoi Sukabumi-Cianjur 1945-1946

Perang Konvoi Sukabumi-Cianjur 1945-1946

DISKON 20% ISBN: 978-602-1634-17-2 Stok: Tersedia
Berat 200 gram
Kondisi Baru
Kategori Sejarah
Dilihat 373 kali
Diskusi Belum ada komentar
Bagikan

Perang Konvoi Sukabumi-Cianjur 1945-1946

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja Anda
Lanjut Belanja
Keranjangku
Rp 48.000 Rp 60.000
Hemat Rp 12.000
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan yang lebih cepat! Pesan Langsung
Perang Konvoi Sukabumi-Cianjur 1945-1946
Rp 48.000 Rp 60.000
Tersedia / 978-602-1634-17-2
Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Detail Produk Perang Konvoi Sukabumi-Cianjur 1945-1946

Penulis     : Yoseph Iskandar, Dedi Kusnadi, Jajang Suryani

Tebal         : xvi + 202 hlm

Ukuran     : 14 x 21 cm

Penerbit   : Mata Padi

Deskripsi :

Perang Konvoi yang berlangsung di front Jawa Barat, beberapa bulan setelah proklamasi, hanyalah satu dari peristiwa penting sejarah yang belum sepenuhnya terdokumentasi. Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI) yang dipimpin oleh Letnan Jendral Sir Philip Chritison (Inggris) sebagai perwakilan Sekutu, memasuki Indonesia untuk menjalankan misi Internasional melucuti serta memulangkan balatentara Jepang, dan mengirimkan perbekalan serta memulangkan tawanan perang dan interniran atau Allied Prisoners of War and Internees (APWI).

Misi yang seharusnya berjalan damai, sayangnya berubah menjadi medan perang baru bagi tentara Inggris. Perkembangan yang mencemaskan ini tidak terlepas dari peran Belanda yang mendompleng masuk di belakang Sekutu.

Perang Konvoi yang terjadi di sepanjang jalan antara Bogor-Cianjur-Sukabumi-Bandung berlangsung dalam dua periode. Perang pertama terjadi pada 9-12 Desember 1945 dan berpusat di Bojong Kokosan. TK R bersama barisan laskar berhasil memukul konvoi Sekutu meski dengan persenjataan seadanya. Perang kedua terjadi pada 10-14 Maret 1946 dan puncaknya terjadi saat pengepungan terhadap tiga batalion Inggris di tengah kota Sukabumi.

Aksi TRI bersama barisan laskar menjadi mimpi buruk bagi tentara Inggris. Bahkan para tentara Gurkha dari Nepal dan Batalyon Jats dan Patiala dari India yang sudah sangat terkenal sebagai mesin perang yang menakutkan dibuat tidak berdaya menghadapi gempuran pejuang Republik.

Kekalahan ini meyakinkan Inggris dan Sekutu akan keberadaan TRI sebagai kesatuan tentara regular di bawah negara yang berdaulat. Peristiwa ini juga, bersama dengan perang “Bandung Lautan Api’, memaksa Sekutu kembali memasuki meja perundingan dan akhirnya bersedia melibatkan pihak Indonesia dalam misi APWI. Lewat perundingan di Yogyakarta tanggal 2 April 1946, yang disebut “Djogjakarta Agreement”, kemudian dibentuk suatu badan pelaksanaan yang dinamai POPDA (Panitia Oeroesan Pengangkoetan Djepang dan APWI), terdiri dari tenaga sejumlah instansi pemerintah yang terkait, dengan berintikan TRI untuk membantu misi Sekutu.

Perang Konvoi adalah sebuah catatan prestasi penting bagi TRI, khususnya Resimen Sukabumi bersama barisan Hizbullah, Sabilillah, Pesindo, Banteng, Pemuda Proletar, KRIS, PRD, Laskar Merah dan laskar lainnya di bawah koordinasi komando Letkol Eddie Soekardi. Kemenangan ini menjadi bagian dari sejarah keberhasilan TKR/TRI sebagai tentara profesional Indonesia dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia di kancah percaturan dunia Internasional. Keberasilan ini juga memaksa dunia internasional untuk mengakui keberadaan Negara Republik Indonesia yang berdaulat.

 

Tags: ,

Produk Terkait
Diskusi Produk (0)

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat:

Jl. Kasongan (Agen Wahana Timur Balai Desa Bangunjiwo) Gendeng RT 15, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, DIY 55184

Kurir

Pembayaran

Chat via Whatsapp
Pustaka Kita
⚫ Online
Halo, perkenalkan saya Pustaka Kita
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja