Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Apa itu Ilmu Antropologi? Sejarah, Perkembangan, R
- Membaca Fiksi secara Dekolonial: Pengantar Analisi
- Attitude is Everything
- Gambar Teknik Listrik SMK/MAK Kelas X
- Sebelum Anda Pergi Ke Dokter Jantung, Pencegahan P
- Sejarah Sosial Tana Toraja
- Minyak Atsiri Tumbuhan Obat
- Sistem Informasi Akuntansi; Teori dan Desain
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Sudah Senja di Jakarta
Rp 96.000 Rp 120.000| ISBN | 978-602-433-950-0 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Lainnya |
Dari 1945 sampai awal 1998 Jakarta pada dasarnya adalah manifestasi dari visi dan ideologi Sukarno dan Suharto. Sukarno menjadikan Jakarta sebagai semacam sebuah deklarasi tentang dekolonisasi dari sebuah negara-bangsa baru yang pantas dihormati dalam percaturan dunia. Tapi ke dalam ia juga ingin Jakarta menjadi simbol dari perjuangan dan persatuan nasional merebut kemerdekaan Sukarno tidak ingin bangsa Indonesia ketinggalan zaman dalam percaturan internasional tapi sekaligus menginginkannya tetap memiliki identitas yang khas miliknya. Jakarta di matanya harus menjadi mercusuar kota-kota lain di Indonesia, sekaligus mercusuar peradaban umat manusia.
Sudah Senja di Jakarta
Penulis : Hikmat Budiman (Editor)
Tebal : xliv + 414 hlm
Ukuran : 16 x 24 cm
Penerbit : Pustaka Obor Indonesia
Deskripsi :
Dari 1945 sampai awal 1998 Jakarta pada dasarnya adalah manifestasi dari visi dan ideologi Sukarno dan Suharto. Sukarno menjadikan Jakarta sebagai semacam sebuah deklarasi tentang dekolonisasi dari sebuah negara-bangsa baru yang pantas dihormati dalam percaturan dunia. Tapi ke dalam ia juga ingin Jakarta menjadi simbol dari perjuangan dan persatuan nasional merebut kemerdekaan Sukarno tidak ingin bangsa Indonesia ketinggalan zaman dalam percaturan internasional tapi sekaligus menginginkannya tetap memiliki identitas yang khas miliknya. Jakarta di matanya harus menjadi mercusuar kota-kota lain di Indonesia, sekaligus mercusuar peradaban umat manusia.
Suharto membangun Jakarta dengan dengan visinya untuk membangun perekonomian nasional dan wawasan budaya tradisional Jawa. Yang ingin dicapainya terutama adalah pertumbuhan ekonomi. Visi terbesarnya adalah membawa Indonesia tinggal landas menjadi negara makmur. Maka Jakarta dijadikannya contoh bagi wilayah-wilayah lain tentang pembangunan yang menghasilkan kemakmuran ekonomis, paling tidak bagi segelintir elite di lingkungan kekuasaannya, yang muncul sejajar dengan ketidakbebasan atau represi politik bagi kalangan di luarnya.
Sudah Senja di Jakarta
| Berat | 550 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.014 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dalam buku ini, James Allen membahas daya pikiran secara sugestif. Ia memantik para pembaca agar melihat potensi yang mereka miliki, kemudian merenungkan, dan membentuk gugus-gugus mimpi agar lekas mereka wujudkan. Lewat mimpi-mimpi itu, manusia dibimbing untuk memahami dirinya dan realitas semesta agar mendapati kebahagiaan sejati. Karunia, kekuatan, materi, intelektual, dan harta spiritual, adalah buah dari… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Novi Kurnia dan Amalinda Savirani Tebal : 332 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : UGM Press Deskripsi : Buku ini berisi pemanfaatan data raksasa (big data) dalam ilmu sosial dan politik. Big data dalam konteks ini memiliki dua ciri utama yakni skalanya yang raksasa (bukan data kecil atau small data), dan… selengkapnya
Rp 115.600 Rp 136.000Penulis : Evi Miskiyah Tebal : viii + 11 hlm Ukuran : 19 x 23 cm Penerbit : Andi Deskripsi: Secara umum, kreasi rotan hanya fokus pada furnitur rotan/keranjang-keranjang. Sisa-sisa bahan rotan dari pembuatan furniture yang cenderung masih banyak sebenarnya masih bisa terpakai untuk dijadikan sebagai buah tangan seperti aneka kerajinan sandal, tas dan souvenir… selengkapnya
Rp 67.150 Rp 79.000Penulis : Wening Udasmoro Tebal : 158 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : UGM Press Deskripsi : Buku ini akan berkontribusi pada penguatan Metodologi Penelitian Sastra dengan fokus pada perspektif gender. Tujuannya adalah agar desain penelitian sastra mengalami penguatan, khususnya ketika perspektif gender digunakan sebagai lensa. Banyak mahasiswi dan mahasiswa yang belum… selengkapnya
Rp 57.800 Rp 68.000Penulis : Ririn Darini Tebal : 150 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Dari sebutannya, klasik, sudah barang tentu zaman Klasik Indonesia merupakan suatu zaman keemasan Nusantara ini, banyak karya anak bangsa yang monumental berasal dari zaman itu. Artefak-artefak semacam Candi Borobudur, Candi Prambanan, Candi… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Semua orang ingin hidup tenang, bahagia, dan sejahtera. Namun, kenyataan tak selalu sesuai dengan keinginan. Tak sedikit orang yang malah hidup menderita, dirundung kesedihan, kecemasan, ketakutan, dan berada dalam tekanan yang berat. Alih-alih berusaha menghadapi dan lepas dari itu semua, sebagian mereka malah tak kuat menghadapinya, lalu memilih menyerah bahkan mengakhiri hidupnya. Kita sejatinya dapat… selengkapnya
Rp 75.650 Rp 69.000Penulis : Ilhamsyah Tebal : xii + 260 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Andi Deskripsi :
Rp 68.425 Rp 80.500Penulis : William James Tebal : 508 hlm Ukuran : 15,5 x 24 cm Penerbit : Ircisod Deskripsi : Salah seorang filsuf Amerika terbesar, William James, sangat jenius dalam menggunakan ungkapan-ungkapan yang konkret dan hidup. Ia dapat membuat teori-reori yang sulit dipahami menjadi jelas dan nyata. The Varieties of Religious Experience adalah salah satu dari… selengkapnya
Rp 119.000 Rp 140.000Penulis : Peter Lehr Tebal : viii + 528 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Gading Publishing Deskripsi : Banyak kalangan memandang Buddhisme sebagai agama yang antikekerasan, Pandangan ini sangat kuat di Timur, lebih-lebih di Bara sehingga hampir-hampir menjadi pandangan yang esensial. Namun, kekerasan terhadap mereka yang disebut “liyan” dalam sat dekade… selengkapnya
Rp 102.000 Rp 120.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.