Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Sejarah, Etnisitas, dan Kebudayaan Banjar....
- Allah Maha Pencemburu: Kenikmatan Hakiki dalam Kem....
- Kimia Medisinal Anorganik....
- Terbenam dan Tersingkir di London dan Paris....
- Di Kedalaman Dadamu....
- The Power of Rasulullah Habits; Meniru Kebiasaan-k....
- Korespondensi Bahasa Indonesia....
- Hermeneutika; Teori Interpretasi dalam Pemikiran S....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Tan Malaka, Gerakan Kiri, Dan Revolusi Indonesia Jilid 4
Rp 112.000 Rp 140.000| ISBN | 978-979-461-865-3 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Biografi/Autobiografi, Sejarah |
Tan Malaka (1894-1949) pada tahun 1942 kembali ke Indonesia menggunakan nama samara sesudah 20 tahun mengembara. Pada masa Hindia Belanda, ia bekerja untuk Komintem (organisasi komunis revolusioner internasional) dan sesudah 1927 memimpin Partai Repoeblik Indonesia yang illegal dan antikolonial.
Tan Malaka, Gerakan Kiri, Dan Revolusi Indonesia Jilid 4
Penulis : Harry A. Poeze
Ukuran : 16 x 24 cm
Tebal : x + 489 hlm
Penerbit : Obor Indonesia
Deskripsi:
Tan Malaka (1894-1949) pada tahun 1942 kembali ke Indonesia menggunakan nama samara sesudah 20 tahun mengembara. Pada masa Hindia Belanda, ia bekerja untuk Komintem (organisasi komunis revolusioner internasional) dan sesudah 1927 memimpin Partai Repoeblik Indonesia yang illegal dan antikolonial.
Ia tidak diberi peranan dalam proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia: Soekarno, Hatta, dan Sjahrir. Tetapi segera pula mereka tidak sejalan. Tan Malaka menghendaki sikap tak mau berdamai dengan Belanda yang ingin memulihkan kendali kekuasaan kolonialnya. Ia memilih jalan’perjuangan’ dan bukan jalan ‘diplomatis’. Ia mendirikan Persatoean Perdjoeangan yang dalam beberapa bulan menjadi alternatif dahsyat terhadap pemerintahan moderat. Dalam konfrontasi di Parlemen ia kalah dan beberapa minggu kemudian Tan Malaka dan sejumlah pengikutnya ditangkap dan ditahan tanpa proses sama sekali – dari Maret 1946 sampai September 1948.
Jilid empat ini meliputi periode dramatis setelah pembebasan Tn Malaka sampai ia menghilang pada Februari 1948. Ia mulai dengan menghimpun pendudukannya yang telah tercerai-berai dan pada November 2948 mendirikan partai baru yang bernama Partai Murba. Akan tetapi pembentukan partai terganggu oleh Serangan Belanda Kedua pada Desember 1948. Saat itu Tan Malaka bermarkas di Kediri di bawah perlindungan bataliyon TNI yang dipimpin Sabarudin. Sabarudin memiliki reputasi buruk sebagai seorang panglima perang yang bengis dan kejam. Di Kediri, Tan Malaka mempersiapkan tentara dan rakyat melakukan perang gerilya terhadap Belanda dengan tujuan Indonesia sebagai Negara sosialis. Sesudah ikut bergerilya ke Gunung Wilis, dalam pamflet yang ditulisnya tiap hari, ia menyerang Soekarno dan Hatta yang telah ditahan Belanda dan menuduh TNI di daerah yang bersikap putus asa. Bahkan ia memproklamir dirinya sebagai Presiden Indonesia. Serentak TNI beraksi. Markas besar Tan Malaka dan Sabarudin ditumpas. Setelah suatu rangkaian peristiwa yang luar biasa, Tan Malaka dieksekusi oleh satuan lokal TNI di desa Selopanggung, 21 Februari 1949. Kematiannya dirahasiakan.
Sesudah 58 tahun barulah terungkap lokasi, tanggal, dan pelakunya, yaitu dalam edisi asli buku ini yang berbahasa Belanda (2007). Kematian Tan Malaka tidak mengakhiri gagasan radikalnya. Sampai akhir 1949 para pendukungnya terlibat dalam aksi-aksi gerilya melawan TNI, dan pemimpin Republik. Namun dukungan rakyat ternyata tidak memadai sehingga kekalahan tidak dapat dihindari. Buku ini secara mendetail menggambarkan hal ihwal perlawanan radikal ini.
Bab akhir mendokumentasikan pencarian lokasi kuburan Tan Malaka, penggalian jenazahnya pada tahun 2009, serta hasil autopsi.
Tan Malaka, Gerakan Kiri, Dan Revolusi Indonesia Jilid 4
| Berat | 690 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 3.283 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Islam Issa Tebal : 608 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Alvabet Deskripsi : Alexandria bukanlah kota biasa. Kekaisaran-kekaisaran besar pernah memperebutkannya, mulai dari Yunani dan Romawi hingga Arab, Utsmaniyah, Prancis, serta Inggris. Tokoh-tokoh penting dunia telah mewarnai sejarah kota ini, mulai dari Alexander Agung hingga Aristoteles, Cleopatra, Shalahuddin al-Ayubbi,… selengkapnya
Rp 148.750 Rp 175.000Penulis : Wim Van Den Doel Tebal : xvi + 558 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : ‘Salah seorang tokoh besar telah diambil dari kita’, demikian tajuk utama De Telegraaf ketika Christiaan Snouck Hurgronje meninggal dunia. Snouck menjalani aneka kehidupan yang penuh pertualangan. Waktu mudanya dia meneliti dan hidup di… selengkapnya
Rp 236.000 Rp 295.000Penulis : Hussam ‘Itani Tebal : 344 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Alvabet Deskripsi : Seperti umumnya sejarah penaklukan, riwayat penaklukan muslim atas banyak wilayah di luar Jazirah Arab pada masa lalu sering kali ditulis dari perspektif muslim selaku pemenang. Hal ini pastilah mengabaikan sumber-sumber primer dari bangsa taklukan selaku pihak… selengkapnya
Rp 72.250 Rp 85.000Penulis : Paul Moses Tebal : 440 hlm Ukuran : 13 x 20 cm Penerbit : Alvabet Deskripsi : Pada 1219, ketika Perang Salib V berlangsung, St. Fransiskus dari Assisi menyeberangi garis pasukan Muslim untuk menemui Sultan Malik al-Kamil di kampnya di tepi Sungai Nil. Menawarkan perdamaian, ia meminta sang Sultan memeluk Kristen. Negosiasi tak… selengkapnya
Rp 80.750 Rp 95.000“Kalau pelurumu habis, gunakan bayonetmu! Kalu bayonetmu patah, gunakan tanganmu untuk memukul! Kalau tanganmu patah, gunakan gigimu untuk mengigit! Dan kalau gigimu patah, gunakan matamu untuk mematahkan semangat musuh!” Perang Bali adalah memoar I Gusti Ngurah Pindha, seorang prajurit muda yang mengiringi I Gusti Ngurah Rai dalam perang gerilya mempertahankan tanah Bali dari pendudukan Belanda… selengkapnya
Rp 60.000 Rp 75.000“APA jadinya jika di perkantoran megah mewah sebuah gedung bertingkat yang biasanya di hari-hari kerja gaduh dengan hiruk-pikuk aktivitas kesibukan manusia yang super tinggi, namun ketika tutup atau libur , suasana menjadi sepi, senyap, mamring dan magis. Terlebih ketika malam hari. Tiba-tiba —meski semua ruangan dalam keadaan gelap dan terkunci— terdengar hiruk pikuk yang sama… selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000Penulis : John Man Tebal : 388 hlm Ukuran : 13 x 20 cm Penerbit : Alvabet Deskripsi: Tentara Terakota adalah patung-patung prajurit dan kuda yang ditemukan di sekitar makam Kaisar Pertama China Qin Shi Huang. Tentara Terakota pertama kali ditemukan pada 1974 oleh beberapa petani setempat di dekat Xi’an, Provinsi Shaanxi. Jumlah patung-patung itu… selengkapnya
Rp 57.800 Rp 68.000Penulis : Leo Agung S Tebal : 152 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi: Secara geografis, Asia Timur memiliki luas sekitar 12.000.000 km2, atau mewakili sekitar 28% dari total luas keseluruhan benua Asia. Secara geopolitik di dataran Asia Timur terdapat 8 negara yang memiliki kebudayaan berbeda-beda dengan Cina sebagai induk… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000Penulis : Sulaiman Mazhar Tebal : 272 hlm Ukuran : 13 x 20 cm Penerbit : Alvabet Deskripsi : Apakah karisma penting bagi setiap pemimpin? Tentu saja, karena pada intinya, kepemimpinan adalah tentang bagaimana mempengaruhi orang lain. Buku ini memandu Anda untuk meningkatkan skill kepemimpinan supaya Anda menjadi pemimpin karismatik. Buku ini mengungkap peta jalan… selengkapnya
Rp 67.150 Rp 79.000Dikelilingi “karangan bunga air” di selat sempit Bosporus yang membelah Eropa dan Asia, Istanbul—sebelumnya dikenal dengan nama Konstantinopel—menjadi tempat tiada tara bagi pertukaran budaya, sejak awal masanya sebagai koloni Yunani Byzantium. Lebih dari dua puluh enam abad keberadaannya, kota ini selamat dari rangkaian bencana alam, malapetaka politik, penaklukan asing, dan gejolak dinasti. Kota ini mampu… selengkapnya
Rp 93.500 Rp 110.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.