● online
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Manajemen Pemerintahan Daerah Otonom Baru
Rp 58.650 Rp 69.000| ISBN | 978-602-386-325-9 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Sosial Politik |
Manajemen Pemerintahan Daerah Otonom Baru
Penulis : Bambang Purwoko
Tebal : 188 hlm
Ukuran : 17,6 x 25 cm
Penerbit : UGM Press
Deskripsi :
Buku ini memaparkan tentang pemerintahan daerah Kabupaten Puncak di bawah kepemimpinan Bupati Willem Wandik dan Wakil Bupati Repinus Telenggen dalam implementasi program percepatan pembangunan daerah tahun 2013-2017. Buku ini memuat tujuh bab, yaitu tentang konsolidasi pemerintahan daerah baru, pelembagaan pemerintahan daerah, kebijakan percepatan pembangunan daerah di Kabupaten Puncak, kinerja pemerintahan daerah 2013-2017, serta tantangan dan harapan agar proses pelembagaan pemerintahan, percepatan pembangunan, dan pemberian pelayanan publik selama ini dapat meningkat secara berkelanjutan.
Bab I menjelaskan tentang konsolidasi pemerintahan daerah baru setelah pemekaran Kabupaten Puncak (periode 2008-2013). Konsolidasi pemerintahan ini penting karena sejak pemekaran tahun 2008, pemerintahan daerah berjalan secara tidak lancar. Tekad para pemangku kepentingan dalam membentuk kabupaten baru memang sudah kuat, tetapi pemerintahan baru tidak segera dapat melembaga dengan baik. Pejabat bupati berganti sampai empat kali. Pemilukada tertunda-tunda beberapa kali akibat terjadinya perang suku pada tahun 2011-2012. Pembangunan daerah belum menunjukkan kemajuan yang berarti dan banyak masyarakat belum dapat mencapai kesejahteraan. Hal ini akibat beratnya kendala struktural pembangunan di Kabupaten Puncak, yaitu keterisolasian wilayah, rendahnya kualitas pelayanan publik dasar, dan rendahnya kualitas SDM. Walau mulai ada pembangunan sarana prasarana perkantoran, rumah dinas pejabat, gedung DPRD, penambahan fasilitas bandara, penambahan frekuensi penerbangan, pertumbuhan ekonomi daerah, dan migrasi masyarakat dari daerah atau distrik lain ke Ilaga, peningkatan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat belum merata. Melihat lambatnya pembangunan, pasangan Willem Wandik-Repinus Telenggen melakukan konsolidasi dengan para pemangku kepentingan lokal, sehingga mereka akhirnya mengusung keduanya menjadi kandidat Bupati dan Wakil Bupati. Setelah menang di dalam Pemilukada demokratis pertama pada tanggal 14 Februari 2013, tugas pertama Bupati dan Wakil Bupati definitif adalah menciptakan perdamaian di antara kelompok yang bertikai akibat perang suku seputar Pemilukada tahun 2011-2012. Ada beberapa harapan baru terhadap pemimpin baru, terutama yang berkaitan dengan perlunya konsolidasi sosial-politik paska konflik, perbaikan roda pemerintahan, pembukaan keterisolasian wilayah, peningkatan pelayanan bidang pendidikan dan kesehatan, serta pengembangan ekonomi masyarakat.
Bab II menjelaskan tentang pelembagaan pemerintahan daerah Kabupaten Puncak. Setelah terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati definitif, Willem Wandik dan Repinus Telenggen memulai pelembagaan pemerintahan dengan melakukan konsolidasi birokrasi maupun rekonsiliasi politik. Konsolidasi birokrasi dilakukan di kalangan internal birokrasi dengan membentuk perangkat daerah dan lambang daerah serta penyusunan APBD 2013. Sementara itu, rekonsiliasi politik dilakukan dengan DPRD. Tujuannya supaya Lembaga Eksekutif dan Legislatif dapat bersama-sama mengambil langkah terbaik untuk mempercepat pembangunan di Kabupaten Puncak, terutama dengan segera diselesaikannya beberapa peraturan daerah yang sangat penting bagi proses pembangunan daerah di Kabupaten Puncak, khususnya Perda tentang RPJPD, RPJMD, APBD, Lambang Daerah, serta Struktur Organisasi dan Tata-kelola Pemerintahan. Konsolidasi birokrasi dan konsolidasi ini penting karena keterpaduan langkah di antara elemen pemerintahan dan masyarakat bisa berdampak serius terhadap kelancaran tugas pemerintahan daerah. Selanjutnya, tugas Bupati dan Wakil Bupati definitif adalah melakukan aktivasi pemerintahan melalui penataan kelembagaan dan aparatur pemerintah, membangun kerjasama intensif dengan berbagai lembaga pemerintah pusat dan perguruan tinggi, serta meningkatkan kapasitas dan menegakkan komitmen aparatur pemerintah.
Bab III menjelaskan tentang kebijakan percepatan pembangunan daerah di Kabupaten Puncak. Buku ini memaparkan garis kebijakan pembangunan daerah di Kabupaten Puncak berdasarkan Master Plan Pembangunan Puncak bidang politik, pemerintahan, dan sosial-ekonomi. Rencana induk ini awalnya disusun pada tahun 2009 melalui kerjasama dengan Program S2 Politik Lokal dan Otonomi Daerah UGM dengan rekomendasi arah dan strategi berikut: memperkuat tatanan sosial-politik, membangun struktur kelembagaan dan aparatur birokrasi pemerintahan, mengembangkan pelayanan publik, serta memperkuat peran masyarakat dalam pembangunan. Berdasarkan kondisi permasalahan objektif sebagai wilayah yang terisolir dan tertinggal, Visi dan Misi Pembangunan ditetapkan, khususnya untuk percepatan pembangunan daerah. Visi pembangunan ini dituangkan dalam RPJMD Kabupaten Puncak 2013-2018: “Meningkatnya Ketersediaan Infrastruktur dan Pelayanan Publik Dasar Menuju Masyarakat Kabupaten Puncak yang Damai, Sehat, Terdidik, dan Sejahtera”. Visi pembangunan tersebut dijabarkan dalam lima misi, yaitu: (1) meningkatkan ketersediaan infrastruktur transportasi, telekomunikasi, energi, air bersih, dan permukiman; (2) meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat di daerah berlandaskan pada keunggulan dan potensi strategis daerah; (3) meningkatkan ketersediaan, akses maupun kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan; (4) meningkatkan kualitas SDM dan komitmen aparatur pemerintah; dan (5) membangun kesadaran kewarganegaraan dan kerukunan hidup antar masyarakat. Berdasarkan visi dan misi pembangunan tersebut, maka Pemerintah Kabupaten Puncak menetapkan kebijakan percepatan pembangunan daerah, yaitu pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan infrastruktur pelayanan bidang pendidikan dan kesehatan, dan pengembangan ekonomi masyarakat.
Bab IV menjelaskan tentang kinerja pemerintahan daerah 2013-2017. Buku ini memaparkan beberapa capaian kinerja, khususnya dalam program penyediaan infrastruktur dasar, peningkatan pelayanan pendidikan dan kesehatan, penyediaan sarana penunjang aparatur pemerintah, pengembangan ekonomi masyarakat, dan pengembangan harmoni sosial masyarakat. Pertama, penyediaan infrastruktur dasar dilakukan dengan membangun sarana transportasi udara dan darat, sarana air bersih, BBM dan pembangkit listrik, sarana penunjang aparatur pemerintah, dan sarana permukiman. Kedua, peningkatan pelayanan bidang pendidikan telah dilakukan dengan membuat dokumen Rencana Induk Pengembangan Pelayanan Pendidikan Kabupaten Puncak Tahun 2014-2025 melalui kerjasama dengan PPKK Fisipol UGM; pembangunan sekolah terpadu untuk jenjang SD, SMP, SMA dan SMK di Distrik Ilaga; bekerjasama dengan Gugus Tugas Papua UGM melakukan rekrutmen dan penempatan para Guru Perintis – GP (kemudian istilah GP diganti menjadi GPDT – Guru Penggerak daaerah terpencil) baik untuk tingkat PAUD, SD, SMP maupun SMA/SMK; dan pelatihan PNS dan kontrak kerja di lingkungan Dinas Pendidikan. Sementara itu, dalam bidang kesehatan, Bupati dan Wakil Bupati Puncak periode 2013-2018 memberikan prioritas pada program pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe D, Puskesmas, Puskesmas Pembantu maupun fasilitas sosial seperti Posyandu. Pembangunan sarana dan prasarana kesehatan tersebut juga didukung dengan penyediaan tenaga paramedis dan tenaga kesehatan, walau masih belum optimal. Ketiga, peningkatan sarana dan prasarana penunjang aparatur pemerintah, antara lain penyediaan kantor dinas, pengadaan sarana dan prasarana kantor, dan penyediaan rumah dinas. Keempat, pengembangan ekonomi masyarakat di wilayah Kabupaten Puncak. Beberapa hasil yang dicapai hingga tahun 2017 adalah: penyusunan dokumen Rencana Induk Pembangunan Ekonomi dan Pelayanan Publik; Kajian Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis Pertanian; pembangunan Pasar Ilaga; pembangunan Pusat Grosir Ilaga; pemberian subsidi hasil bumi; Gerakan Masyarakat Sejahterakan Kampung (GEMAS); pengembangan perekonomian berbasis pariwisata, khususnya ekowisata pegunungan; dan pengembangan semangat wirausaha putra daerah.
Tags: sosial politik, ugm press
Manajemen Pemerintahan Daerah Otonom Baru
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.501 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Tulus Warsito dan Wahyuni Kartikasari Tebal : xv + 242 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi: Buku ini memaparkan cukup banyak mengenai bidang yang amat menarik dari hubungan internasional pada masa pasca Perang Dingin. Penggunaan konsep-konsep politik internasional yang lebih solid, dan contoh-contoh yang lebih tepat, serta ditopang oleh… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Penulis : Armaidy Armawi Tebal : 200 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : UGM Press Deskripsi : Nasionalisme dan Ketahanan Nasional merupakan dua hal yang senantiasa harus dipupuk dan dikembangkan oleh bangsa Indonesia di tengah arus deras globalisasi. Spektrum ancaman dewasa ini tidak lagi dapat diprediksi dengan mudah karena sudah tidak lagi… selengkapnya
Rp 57.800 Rp 68.000Penulis : Ali Imron Hamid, Pramelani dan Riastri Novianti Tebal : viii + 254 hlm Ukuran : 17 x 24 cm Penerbit : Expert Deskripsi : Mengapa komunikasi perlu dikaji dalam suatu organisasi? Dalam realitasnya persoalan komunikasi selalu muncul dalam proses organisasi. Komunikasi dalam organisasi selain ikut andil membangun iklim organisasi dan budaya organisasi, juga… selengkapnya
Rp 140.080 Rp 164.800Dalam politik, umat Islam seperti penumpang perahu yang berlayar di laut lepas, tanpa bintang, tanpa kompas, tidak tahu tujuan, dan tidak tahu cara berlayar. Kadang-kadang umat dibuat bingung karena panutannya berbuat seenaknya, lupa bahwa di belakangnya ada banyak orang. Karenanya, kaidah politik umat harus ditentukan dengan jelas, sehingga umat terbebas dari temperamen pribadi seorang pemimpin…. selengkapnya
Rp 76.500 Rp 90.000Setelah 32 tahun berkuasa, rezim Orde Baru tumbang pada 1998. Angin perubahaan berembus, keran demokrasi terbuka, dan harapan baru tumbuh. Tuntutan reformasi; di antaranya adili Soeharto dan kroni, kembalikan militer ke barak, hingga ciptakan pemerintahan bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme, terus bergemuruh. Tapi bukan perkara mudah mengikis warisan Orde Baru itu. Kekuasaan Soeharto terlampau… selengkapnya
Rp 85.000 Rp 100.000Penulis : Max Weber Tebal : 520 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Ircisod Deskripsi : Ada anggapan bahwa agama tidak mampu menggerakkan kehidupan ekonomi, lebih-lebih ekonomi kapitalis. Ini didasarkan pada pemikiran bahwa agama dan ekonomi merupakan dua ranah yang memiliki titik sentral dan tujuan berbeda. Di antara keduanya, selamanya tidak akan… selengkapnya
Rp 119.000 Rp 140.000Penulis : Arif Maftuhin Tebal : 188 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : LKiS Deskripsi : Buku ini lahir dari pengalaman panjang penulisnya dalam mendampingi difabel di UIN Sunan Kalijaga. Inspirasinya berasal dari studi banding di Amerika Serikat dan isinya berdasarkan riset lapangan di Arab Saudi. Tetapi, buku ini tidak ditulis sebagai… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000Penulis : Ari Nurweni Tebal : x + 88 hlm Ukuran : 17 x 24 cm Penerbit : Graha Ilmu Deskripsi : Assessment of students’ achievement is of paramount importance in language teaching and learning. It leads the students’ future life and provides teachers with useful information for better teaching practice. This book shows how… selengkapnya
Rp 75.480 Rp 88.800Penulis : Anjte Missbach Tebal : xviii + 348 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : Troubled Transit melihat para pencari suaka yang terjebak di pengasingan Indonesia dari sejumlah sudut pandang. Buku ini menyajikan banyak cerita para migran transit dan persepsi otoritas Indonesia serta perwakilan-perwakilan organisasi internasional dan organisasi… selengkapnya
Rp 100.000 Rp 125.000Penulis : Anwar Mujahidin Tebal : 300 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Pustaka Pelajar Deskripsi : Buku ini hadir dengan asumsi dasar bahwa kehadiran karya tafsir di Indonesia dari orang Indonesia dari generasi ke genarasi , seperti tafsir al-Azhar dan al Mishbah, menunjukkan adanya kegiatan pembacaan dan pemahaman terhadap al-Qur’ an… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.