Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Pemesanan dan Perhitungan Tarif Penerbangan SMK/MA
- Paradigma Islam
- Banjir Rejeki dengan Mengamalkan Sunnah-Sunnah Nab
- Pembangunan Berkelanjutan dI Ibu Kota Negara Nusan
- Sejarah Timur Tengah (Sejarah Asia Barat) [Jilid 2
- Melawan Nafsu Merusak Bumi
- Dari Sampah Plastik menjadi Bensin dan Solar
- Sejarah, Etnisitas, dan Kebudayaan Banjar
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Manajemen Pemerintahan Daerah Otonom Baru
Rp 58.650 Rp 69.000| ISBN | 978-602-386-325-9 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Sosial Politik |
Manajemen Pemerintahan Daerah Otonom Baru
Penulis : Bambang Purwoko
Tebal : 188 hlm
Ukuran : 17,6 x 25 cm
Penerbit : UGM Press
Deskripsi :
Buku ini memaparkan tentang pemerintahan daerah Kabupaten Puncak di bawah kepemimpinan Bupati Willem Wandik dan Wakil Bupati Repinus Telenggen dalam implementasi program percepatan pembangunan daerah tahun 2013-2017. Buku ini memuat tujuh bab, yaitu tentang konsolidasi pemerintahan daerah baru, pelembagaan pemerintahan daerah, kebijakan percepatan pembangunan daerah di Kabupaten Puncak, kinerja pemerintahan daerah 2013-2017, serta tantangan dan harapan agar proses pelembagaan pemerintahan, percepatan pembangunan, dan pemberian pelayanan publik selama ini dapat meningkat secara berkelanjutan.
Bab I menjelaskan tentang konsolidasi pemerintahan daerah baru setelah pemekaran Kabupaten Puncak (periode 2008-2013). Konsolidasi pemerintahan ini penting karena sejak pemekaran tahun 2008, pemerintahan daerah berjalan secara tidak lancar. Tekad para pemangku kepentingan dalam membentuk kabupaten baru memang sudah kuat, tetapi pemerintahan baru tidak segera dapat melembaga dengan baik. Pejabat bupati berganti sampai empat kali. Pemilukada tertunda-tunda beberapa kali akibat terjadinya perang suku pada tahun 2011-2012. Pembangunan daerah belum menunjukkan kemajuan yang berarti dan banyak masyarakat belum dapat mencapai kesejahteraan. Hal ini akibat beratnya kendala struktural pembangunan di Kabupaten Puncak, yaitu keterisolasian wilayah, rendahnya kualitas pelayanan publik dasar, dan rendahnya kualitas SDM. Walau mulai ada pembangunan sarana prasarana perkantoran, rumah dinas pejabat, gedung DPRD, penambahan fasilitas bandara, penambahan frekuensi penerbangan, pertumbuhan ekonomi daerah, dan migrasi masyarakat dari daerah atau distrik lain ke Ilaga, peningkatan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat belum merata. Melihat lambatnya pembangunan, pasangan Willem Wandik-Repinus Telenggen melakukan konsolidasi dengan para pemangku kepentingan lokal, sehingga mereka akhirnya mengusung keduanya menjadi kandidat Bupati dan Wakil Bupati. Setelah menang di dalam Pemilukada demokratis pertama pada tanggal 14 Februari 2013, tugas pertama Bupati dan Wakil Bupati definitif adalah menciptakan perdamaian di antara kelompok yang bertikai akibat perang suku seputar Pemilukada tahun 2011-2012. Ada beberapa harapan baru terhadap pemimpin baru, terutama yang berkaitan dengan perlunya konsolidasi sosial-politik paska konflik, perbaikan roda pemerintahan, pembukaan keterisolasian wilayah, peningkatan pelayanan bidang pendidikan dan kesehatan, serta pengembangan ekonomi masyarakat.
Bab II menjelaskan tentang pelembagaan pemerintahan daerah Kabupaten Puncak. Setelah terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati definitif, Willem Wandik dan Repinus Telenggen memulai pelembagaan pemerintahan dengan melakukan konsolidasi birokrasi maupun rekonsiliasi politik. Konsolidasi birokrasi dilakukan di kalangan internal birokrasi dengan membentuk perangkat daerah dan lambang daerah serta penyusunan APBD 2013. Sementara itu, rekonsiliasi politik dilakukan dengan DPRD. Tujuannya supaya Lembaga Eksekutif dan Legislatif dapat bersama-sama mengambil langkah terbaik untuk mempercepat pembangunan di Kabupaten Puncak, terutama dengan segera diselesaikannya beberapa peraturan daerah yang sangat penting bagi proses pembangunan daerah di Kabupaten Puncak, khususnya Perda tentang RPJPD, RPJMD, APBD, Lambang Daerah, serta Struktur Organisasi dan Tata-kelola Pemerintahan. Konsolidasi birokrasi dan konsolidasi ini penting karena keterpaduan langkah di antara elemen pemerintahan dan masyarakat bisa berdampak serius terhadap kelancaran tugas pemerintahan daerah. Selanjutnya, tugas Bupati dan Wakil Bupati definitif adalah melakukan aktivasi pemerintahan melalui penataan kelembagaan dan aparatur pemerintah, membangun kerjasama intensif dengan berbagai lembaga pemerintah pusat dan perguruan tinggi, serta meningkatkan kapasitas dan menegakkan komitmen aparatur pemerintah.
Bab III menjelaskan tentang kebijakan percepatan pembangunan daerah di Kabupaten Puncak. Buku ini memaparkan garis kebijakan pembangunan daerah di Kabupaten Puncak berdasarkan Master Plan Pembangunan Puncak bidang politik, pemerintahan, dan sosial-ekonomi. Rencana induk ini awalnya disusun pada tahun 2009 melalui kerjasama dengan Program S2 Politik Lokal dan Otonomi Daerah UGM dengan rekomendasi arah dan strategi berikut: memperkuat tatanan sosial-politik, membangun struktur kelembagaan dan aparatur birokrasi pemerintahan, mengembangkan pelayanan publik, serta memperkuat peran masyarakat dalam pembangunan. Berdasarkan kondisi permasalahan objektif sebagai wilayah yang terisolir dan tertinggal, Visi dan Misi Pembangunan ditetapkan, khususnya untuk percepatan pembangunan daerah. Visi pembangunan ini dituangkan dalam RPJMD Kabupaten Puncak 2013-2018: “Meningkatnya Ketersediaan Infrastruktur dan Pelayanan Publik Dasar Menuju Masyarakat Kabupaten Puncak yang Damai, Sehat, Terdidik, dan Sejahtera”. Visi pembangunan tersebut dijabarkan dalam lima misi, yaitu: (1) meningkatkan ketersediaan infrastruktur transportasi, telekomunikasi, energi, air bersih, dan permukiman; (2) meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat di daerah berlandaskan pada keunggulan dan potensi strategis daerah; (3) meningkatkan ketersediaan, akses maupun kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan; (4) meningkatkan kualitas SDM dan komitmen aparatur pemerintah; dan (5) membangun kesadaran kewarganegaraan dan kerukunan hidup antar masyarakat. Berdasarkan visi dan misi pembangunan tersebut, maka Pemerintah Kabupaten Puncak menetapkan kebijakan percepatan pembangunan daerah, yaitu pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan infrastruktur pelayanan bidang pendidikan dan kesehatan, dan pengembangan ekonomi masyarakat.
Bab IV menjelaskan tentang kinerja pemerintahan daerah 2013-2017. Buku ini memaparkan beberapa capaian kinerja, khususnya dalam program penyediaan infrastruktur dasar, peningkatan pelayanan pendidikan dan kesehatan, penyediaan sarana penunjang aparatur pemerintah, pengembangan ekonomi masyarakat, dan pengembangan harmoni sosial masyarakat. Pertama, penyediaan infrastruktur dasar dilakukan dengan membangun sarana transportasi udara dan darat, sarana air bersih, BBM dan pembangkit listrik, sarana penunjang aparatur pemerintah, dan sarana permukiman. Kedua, peningkatan pelayanan bidang pendidikan telah dilakukan dengan membuat dokumen Rencana Induk Pengembangan Pelayanan Pendidikan Kabupaten Puncak Tahun 2014-2025 melalui kerjasama dengan PPKK Fisipol UGM; pembangunan sekolah terpadu untuk jenjang SD, SMP, SMA dan SMK di Distrik Ilaga; bekerjasama dengan Gugus Tugas Papua UGM melakukan rekrutmen dan penempatan para Guru Perintis – GP (kemudian istilah GP diganti menjadi GPDT – Guru Penggerak daaerah terpencil) baik untuk tingkat PAUD, SD, SMP maupun SMA/SMK; dan pelatihan PNS dan kontrak kerja di lingkungan Dinas Pendidikan. Sementara itu, dalam bidang kesehatan, Bupati dan Wakil Bupati Puncak periode 2013-2018 memberikan prioritas pada program pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe D, Puskesmas, Puskesmas Pembantu maupun fasilitas sosial seperti Posyandu. Pembangunan sarana dan prasarana kesehatan tersebut juga didukung dengan penyediaan tenaga paramedis dan tenaga kesehatan, walau masih belum optimal. Ketiga, peningkatan sarana dan prasarana penunjang aparatur pemerintah, antara lain penyediaan kantor dinas, pengadaan sarana dan prasarana kantor, dan penyediaan rumah dinas. Keempat, pengembangan ekonomi masyarakat di wilayah Kabupaten Puncak. Beberapa hasil yang dicapai hingga tahun 2017 adalah: penyusunan dokumen Rencana Induk Pembangunan Ekonomi dan Pelayanan Publik; Kajian Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis Pertanian; pembangunan Pasar Ilaga; pembangunan Pusat Grosir Ilaga; pemberian subsidi hasil bumi; Gerakan Masyarakat Sejahterakan Kampung (GEMAS); pengembangan perekonomian berbasis pariwisata, khususnya ekowisata pegunungan; dan pengembangan semangat wirausaha putra daerah.
Tags: sosial politik, ugm press
Manajemen Pemerintahan Daerah Otonom Baru
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.531 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Jason Schenker Tebal : 216 hlm Ukuran : 13 x 20 cm Penerbit : Alvabet Deskripsi : Pandemi Covid-19 berdampak sangat luas dalam kehidupan, bahkan belum pernah dirasakan umat manusia pada bisnis, ekonomi, dan masyarakat. Dampak tersebut kemungkinan akan membayangi—dalam cara yang buruk dan baik—pada tahun-tahun dan dekade… selengkapnya
Rp 41.650 Rp 49.000Penulis : Aldjon Nixon Dapa Tebal : 193 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Di kalangan penyelenggara pendidikan khusus telah tersedia berbagai referensi yang mengkaji tentang paradigma baru pendidikan khusus, namun dari sekian judul buku yang ada, ternyata masih sangat terbatas yang khusus membahas dan mengkaji secara spesifik tentang… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Penulis : Antje Missbach Tebal : 396 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Tulisan Antje Missbach tentang peran kaum diaspora (diasporan) Aceh yang tersebar di berbagai tempat di Eropa, Australia, dan Malaysia ini mencoba memberikan justifikasi empiris bagi pemahaman Wittgenstein bahwa transnasionalisme dan diaspora seharusnya lebih mendapat tempat dalam… selengkapnya
Rp 85.000 Rp 100.000Penulis : Ajat Sudrajat Tebal : 203 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi Eropa pada Abad Pertengahan memperlihatkan situasi yang sangat menarik. Pandangan keagamaan umat Kristen, sebagaimana diketahui memberikan makna moral kepada umat dengan beberapa persyaratan. Kehidupan di dunia ini dikuduskan hanya jika dipandang dari sudut dunia lain dan tujuan-tujuan… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Penulis : Aksin Wijaya Tebal : 228 hlm Ukuran : Penerbit : Ircisod Deskripsi : Buku ini ditulis dengan benar-benar serius, dan membutuhkan keseriusan pula dalam membacanya. Ia memuat begitu banyak sisi menarik dan signifikan untuk dikaji dan dijadikan pijakan teoretis bagi para pegiat studi al-Qur’an dalam upaya menyingkap dimensi-dimensi samar yang menjadi kehendak Tuhan,… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000Institusi badan anti-korupsi semenjak akhir abad ke-20 cenderung menjadi populer di berbagai negara sebagai strategi utama dalam pemberantasan korupsi, tetapi kemampuan institusi ini masih penuh teka-teki. Ada hal yang paradoks dalam menggunakan institusi jenis ini sebagai strategi utama pemberantasan korupsi, karena kecenderungan negara-negara yang membentuk institusi ini adalah negara-negara yang baru mengalami transisi menuju demokrasi…. selengkapnya
Rp 52.000 Rp 65.000Penulis : Goenawan Mohamad Tebal : 200 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Ada 99 esai pendek dalam buku ini. Jika boleh menirukan karya Roestam Effendi yang terbit tahun 1925, Pertjikan Permenoengan, ke 99 esai itu adalah semacam percikan. Mereka terkadang bisa dibaca sebagai bagian yang saling mendukung… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000Penulis : Poltak Partogi Nainggolan Tebal : xiv + 378 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : Meningkatnya radikalisme agama dan terorisme kini muncul sebagai ancaman nyata di banyak negara, terutama Indonesia, negara yang majemuk dengan kondisi geografis yang rawan dari ancaman kehadiran teroris lintas-negara atau Foreign Terorist Fighters (FTFs). Lingkungan… selengkapnya
Rp 104.000 Rp 130.000Sosiologi pembangunan membawa dampak pada lahirnya dimensi-dimensi baru dalam konsep pembangunan. Secara konseptual, sosiologi pembangunan adalah ilmu yang mempelajari dan/atau manganalisis perubahan dinamik dari kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Sosiologi pembangunan tampak lebih membahas tentang proses pembangun dari sudut pandang atau pendekatan sosiologi dan antropologi. Oleh karena itu, pembangunan lebih dilihat dari teori modernisasi, struktural fungsional,… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000Ketika berbicara tentang negara ideal, Al-Farabi menyatakan bahwa persyaratan penting yang harus dipenuhi oleh seorang penguasa, selain kemampuan berijtihad, ialah kemampuan untuk melakukan jihad. Kedua kemampuan ini dapat menentukan substansi negara dan penguasanya.” —Prof. Dr. Azyumardi Azra, Guru Besar Sejarah dan Peradaban Islam Fakultas Adab, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Di antara wacana menarik dan kerap… selengkapnya
Rp 85.000 Rp 100.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.