Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Menuju Bangunan Zero Energy di Indonesia
- Praktik Kewarganegaraan di Indonesia dalam Perspek
- Perang dalam Diri Manusia
- Kajian Kapasitas Masyarakat Lembaga Pemerintah dan
- Potret Perempuan Muslim Progresif Indonesia
- Seri Cerita Dongeng Dunia: Kumpulan Dongeng Negeri
- Geologi dan Geomorfologi Indonesia
- Biologi Fisika Keperawatan
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Balai Bahasa Gelar Lesehan Bahasa dan Sastra
Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar “Lesehan Bahasa dan Sastra” bersama Emha Ainun Nadjib dan Kiai Kanjeng dijadwalkan 31 Oktober 2016 di Graha Wana Bhakti Yasa Yogyakarta.
“Acara yang merupakan puncak Bulan Bahasa 2016 juga akan tampil sejumlah penyair Yogyakarta untuk membacakan puisinya,” kata Kepala Balai Bahasa DIY Dr Tirto Suwondo, Jumat.
Penyair Yogyakarta yang tampil yakni Iman Budhi Santosa, Mustofa W. Hasyim, Suminto A. Sayuti, Sutirman Eka Ardhana, Raudal Tanjung Banua, Rina Ratih, Ulfatin Ch., Evi Idawati, Fitri Merawati, dan Mutia Sukma.
Selain itu juga akan ditampilkan pula tayangan film dokumenter profil Balai Bahasa DIY yang telah berdiri sejak 1940-an hingga 2016 ini.
“Dengan acara ini diharapkan masyarakat dapat bersama-sama memaknai bahasa dan sastra Indonesia sebagai hasil kebudayaan Bangsa Indonesia yang harus dijaga dan dirawat keberadaannya,” katanya.
Ia mengatakan, terkait dengan hal tersebut, Bahasa Indonesia, termasuk sastra di dalamnya, memegang peranan yang amat penting dalam pendidikan karakter bangsa. Hal itu karena dengan mencintai Bahasa Indonesia berarti juga mencintai bangsa Indonesia karena bahasa pada hakikatnya juga merupakan simbol identitas bangsa.
“Karakter yang bertumpu pada kecintaan dan kebanggaan terhadap bahasa dan bangsa seperti itu pada dasarnya juga merupakan refleksi dari kecintaan dan kebanggaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pilarnya,” katanya.
Menurut dia, setiap tahun, di bulan Oktober selalu diperingati sebagai Bulan Bahasa. Penetapan bulan bahasa berkaitan erat dengan ikrar Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang berisi puisi karya para pemuda Indonesia waktu itu.
“Maka, Balai Bahasa DIY sebagai instansi pemerintah yang bertugas melaksanakan pembangunan nasional di bidang kebahasaan dan kesastraan, baik Indonesia maupun daerah, pada 2016 ini menggelar serangkaian acara dalam rangka merayakan Bulan Bahasa dan Sastra,” katanya.
Dalam gelaran acara Bulan Bahasa dan Sastra ini, serangkaian acara yang telah dan akan berlangsung antara lain Sarasehan Kebahasaan dan Kesastraan dengan pembicara Prof Dr Dadang Sunendar, M.Hum, Ignas Kleden, dan Triyanto Triwikromo, Pelatihan Mencipta Puisi bersama Raudal Tanjung Banua, Diskusi Penggunaan Bahasa Media Luar Ruang bersama Dr Tirto Suwondo dan Dr Sumbo Tinarbuko.
Kemudian pelatihan Mendongeng bersama ArifRahmanto, Pelatihan Deklamasi bersama Sri Harjanto Sahid, Malam Pergelaran Sastra bersama Untung Basuki dan deklamator Yogyakarta, Pelatihan Musikalisasi Puisi bersama Landung Simatupang dan Nur Indrijatno Eska, Pelatihan Menulis Naskah Drama bersama Agus Leyloor, Sekolah Menulis bersama Indra Tranggono, Eko Triono, Hairus Salim, dan Muhidin M. Dahlan, juga rangkaian kegiatan berupa pelatihan dan lomba kebahasaan dankesastraan lainnya.
Selain itu, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Balai Bahasa DIY juga menggelar Penghargaan Bahasa dan Sastra 2016, yang akan memberikan penghargaan atas buku karya sastra serius, buku kritik sastra, penggunaan bahasa di luar ruang (tempat wisata), dan tata naskah dinas SLTP di DIY.
“Kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2016 ini bertujuan menumbuh kembangkan kecintaan masyarakat Yogyakarta terhadap bahasa dan sastra Indonesia dalam rangka memperkokoh jati diri bangsa,” katanya.
Sumber: Antara
Tags: bahasa indonesia, balai bahasa, bulan bahasa, cak nun, DIY, emha ainun nadjib, kiai kanjeng, penulis, penyair, raudal tanjung banua, rina ratih, ulfatin ch, yogyakarta
Balai Bahasa Gelar Lesehan Bahasa dan Sastra
Panggilan keseharian Mustofa, nama lengkapnya Mustofa W.Hasyim. Ia merupakan anak dari pasangan bapak Muh. Wazir Hasyim dengan ibu Darimah. Masa... selengkapnya
Pengaturan substansi perbukuan secara nasional diperlukan untuk pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan, informasi, maupun hiburan. “Dengan pengaturan itu, saya berkeyakinan... selengkapnya
Pengarang Sapardi Djoko Damono akan memeriahkan ajang Kuala Lumpur Literary Festival 2016. Festival sastra dan industri penerbitan buku itu bakal... selengkapnya
Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar “Lesehan Bahasa dan Sastra” bersama Emha Ainun Nadjib dan Kiai Kanjeng dijadwalkan 31 Oktober... selengkapnya
Menyebut nama Eka Kurniawan pastinya akan muncul sederet prestasi di ranah literasi nasional dan dunia. Eka Kurniawan si penulis ‘Lelaki... selengkapnya
Sejumlah anggota DPR RI mengusulkan segera dibentuknya Badan Perbukuan Nasional untuk menggantikan Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) di Kemendikbud, dalam... selengkapnya
Membaca buku memberi kita banyak manfaat. Tapi ternyata, belum semua orang tahu bagaimana cara membaca buku secara efektif. Membaca buku secara... selengkapnya
Pengguna moda transportasi Transjogja kini bisa memuaskan dahaga akan pengetahuan yang tertulis dalam buku-buku bacaan. Pasalnya, halte Transjogja kini punya... selengkapnya
Dalam era digital dan globalisasi, penelusuran dan identifikasi buku menjadi semakin penting. Salah satu sistem yang mendukung proses ini adalah... selengkapnya
Memasuki hari ketiga Bologna Children’s Book Fair 2017, perwakilan Indonesia mendapatkan sejumlah penawaran bisnis dan budaya dari sejumlah negara. Salah... selengkapnya
Penulis : Agus Noor Tebal : 171 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi :… selengkapnya
Rp 68.000 Rp 80.000Penulis : Feronica, dkk Tebal : viii + 126 hlm Ukuran : 17 x 24 cm Penerbit : Suluh Media… selengkapnya
Rp 89.080 Rp 104.800Buku Kamus Arkeologi dan Prasejarah ini hadir di tengah-tengah kita untuk memudahkan pencarian informasi kearkeologian dan keprasejarahan dengan cara yang… selengkapnya
Rp 127.500 Rp 150.000Di balik wajah para diktator yang tampak berbeda-beda, tersimpan pola kerja sama yang jauh lebih dalam daripada sekadar hubungan bilateral…. selengkapnya
Rp 75.650 Rp 89.000Penulis : Ashad Kusuma Djaya Tebal : vi + 310 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Kreasi… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Norpikriadi Tebal : 203 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi Perihal etnisitas, sejarah,… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Buku ini merupakan sebuah usaha untuk merekonstruksi sejarah masyarakat yang sekarang dikenal dengan Tana Toraja. Usaha tersebut mencakup rentang satu… selengkapnya
Rp 127.500 Rp 150.000Penulis : I Putu Hardani Hesti Duari, Ali Hasan, dan Hotmaria Krisdayanti Sagala Tebal : x + 230 hlm Ukuran … selengkapnya
Rp 59.075 Rp 69.500Penulis : Zaprulkhan Tebal : 376 hlm Ukuran : cm Penerbit : Ircisod Deskripsi : Filsafat Islam sejatinya merupakan metode… selengkapnya
Rp 76.500 Rp 90.000Penulis : Sarman dkk Tebal : hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Manggu Deskripsi : Asia tenggara… selengkapnya
Rp 62.050 Rp 73.000


Saat ini belum tersedia komentar.