● online
- Kewargaan Pascakolonial di Indonesia: Sebuah Sejar
- Pendidikan Karakter Siswa Sekolah Dasar dalam Pers
- Panduan Kesehatan Mental Ibu Hamil
- Nusantara Semasa Raffles: Catatan dan Laporan Perj
- Manajemen Konferensi dan Event
- Analisis Runtun Waktu dan Aplikasinya dengan R
- Produk Kreatif dan Kewirausahaan Kompetensi Keahli
- Menelusuri Jejak Islam di Cina
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Balai Bahasa Gelar Lesehan Bahasa dan Sastra
Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar “Lesehan Bahasa dan Sastra” bersama Emha Ainun Nadjib dan Kiai Kanjeng dijadwalkan 31 Oktober 2016 di Graha Wana Bhakti Yasa Yogyakarta.
“Acara yang merupakan puncak Bulan Bahasa 2016 juga akan tampil sejumlah penyair Yogyakarta untuk membacakan puisinya,” kata Kepala Balai Bahasa DIY Dr Tirto Suwondo, Jumat.
Penyair Yogyakarta yang tampil yakni Iman Budhi Santosa, Mustofa W. Hasyim, Suminto A. Sayuti, Sutirman Eka Ardhana, Raudal Tanjung Banua, Rina Ratih, Ulfatin Ch., Evi Idawati, Fitri Merawati, dan Mutia Sukma.
Selain itu juga akan ditampilkan pula tayangan film dokumenter profil Balai Bahasa DIY yang telah berdiri sejak 1940-an hingga 2016 ini.
“Dengan acara ini diharapkan masyarakat dapat bersama-sama memaknai bahasa dan sastra Indonesia sebagai hasil kebudayaan Bangsa Indonesia yang harus dijaga dan dirawat keberadaannya,” katanya.
Ia mengatakan, terkait dengan hal tersebut, Bahasa Indonesia, termasuk sastra di dalamnya, memegang peranan yang amat penting dalam pendidikan karakter bangsa. Hal itu karena dengan mencintai Bahasa Indonesia berarti juga mencintai bangsa Indonesia karena bahasa pada hakikatnya juga merupakan simbol identitas bangsa.
“Karakter yang bertumpu pada kecintaan dan kebanggaan terhadap bahasa dan bangsa seperti itu pada dasarnya juga merupakan refleksi dari kecintaan dan kebanggaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pilarnya,” katanya.
Menurut dia, setiap tahun, di bulan Oktober selalu diperingati sebagai Bulan Bahasa. Penetapan bulan bahasa berkaitan erat dengan ikrar Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang berisi puisi karya para pemuda Indonesia waktu itu.
“Maka, Balai Bahasa DIY sebagai instansi pemerintah yang bertugas melaksanakan pembangunan nasional di bidang kebahasaan dan kesastraan, baik Indonesia maupun daerah, pada 2016 ini menggelar serangkaian acara dalam rangka merayakan Bulan Bahasa dan Sastra,” katanya.
Dalam gelaran acara Bulan Bahasa dan Sastra ini, serangkaian acara yang telah dan akan berlangsung antara lain Sarasehan Kebahasaan dan Kesastraan dengan pembicara Prof Dr Dadang Sunendar, M.Hum, Ignas Kleden, dan Triyanto Triwikromo, Pelatihan Mencipta Puisi bersama Raudal Tanjung Banua, Diskusi Penggunaan Bahasa Media Luar Ruang bersama Dr Tirto Suwondo dan Dr Sumbo Tinarbuko.
Kemudian pelatihan Mendongeng bersama ArifRahmanto, Pelatihan Deklamasi bersama Sri Harjanto Sahid, Malam Pergelaran Sastra bersama Untung Basuki dan deklamator Yogyakarta, Pelatihan Musikalisasi Puisi bersama Landung Simatupang dan Nur Indrijatno Eska, Pelatihan Menulis Naskah Drama bersama Agus Leyloor, Sekolah Menulis bersama Indra Tranggono, Eko Triono, Hairus Salim, dan Muhidin M. Dahlan, juga rangkaian kegiatan berupa pelatihan dan lomba kebahasaan dankesastraan lainnya.
Selain itu, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Balai Bahasa DIY juga menggelar Penghargaan Bahasa dan Sastra 2016, yang akan memberikan penghargaan atas buku karya sastra serius, buku kritik sastra, penggunaan bahasa di luar ruang (tempat wisata), dan tata naskah dinas SLTP di DIY.
“Kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2016 ini bertujuan menumbuh kembangkan kecintaan masyarakat Yogyakarta terhadap bahasa dan sastra Indonesia dalam rangka memperkokoh jati diri bangsa,” katanya.
Sumber: Antara
Tags: bahasa indonesia, balai bahasa, bulan bahasa, cak nun, DIY, emha ainun nadjib, kiai kanjeng, penulis, penyair, raudal tanjung banua, rina ratih, ulfatin ch, yogyakarta
Balai Bahasa Gelar Lesehan Bahasa dan Sastra
Kiprah Budi Darma sebagai sastrawan Indonesia tidak diragukan lagi. Ratusan karya berupa esai, novel, dan cerpen beredar luas. Semua karya... selengkapnya
Pengaturan substansi perbukuan secara nasional diperlukan untuk pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan, informasi, maupun hiburan. “Dengan pengaturan itu, saya berkeyakinan... selengkapnya
Suasana sejuk memang masi terasa saat masuk di ruang tamu, yang sekaligus ruang baca PDS H.B Jassin. Masih bersih. Jawa... selengkapnya
Sekarang belanja di Pustaka Kita menjadi lebih mudah dengan telah tersedianya Go Pay. Teman-teman yang memiliki Go Pay bisa langsung... selengkapnya
Shelina Janmohamed menulis buku tentang “Generation M: Young Muslims Changing the World”, yang membahas tentang peningkatan tren konsumerisme global yang... selengkapnya
Pengguna moda transportasi Transjogja kini bisa memuaskan dahaga akan pengetahuan yang tertulis dalam buku-buku bacaan. Pasalnya, halte Transjogja kini punya... selengkapnya
Lukman Sardi, Ardinia Wirasti dan Ernest Prakasa memiliki keresahan terhadap generasi muda Indonesia yang tidak suka pergi ke perpustakaan. Itulah... selengkapnya
Penerbit Le Seuil Belanda akan meluncurkan sebuah buku yang memuat sketsa-sketsa dari Vincent Van Gogh. Namun, para ahli dari pihak... selengkapnya
Panggilan keseharian Mustofa, nama lengkapnya Mustofa W.Hasyim. Ia merupakan anak dari pasangan bapak Muh. Wazir Hasyim dengan ibu Darimah. Masa... selengkapnya
Judul: Ahangkara Penulis: Makinuddin Samin Tahun Terbit: 2017 Penerbit: Javanica Tebal: 496 ISBN: 978-602-6799-13-5 Novel berjudul “Ahangkara” adalah novel pertama... selengkapnya
Penulis : Udi Samanhudi Tebal : 268 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Diva Press Deksripsi :… selengkapnya
Rp 68.000 Rp 80.000Penulis : Murdijati Gardjito, Henny Krissetiana Hendrasty, Alfina Dewi Tebal : 434 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit … selengkapnya
Rp 108.800 Rp 128.000Penulis : Irmawati Carolina, Kresna Ramanda, dan Rachman Komarudin Tebal : xiv + 74 hlm Ukuran : 17 x 24… selengkapnya
Rp 87.380 Rp 102.800Dua lelaki bersaudara berusaha mengangkut karung berisi umbi goddung sembari melarikan diri dari kebakaran hebat di gunung Tatorjek, Bawean. Kemarau… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Barangsiapa tidak menguasai ilmu mantik, maka ilmu pengetahuannya tidak valid. Begitulah pernyataan Imam al-Ghazali. Artinya, ilmu mantik adalah neraca yang… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000Materi-materi di dalam buku ini, sengaja penulis kombinasikan dari berbagai sumber khazanah kesusastraan Arab dan kajian sastra secara umum, baik… selengkapnya
Rp 119.000 Rp 140.000Sebagai negara yang majemuk, Indonesia memiliki bermacam-macam budaya yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Budaya tersebut tidak lepas dari kondisi… selengkapnya
Rp 105.400 Rp 124.000Penulis : Fitri Arnia dan Khairul Munadi Tebal : 132 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak… selengkapnya
Rp 63.750 Rp 75.000“Zahir Mania benar-benar beruntung memiliki imam majelis seperti Habib Bidin. Banyak habib di Indonesia, tetapi sosok seperti beliau sulit ditemukan… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Penulis : Max Horkheimer dan Theodor W. Adorno Tebal : 442 hlm Ukuran : cm Penerbit : Ircisod Deskripsi :… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000



Saat ini belum tersedia komentar.