● online
- Fragmen-Fragmen bagi Sayyidina Muhammad....
- Konflik Internal dan Kompleksitas Proxy War di Tim....
- Mata Air Hakikat: Pesan-Pesan Pelembut Hati untuk ....
- Sistem Reproduksi Manusia; Pengayaan Materi Pembel....
- Analisis Statistika dengan Model Persamaan Struktu....
- Panduan Mengelola Kemampuan Mempengaruhi Orang Lai....
- Manajemen Program Pembiasaan Bagi Anak Usia Dini....
- Masnawi Senandung Cinta Abadi....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Nasibmu PDS HB Jassin..Dana Disetop, Buku pun Berjamur
Suasana sejuk memang masi terasa saat masuk di ruang tamu, yang sekaligus ruang baca PDS H.B Jassin. Masih bersih. Jawa Pos adalah pengunjung pertama yang mengisi buku tamu hari itu (Senin, 6/2).
Namun, begitu berada di ruang koleksi, kondisinya sangat berbeda. Tidak sejuk lagi. Bahkan cenderung gerah. Maklum, di ruangan paling vital tersebut, tidak ada lagi embusan angin AC. Ribuan koleksi buku lama, kliping koran, resensi biografi, maupun catatan tangan penulis masih tersimpan rapi sesuai abjad. Sayang, ada sejumlah buku yang mulai berjamur dan berdebu.
”AC mati sudah sejak tahun lalu. Kami sudah panggil tukang servis, tapi dia bilang sudah tidak ada komponennya, sudah kuno,” kata Agung Trianggono, penanggung jawab pengolahan data PDS H.B. Jassin, saat ditemui Jawa Pos hari itu.
Agung yang telah mengabdi di PDS H.B. Jassin sejak 1992 menjelaskan, AC yang digunakan di PDS H.B. Jassin adalah AC sentral. Setiap ruangan memiliki mesin kompresor sendiri. Masalahnya, kompresor untuk AC ruang koleksi sekarang mati.
Akibatnya, jika ramai, pengunjung pasti kepanasan. ”Kalau pas ada kunjungan rombongan, kasihan. Ruangan menjadi gerah dan bau,” ungkap pria 50 tahun itu.
Koleksi PDS H.B. Jassin sangat lengkap dan banyak. Total mendekati angka 200 ribu judul. Data terakhir meliputi 21.300 judul buku fiksi, 17.700 nonfiksi, 475 judul buku referensi, 875 judul naskah/buku drama, 870 judul buku biografi, 130.534 judul kliping, 690 judul foto pengarang, 789 judul skripsi dan disertasi, 742 judul rekaman suara, serta 25 judul video kaset rekaman. PDS juga memiliki naskah asli tulisan tangan sastrawan lama seperti Chairil Anwar dan Amir Hamzah.
Menurut Agung, masalah AC hanyalah salah satu bagian dari kompleksitas problem yang dihadapi perpustakaan yang diresmikan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin pada 30 Mei 1977 itu.
Sejak Agustus 2016, PDS H.B. Jassin tidak mendapat dana hibah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. Penyebabnya, status PDS H.B. Jassin kini berbentuk yayasan. Dan, berdasarkan keputusan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), pemprov tidak lagi memberikan dana hibah untuk yayasan mana pun. ”Padahal, selama ini andalan kami ya dana dari pemprov itu,” kata Agung.
Sebelum era Ahok, PDS H.B. Jassin mendapatkan dana hibah yang cukup besar dari pemprov. Misalnya, di era Joko Widodo (Jokowi) masih menjadi gubernur, dana yang diberikan untuk PDS H.B. Jassin Rp 2 miliar setiap tahun. ”Tapi, begitu Pak Jokowi naik menjadi presiden, anggarannya dikurangi. Bahkan, mulai tahun lalu, dana itu disetop,” bebernya.
Selama ini, terang Agung, sebagian besar dana hibah dari Pemprov DKI tersebut habis untuk kebutuhan dokumentasi dan operasional kantor. Sebagai yayasan nirlaba, PDS H.B. Jassin secara periodik melakukan dokumentasi atas karya sastra baru dan mengkliping karya sastra yang dimuat di berbagai media massa.
Untuk gaji karyawan, Yayasan PDS H.B. Jassin masih sulit memberikan nominal yang memadai. Malah, sampai saat ini gaji karyawan PDS masih di bawah upah minimum regional (UMR) DKI Jakarta. Agung mencontohkan dirinya yang sudah 25 tahun masa pengabdiannya. Hingga kini gajinya tak lebih dari Rp 2 juta per bulan. ”Di sini ada 12 karyawan, ditambah dua OB (office boy). Tapi, gaji OB malah sudah UMR, sedangkan kami belum,” ungkapnya.
Setelah tidak menerima dana dari Pemprov DKI, kelangsungan hidup PDS H.B. Jassin ibarat mati segan hidup pun tak mau. Pada September sampai Desember tahun lalu, PDS memang masih bisa hidup dari bantuan pribadi Gubernur Ahok.
Namun, sejak Januari 2017, donasi dari Ahok tidak ada lagi. Praktis, PDS hanya mengandalkan sisa dana kas yayasan. Mereka mulai kesulitan dana operasional. ”Gaji rutin kami masih dapat, tapi entah pada akhir bulan nanti,” kata Agung sambil menerawang.
Menurut Agung, sejatinya pihak yayasan sudah melakukan komunikasi dengan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi DKI Jakarta. Pihak BPAD siap mengambil alih PDS H.B. Jassin menjadi PAD. Namun, masih ada kekhawatiran dari yayasan terkait identitas H.B. Jassin nanti.
”Kalau diambil alih, apakah hanya dokumen-dokumennya atau PDS H.B. Jassin dihilangkan? Sebab, kalau PDS dicampur PAD, bisa jadi namanya hilang,” kata Agung.
Bukan hanya itu, status kelanjutan kerja karyawan PDS H.B. Jassin juga menjadi tanda tanya. Agung sendiri pesimistis statusnya bisa naik menjadi PNS (pegawai negeri sipil). Sebab, usianya sudah mendekati setengah abad. ”Saya kan juga ingin merasakan gaji sebagai PNS, tapi kayaknya…,” kata Agung tak kuasa melanjutkan.
Dengan APBD 2017 sebesar Rp 70,191 triliun, Pemprov DKI sebenarnya bisa menganggarkan dana hibah untuk membantu Yayasan PDS H.B. Jassin seperti dulu. Namun, kebijakan Gubernur Ahok menafikan dana hibah itu lagi. Sebab, kalau Yayasan PDS H.B. Jassin mendapat dana hibah, sangat mungkin yayasan-yayasan swasta lainnya menuntut hal yang sama kepada pemprov.
Masalahnya, PDS H.B. Jassin adalah harta karun intelektual yang tak terkira besarnya. Tidak hanya bagi masyarakat Jakarta, tapi juga bangsa ini. Bahkan bagi masyarakat asing yang membutuhkan literatur sastra di situ.
”Terus terang, setiap hari kami harus mengeluarkan biaya untuk operasi PDS. Misalnya membantu mahasiswa yang ingin memfotokopi bahan yang dibutuhkan untuk membuat skripsi. Atau untuk beli ini dan itu,” papar Agung.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca BPAD DKI Hari Wibowo mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah mengirim draf nota kesepahaman untuk pengambilalihan PDS H.B. Jassin pada September 2016, tapi hingga kini belum mendapat respons yayasan. Atas ketidakjelasan respons dari Yayasan PDS H.B. Jassin itu, pemprov memutuskan untuk menghentikan dana hibah sejak Januari 2017. ”Itu konsekuensinya,” ucap dia.
Hari menyesalkan harus menghentikan dana hibah tersebut ke PDS H.B. Jassin. Sebagai bahan pertanggungjawaban, pihaknya sudah mengirimkan laporan (soal PDS H.B. Jassin) itu kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Sumarsono awal Januari lalu.
Sumarsono juga tidak berkeberatan atas pemutusan dana hibah tersebut. Buktinya, dia tidak memberikan dana lagi untuk biaya operasional Yayasan PDS H.B. Jassin. ”Apa boleh buat. Itu harus kami tempuh,” tutur Hari.
Sumber: jpnn
Tags: H.B. Jassin, perpustakaan
Nasibmu PDS HB Jassin..Dana Disetop, Buku pun Berjamur
Dalam era digital dan globalisasi, penelusuran dan identifikasi buku menjadi semakin penting. Salah satu sistem yang mendukung proses ini adalah... selengkapnya
Panggilan keseharian Mustofa, nama lengkapnya Mustofa W.Hasyim. Ia merupakan anak dari pasangan bapak Muh. Wazir Hasyim dengan ibu Darimah. Masa... selengkapnya
Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar “Lesehan Bahasa dan Sastra” bersama Emha Ainun Nadjib dan Kiai Kanjeng dijadwalkan 31 Oktober... selengkapnya
Kiprah Budi Darma sebagai sastrawan Indonesia tidak diragukan lagi. Ratusan karya berupa esai, novel, dan cerpen beredar luas. Semua karya... selengkapnya
Omar Niode Foundation, sebuah lembaga nirlaba dari Indonesia yang menerbitkan buku Trailing the Taste of Gorontalo, kumpulan tulisan dan rangkaian... selengkapnya
Sejumlah anggota DPR RI mengusulkan segera dibentuknya Badan Perbukuan Nasional untuk menggantikan Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) di Kemendikbud, dalam... selengkapnya
Jakarta – Sukses mengirim sembilan orang penulis melakukan residensi ke mancanegara, tahun ini Komite Buku Nasional (KBN) dan Kementerian Pendidikan... selengkapnya
Lukman Sardi, Ardinia Wirasti dan Ernest Prakasa memiliki keresahan terhadap generasi muda Indonesia yang tidak suka pergi ke perpustakaan. Itulah... selengkapnya
Memasuki hari ketiga Bologna Children’s Book Fair 2017, perwakilan Indonesia mendapatkan sejumlah penawaran bisnis dan budaya dari sejumlah negara. Salah... selengkapnya
Pengguna moda transportasi Transjogja kini bisa memuaskan dahaga akan pengetahuan yang tertulis dalam buku-buku bacaan. Pasalnya, halte Transjogja kini punya... selengkapnya
Penulis : Syekh Nawawi al-Bantani Tebal : 386 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Turos Pustaka Deskripsi… selengkapnya
Rp 62.050 Rp 73.000Penulis : Paul Recoeur Tebal : 552 hlm Ukuran : Penerbit : Ircisod Deskripsi : Buku ini adalah kumpulan esai… selengkapnya
Rp 102.000 Rp 120.000Penulis : Saludin Muis Tebal : xviii + 278 hlm Ukuran : 17 x 24 cm Penerbit : Teknosain Deskripsi… selengkapnya
Rp 163.880 Rp 192.800Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, ilmu kedokteran pun terus berkembang. Kemajuan teknologi pun menunjang diagnosis dan terapi penyakit… selengkapnya
Rp 76.500 Rp 90.000Buku ini membahas tentang berbagai hubungan manusia dengan lingkungannya atau ekosistemnya dalam sistem kebudayaan manusia. Penulis mencoba menjelaskan kekhasan dan… selengkapnya
Rp 48.280 Rp 56.800Penulis : Dwi Ermavianti W.S. dan Ani Susilowati Tebal : xii + 196 hlm Ukuran : 17,6 x 25… selengkapnya
Rp 66.300 Rp 78.000Penulis : Sam Edy Yuswanto Tebal : viii + 152 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Gava… selengkapnya
Rp 41.650 Rp 49.000Penulis : Nanang Trenggono Tebal : xiv + 160 hlm Ukuran : 17 x 24 cm Penerbit : Suluh Media… selengkapnya
Rp 122.230 Rp 143.800Penulis : Iklil Pradigta Tebal : 144 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Ircisod Deskripsi : Filsafat… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Nirwan Ahmad Arsuka Tebal : 809 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi :… selengkapnya
Rp 212.500 Rp 250.000



Saat ini belum tersedia komentar.