Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Fisiologi Hewan....
- Statistika Pendidikan, Konsep dan Penerapannya Men....
- Hubungan Kerja Sama Indonesia dan Jepang....
- Manufaktur Aditif Material Polimer....
- Perancangan Sistem OFDM (Orthogonal Frequency Divi....
- Rab(b)i....
- Produk Kreatif dan Kewirausahaan Kompetensi Keahli....
- Audit Lingkungan....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Sastrawan Kenamaan Budi Darma, Penulis Muda Perlu Baca Banyak Buku
Kiprah Budi Darma sebagai sastrawan Indonesia tidak diragukan lagi. Ratusan karya berupa esai, novel, dan cerpen beredar luas. Semua karya tersebut dia buat atas dasar niat sederhana: menyukai sastra.
Usia Budi Darma genap 80 tahun pada 25 April mendatang. Ditemui Jawa Pos Kamis (30/3), guru besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu tampil khas. Berkemeja lengan panjang putih garis abu-abu, celana kain biru dongker, rambut tersisir rapi.
Pagi itu, Budi terlihat gayeng ngobrol dengan salah seorang mahasiswa. Duduk berhadapan, obrolan mereka terlihat santai. Tak kaku layaknya guru memberikan petuah kepada muridnya. ”Sini saja Mas, gabung. Tidak apa-apa,” ungkap Budi kepada Jawa Pos. Di ruang K 1.1.3 Pascasarjana Unesa itu, seperti biasa Budi menerima mahasiswa bimbingannya.
Di sela-sela obrolan, Budi menunjukkan beberapa karya sastra yang dia tulis. Di antaranya, Rafilus, Ny. Talis, Harmonium, Hotel Tua, Orang-Orang Bloomington, dan Olenka. Sedikitnya tiga novel, ratusan cerpen, dan puluhan esai telah dia buat.
Dari karya-karya tersebut, dia mendapatkan banyak penghargaan. Salah satunya novel Olenka yang meraih penghargaan dari S.E.A. Write Award. Penghargaan itu dipersembahkan kepada penulis sastra di kawasan Asia Tenggara. ”Novel itu saya tulis cukup singkat. Tiga minggu,” cerita Budi yang telah mengajar di Unesa selama 54 tahun. Meski dalam waktu singkat, novel tersebut dibuat dengan kerja keras. Setiap hari Budi lembur mengerjakannya.
Olenka ditulisnya di sela-sela pengerjaan disertasi di Indiana University, Bloomington, AS. Lamanya jeda revisi disertasi membuat dia jenuh menunggu. Sebelum kejenuhan merambat hebat, Budi memutuskan mengurung diri di apartemen. Dia mulai menulis kata menjadi kalimat hingga tersusun beberapa bab.
Proses kreatif pembuatan Olenka terbilang unik. Selama berdiam diri di kamar untuk menulis, Budi selalu menyempatkan membaca koran lokal. Dari bacaan koran itu, dia menemukan beberapa plot yang bisa dia tuliskan dalam cerita.
Jadilah tampilan Olenka tak biasa. Di beberapa halaman novel tersebut, dia sisipkan potongan koran yang menjadi referensi dalam menulis. ”Jadi, dalam novel ini, ada dua perpaduan antara fiksi dan fakta,” katanya.
Dalam novel itu, bapak tiga putra tersebut mengisahkan proses pencarian jati diri pemuda. Olenka, tokoh utamanya, digambarkan Budi berusia dua puluhan. Olenka merupakan orang Amerika asli.
Nama Olenka diambil dari tokoh cerpen karya Anton Chekhov The Darling. Cerpen tersebut merupakan salah satu karya yang sangat digemarinya. ”Saya membaca cerpen itu waktu SMP di sebuah perpustakaan di Kota Salatiga,” ujar pria yang dikukuhkan sebagai guru besar pada 14 Mei 1991 tersebut.
Hobi membaca sejak remaja membuat Budi begitu dekat dengan karya sastra. Sambil menyelam minum air, dalam proses membaca buku tersebut, Budi sekaligus belajar bahasa Inggris. Tak mengikuti les bahasa Inggris, dia belajar secara otodidak. Saat membaca buku berbahasa Inggris, dia menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia. Secara manual, satu per satu.
Beda dengan masa remajanya, menurut Budi, kondisi sastra di Indonesia saat ini cukup unik. Sastrawan senior masih berkarya aktif. Dampaknya, pengarang baru sukar berkembang karena kalah bersaing. Terutama di media publik seperti koran dan majalah.
Sulit mendapatkan wadah di ruang publik membuat penulis mencari lahan baru. Di antaranya, di blog yang bertebaran di dunia maya. ”Dari ratusan karya yang dipublikasikan melalui blog, banyak juga yang bagus,” ungkap guru besar yang menjabat rektor Unesa periode 1984–1988 itu.
Penulis muda saat ini rata-rata menulis pendek, seperti cerpen dan puisi. Untuk novel, belum banyak yang bisa konsisten menulisnya. Nah, kekurangan itu harus segera diisi agar sastra di Indonesia semakin berkembang.
Selain jenis, imbuh Budi, saat ini di Indonesia perlu pengembangan sastra serius dan berbobot. Hal itu menjadi penyeimbang sastra populer yang kian marak. Tak perlu sebanding dalam jumlah, paling tidak tetap ada penerus sastra baru untuk menulis karya secara serius.
Untuk menulis karya sastra tersebut, penulis muda perlu membaca banyak buku. Menambah referensi agar dapat menciptakan karya yang kreatif dan inovatif. ”Kini, pemuda lebih banyak tertarik ke dunia visual. Untuk itu, perlu ada keseimbangan referensi,” jelasnya.
Meski begitu, dia beranggapan, peluang sastra Indonesia ke depan masih sangat panjang dan cerah. Indonesia memiliki banyak bahan yang bisa digunakan untuk dituangkan dalam karya sastra. Masyarakat yang kompleks dan memiliki sejarah panjang membuat lahan sastra di Indonesia sangatlah luas. ”Untuk membangun cerita, Indonesia tak akan pernah habis,” tegasnya. (elo/c6/nda/sep/JPG)
Sumber: Jawa Pos
Tags: budi darma, sastrawan
Sastrawan Kenamaan Budi Darma, Penulis Muda Perlu Baca Banyak Buku
Pengguna moda transportasi Transjogja kini bisa memuaskan dahaga akan pengetahuan yang tertulis dalam buku-buku bacaan. Pasalnya, halte Transjogja kini punya... selengkapnya
Jakarta – Sukses mengirim sembilan orang penulis melakukan residensi ke mancanegara, tahun ini Komite Buku Nasional (KBN) dan Kementerian Pendidikan... selengkapnya
Membaca buku memberi kita banyak manfaat. Tapi ternyata, belum semua orang tahu bagaimana cara membaca buku secara efektif. Membaca buku secara... selengkapnya
Komisi X DPR berinisiatif membentuk Badan Perbukuan Nasional yang berfungsi untuk mengkoordinasikan seluruh pemangku kepentingan insan perbukuan, sehingga diharapkan buku-buku... selengkapnya
Memasuki hari ketiga Bologna Children’s Book Fair 2017, perwakilan Indonesia mendapatkan sejumlah penawaran bisnis dan budaya dari sejumlah negara. Salah... selengkapnya
Menyebut nama Eka Kurniawan pastinya akan muncul sederet prestasi di ranah literasi nasional dan dunia. Eka Kurniawan si penulis ‘Lelaki... selengkapnya
Judul: Ahangkara Penulis: Makinuddin Samin Tahun Terbit: 2017 Penerbit: Javanica Tebal: 496 ISBN: 978-602-6799-13-5 Novel berjudul “Ahangkara” adalah novel pertama... selengkapnya
Dalam era digital dan globalisasi, penelusuran dan identifikasi buku menjadi semakin penting. Salah satu sistem yang mendukung proses ini adalah... selengkapnya
Sekarang belanja di Pustaka Kita menjadi lebih mudah dengan telah tersedianya Go Pay. Teman-teman yang memiliki Go Pay bisa langsung... selengkapnya
Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar “Lesehan Bahasa dan Sastra” bersama Emha Ainun Nadjib dan Kiai Kanjeng dijadwalkan 31 Oktober... selengkapnya
Karya ilmiah adalah hasil karya yang diperoleh dari kegiatan menulis dengan menerapkan konvensi ilmiah. Penulisan karya ilmiah menggunakan logika berpikir… selengkapnya
Rp 63.750 Rp 75.000Penulis : asy-Syafi’ al-Mahi Ahmad Tebal : 464 hlm Ukuran : 13 x 20 cm Penerbit : Alvabet Deskripsi :… selengkapnya
Rp 93.500 Rp 110.000Penulis : Bungaran Antonius Simanjuntak Tebal : xxx + 194 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Obor… selengkapnya
Rp 56.000 Rp 70.000Banyak orang mengatakan bahwa sejarah ditulis oleh para pemenang. Hal ini sama sekali tak mengejutkan alias wajar belaka. Tetapi, bagaimana… selengkapnya
Rp 114.750 Rp 135.000Penulis : Haris Firmansyah & Syamsul Kurniawan Tebal : 78 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Penulis : Sugeng S. Surjono, D. Hendra Amijaya Tebal : 294 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit :… selengkapnya
Rp 166.600 Rp 196.000Penulis : Fadhilah Mukhtar (Editor) Tebal : 190 hlm Ukuran : 13,5 x 18,5 cm Penerbit : Cantrik Pustaka Deskripsi… selengkapnya
Rp 108.000 Rp 120.000Penulis : Wikanda Satria Putra Tebal : vi + 78 hlm Ukuran : 19 x 23 cm Penerbit : Andi… selengkapnya
Rp 58.650 Rp 69.000Penulis : Fajar Mesaz Tebal : 260 hlm Ukuran : 13,8 x 20 cm Penerbit : Basabasi Deskripsi : Lin… selengkapnya
Rp 63.750 Rp 75.000Perkembangan teknologi yang demikian pesat dewasa ini memberikan berbagai alternatif sumber belajar peserta didik, baik media cetak, media audiovisual, maupun… selengkapnya
Rp 58.650 Rp 69.000


Saat ini belum tersedia komentar.