● online
- Komik Sains Bocah Pintar: Tata Surya....
- Yang Samar dan Gemetar....
- Hukum Pembubaran, Likuidasi, Dan Pengakhiran Statu....
- Metode Analisis Statistik....
- Sejarah Hidup Para Penyambung Lidah Nabi....
- Kimia Anorganik Edisi Kedua....
- Pengantar Ilmu Sejarah....
- Kamus Istilah Linguistik: Indonesia-Inggris-Arab....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Sastrawan Kenamaan Budi Darma, Penulis Muda Perlu Baca Banyak Buku
Kiprah Budi Darma sebagai sastrawan Indonesia tidak diragukan lagi. Ratusan karya berupa esai, novel, dan cerpen beredar luas. Semua karya tersebut dia buat atas dasar niat sederhana: menyukai sastra.
Usia Budi Darma genap 80 tahun pada 25 April mendatang. Ditemui Jawa Pos Kamis (30/3), guru besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu tampil khas. Berkemeja lengan panjang putih garis abu-abu, celana kain biru dongker, rambut tersisir rapi.
Pagi itu, Budi terlihat gayeng ngobrol dengan salah seorang mahasiswa. Duduk berhadapan, obrolan mereka terlihat santai. Tak kaku layaknya guru memberikan petuah kepada muridnya. ”Sini saja Mas, gabung. Tidak apa-apa,” ungkap Budi kepada Jawa Pos. Di ruang K 1.1.3 Pascasarjana Unesa itu, seperti biasa Budi menerima mahasiswa bimbingannya.
Di sela-sela obrolan, Budi menunjukkan beberapa karya sastra yang dia tulis. Di antaranya, Rafilus, Ny. Talis, Harmonium, Hotel Tua, Orang-Orang Bloomington, dan Olenka. Sedikitnya tiga novel, ratusan cerpen, dan puluhan esai telah dia buat.
Dari karya-karya tersebut, dia mendapatkan banyak penghargaan. Salah satunya novel Olenka yang meraih penghargaan dari S.E.A. Write Award. Penghargaan itu dipersembahkan kepada penulis sastra di kawasan Asia Tenggara. ”Novel itu saya tulis cukup singkat. Tiga minggu,” cerita Budi yang telah mengajar di Unesa selama 54 tahun. Meski dalam waktu singkat, novel tersebut dibuat dengan kerja keras. Setiap hari Budi lembur mengerjakannya.
Olenka ditulisnya di sela-sela pengerjaan disertasi di Indiana University, Bloomington, AS. Lamanya jeda revisi disertasi membuat dia jenuh menunggu. Sebelum kejenuhan merambat hebat, Budi memutuskan mengurung diri di apartemen. Dia mulai menulis kata menjadi kalimat hingga tersusun beberapa bab.
Proses kreatif pembuatan Olenka terbilang unik. Selama berdiam diri di kamar untuk menulis, Budi selalu menyempatkan membaca koran lokal. Dari bacaan koran itu, dia menemukan beberapa plot yang bisa dia tuliskan dalam cerita.
Jadilah tampilan Olenka tak biasa. Di beberapa halaman novel tersebut, dia sisipkan potongan koran yang menjadi referensi dalam menulis. ”Jadi, dalam novel ini, ada dua perpaduan antara fiksi dan fakta,” katanya.
Dalam novel itu, bapak tiga putra tersebut mengisahkan proses pencarian jati diri pemuda. Olenka, tokoh utamanya, digambarkan Budi berusia dua puluhan. Olenka merupakan orang Amerika asli.
Nama Olenka diambil dari tokoh cerpen karya Anton Chekhov The Darling. Cerpen tersebut merupakan salah satu karya yang sangat digemarinya. ”Saya membaca cerpen itu waktu SMP di sebuah perpustakaan di Kota Salatiga,” ujar pria yang dikukuhkan sebagai guru besar pada 14 Mei 1991 tersebut.
Hobi membaca sejak remaja membuat Budi begitu dekat dengan karya sastra. Sambil menyelam minum air, dalam proses membaca buku tersebut, Budi sekaligus belajar bahasa Inggris. Tak mengikuti les bahasa Inggris, dia belajar secara otodidak. Saat membaca buku berbahasa Inggris, dia menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia. Secara manual, satu per satu.
Beda dengan masa remajanya, menurut Budi, kondisi sastra di Indonesia saat ini cukup unik. Sastrawan senior masih berkarya aktif. Dampaknya, pengarang baru sukar berkembang karena kalah bersaing. Terutama di media publik seperti koran dan majalah.
Sulit mendapatkan wadah di ruang publik membuat penulis mencari lahan baru. Di antaranya, di blog yang bertebaran di dunia maya. ”Dari ratusan karya yang dipublikasikan melalui blog, banyak juga yang bagus,” ungkap guru besar yang menjabat rektor Unesa periode 1984–1988 itu.
Penulis muda saat ini rata-rata menulis pendek, seperti cerpen dan puisi. Untuk novel, belum banyak yang bisa konsisten menulisnya. Nah, kekurangan itu harus segera diisi agar sastra di Indonesia semakin berkembang.
Selain jenis, imbuh Budi, saat ini di Indonesia perlu pengembangan sastra serius dan berbobot. Hal itu menjadi penyeimbang sastra populer yang kian marak. Tak perlu sebanding dalam jumlah, paling tidak tetap ada penerus sastra baru untuk menulis karya secara serius.
Untuk menulis karya sastra tersebut, penulis muda perlu membaca banyak buku. Menambah referensi agar dapat menciptakan karya yang kreatif dan inovatif. ”Kini, pemuda lebih banyak tertarik ke dunia visual. Untuk itu, perlu ada keseimbangan referensi,” jelasnya.
Meski begitu, dia beranggapan, peluang sastra Indonesia ke depan masih sangat panjang dan cerah. Indonesia memiliki banyak bahan yang bisa digunakan untuk dituangkan dalam karya sastra. Masyarakat yang kompleks dan memiliki sejarah panjang membuat lahan sastra di Indonesia sangatlah luas. ”Untuk membangun cerita, Indonesia tak akan pernah habis,” tegasnya. (elo/c6/nda/sep/JPG)
Sumber: Jawa Pos
Tags: budi darma, sastrawan
Sastrawan Kenamaan Budi Darma, Penulis Muda Perlu Baca Banyak Buku
Omar Niode Foundation, sebuah lembaga nirlaba dari Indonesia yang menerbitkan buku Trailing the Taste of Gorontalo, kumpulan tulisan dan rangkaian... selengkapnya
Panggilan keseharian Mustofa, nama lengkapnya Mustofa W.Hasyim. Ia merupakan anak dari pasangan bapak Muh. Wazir Hasyim dengan ibu Darimah. Masa... selengkapnya
Kiprah Budi Darma sebagai sastrawan Indonesia tidak diragukan lagi. Ratusan karya berupa esai, novel, dan cerpen beredar luas. Semua karya... selengkapnya
Pengarang Sapardi Djoko Damono akan memeriahkan ajang Kuala Lumpur Literary Festival 2016. Festival sastra dan industri penerbitan buku itu bakal... selengkapnya
Judul: Ahangkara Penulis: Makinuddin Samin Tahun Terbit: 2017 Penerbit: Javanica Tebal: 496 ISBN: 978-602-6799-13-5 Novel berjudul “Ahangkara” adalah novel pertama... selengkapnya
Dalam era digital dan globalisasi, penelusuran dan identifikasi buku menjadi semakin penting. Salah satu sistem yang mendukung proses ini adalah... selengkapnya
Menyebut nama Eka Kurniawan pastinya akan muncul sederet prestasi di ranah literasi nasional dan dunia. Eka Kurniawan si penulis ‘Lelaki... selengkapnya
Memasuki hari ketiga Bologna Children’s Book Fair 2017, perwakilan Indonesia mendapatkan sejumlah penawaran bisnis dan budaya dari sejumlah negara. Salah... selengkapnya
Shelina Janmohamed menulis buku tentang “Generation M: Young Muslims Changing the World”, yang membahas tentang peningkatan tren konsumerisme global yang... selengkapnya
Komisi X DPR berinisiatif membentuk Badan Perbukuan Nasional yang berfungsi untuk mengkoordinasikan seluruh pemangku kepentingan insan perbukuan, sehingga diharapkan buku-buku... selengkapnya
Penulis : Faruq Juwaidah Tebal : 144 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi :… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000Penulis : Deanta Tebal : x + 110 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Gava Media Deskripsi… selengkapnya
Rp 29.750 Rp 35.000Penulis : Faisal Oddang Tebal : 192 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi :… selengkapnya
Rp 57.800 Rp 68.000Penulis : Fitri Llaningsih Tebal : viii + 168 hlm Ukuran : 19 x 25 cm Penerbit : Andi Deskripsi… selengkapnya
Rp 45.900 Rp 54.000Buku ini ditulis dalam rangka memotret sejarah kekejian Israel terhadap bangsa Arab Palestina sejak pra-kemerdekaan (kemerdekaan Israel: 14 Mei 1948)… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Longgina Novadona Bayo, Purwo Santoso (Editor) Tebal : viii + 452 hlm Ukuran : 16 x 24 cm… selengkapnya
Rp 96.000 Rp 120.000Kaidah bahasa Indonesia yang berlaku saat ini adalah PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia), bukan EYD (Ejaan yang Disempurnakan). Perubahan… selengkapnya
Rp 102.000 Rp 120.000Penulis : Muhammad Mona Adha dan Otoni Zai Tebal : x + 180 hlm Ukuran : 17 x 24 cm… selengkapnya
Rp 123.080 Rp 144.800Penulis : Murdijati Gardjito, Umar Santoso, Nurullia Nur Utami Tebal : 196 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : UGM… selengkapnya
Rp 63.750 Rp 75.000



Saat ini belum tersedia komentar.