● online
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Sekilas Mustofa W. Hasyim
Panggilan keseharian Mustofa, nama lengkapnya Mustofa W.Hasyim. Ia merupakan anak dari pasangan bapak Muh. Wazir Hasyim dengan ibu Darimah. Masa kanak-kanak, remaja dialami di Kotagede. Pendidikan formal yang ditempuh TK ABA Bodon Kotagede (1966), PGA IV TH Ma’had Islamy Kotagede (1971), PGA VI TH Ma’had Islamy Kotagede (1973), FLAG UMY Yogyakarta (1975) dan Balai Pendidikan Wartawan Jakarta.
Sedangkan keahliannya tulis menulis pada awalnya diasah di komunitas sastra dan teater PSK (Persada Studi Klub), Kelompok Insani Harian Masa Kini Yogyakarta, Kelompok Poci, Bulungan Jakarta, Sanggar Enam Dua Jakarta, Kelompok Sembilan Jakarta. Mustofa berkecimpung dalam bidang kesenain sejak tahun 1970-an semasa masih sekolah menengah, terutama bidang sastra dan teater yang disenangi. Ia memang bukan berasal dari keluarga seniman, kemampuan di bidang seni sastra dari usaha kerasnya yang selalu belajar. Bahkan ketika masih di Jakarta sekitar tahun 1978, Mustofa pernah mengikuti workshop penulisan puisi di Gelanggang Remaja Senen dan workshop teater dengan instruktur Roedjito, Arifien C.Noer dan Putu Widjaya.
Sesudah merasa ukup bekal pengetahuannya, Mustofa pun mengembangkan diri diberbagai komunitas seni, seperti mempelopori berdirinya Teater Melati KotaGede, aktif di sanggar sastra dan Teater (SST) Sila. Kemudian bersama Heniy Astianto, Djihad Gunawan dan Nur Iswantara mendirikan Yayasan Budaya Masyarakat Indonesia(Ya-Bumi)dan didaulat sebagai ketua. Sejak tahun 1979 keterampilan dalam bidang jurnalistik ditekuni dengan suntuk, Mustofa pernah menduduki jabatan pemimpin redaksi, wakil pemimpin redaksi, dewan redaksi, dan redaksi di koran, majalah, jurnal baik lokal maupun nasional. Beberapa media yang pernah menjadi tempat bekerjanya Masa Kini, Harian Yogya Post, Kuntum, Rebana, Warta Kampung, Fadilah., dan Jurnal Cerpen .
Bidang tulis-menulis memang menjadi pilihan hidupnya,terbukti selain sebagai wartawan dia juga menjadi editor buku di berbagai penerbit sejak tahun 1982, seperti di Shalahudin Press, LP3Y, Sipress, Bentang Budaya, Pustaka SM, Titian Illahi Press, Navila, dan Gita Nagari. Ia telah banyak menyunting seratusan buku baik terjemahan maupun karya asli. Sebagai penggiat sastra, Mustofa memiliki pengalaman yang kaya. Dekade 1970-an bersama Teater Melati Kotagede aktif melakukan pentas teater anak-anak dan remaja, juga siaran sandiwara radio di Radio PTDI Kotaperak Kotagede. Kemudian dekade 1980-an, Mustofa mencoba melakukan pentas baca puisi baik secara individu di sekolahan, kampus, pesantren, event-event seni seperti Festival Kesenian Yogyakarta.
Sisi lain Mustofa juga banyak memberikan pelatihan sastra seperti dekade 1990-an memberikan pelatihan menulis fiksi di berbagai komunitas seni Jogja, Jateng, dan Jatim. Pada tahun 2000-2005 memberikan pelatihan penulisan dan apresiasi sastra di komunitas seni, pondok, pesantren, sekolahan, dan kampus-kamous seperti di Jogja, Solo, Wonosobo, Cilacap, Jombang. Berkat kepiawaianannya dalam bidang sastra Mustofa pernah memberi ceramah di berbagai komunitas seperti di SMUN yang diikuti guru-guru bahasa Indonesia. Mustofa pernah meraih prestasi dalam berbagai lomba penulisan sastra khususnya puisi, seperti Juara I Dewan Kesenian Yogyakarta (DKY) dan Taman Budaya Yogyakarta tahun 1978, Juara I lomba Puisi Eboni dan juara IV Lomba Puisi Islami.
Karya-karya sastra Mustofa sudah banyak jumlahnya.untuk puisi saja jumlahnya sudah ratusan ,adapun yang sudah dalam bentuk buku diterbitkan berjudul : Reportase Yang Menakutkan dan Ki Ageng Miskin.Swelain puisi karya Mustofa yaitu cerita pendek (cerpen) yang jumlahnya sudah puluhan.Karya sastra Mustofa yang sangat menakjubkan adalah karya sastra yang berbentuk novel. Proses penciptaan novelnya dimulai sejak tahun 1980-an .Pada dekade ini lahir dua novel berjudul,Sepanjang Garis Mimpi dan Pergulatan. Mustofa sampai kini terus aktif melahirkan karya, bahkan ia masih aktif pula bersama LSM melakukan pendampingan pengembangan kesenian di banyak pondok pesantren, komunitas seni, sekolahan, dan kampus-kampus.
Sumber: Taman Budaya Yogyakarta
Tags: mustofa w. hasyim
Sekilas Mustofa W. Hasyim
Penerbit Le Seuil Belanda akan meluncurkan sebuah buku yang memuat sketsa-sketsa dari Vincent Van Gogh. Namun, para ahli dari pihak... selengkapnya
Memasuki hari ketiga Bologna Children’s Book Fair 2017, perwakilan Indonesia mendapatkan sejumlah penawaran bisnis dan budaya dari sejumlah negara. Salah... selengkapnya
Lukman Sardi, Ardinia Wirasti dan Ernest Prakasa memiliki keresahan terhadap generasi muda Indonesia yang tidak suka pergi ke perpustakaan. Itulah... selengkapnya
Pengarang Sapardi Djoko Damono akan memeriahkan ajang Kuala Lumpur Literary Festival 2016. Festival sastra dan industri penerbitan buku itu bakal... selengkapnya
Komisi X DPR berinisiatif membentuk Badan Perbukuan Nasional yang berfungsi untuk mengkoordinasikan seluruh pemangku kepentingan insan perbukuan, sehingga diharapkan buku-buku... selengkapnya
Kiprah Budi Darma sebagai sastrawan Indonesia tidak diragukan lagi. Ratusan karya berupa esai, novel, dan cerpen beredar luas. Semua karya... selengkapnya
Dalam era digital dan globalisasi, penelusuran dan identifikasi buku menjadi semakin penting. Salah satu sistem yang mendukung proses ini adalah... selengkapnya
Menyebut nama Eka Kurniawan pastinya akan muncul sederet prestasi di ranah literasi nasional dan dunia. Eka Kurniawan si penulis ‘Lelaki... selengkapnya
Suasana sejuk memang masi terasa saat masuk di ruang tamu, yang sekaligus ruang baca PDS H.B Jassin. Masih bersih. Jawa... selengkapnya
Jakarta – Sukses mengirim sembilan orang penulis melakukan residensi ke mancanegara, tahun ini Komite Buku Nasional (KBN) dan Kementerian Pendidikan... selengkapnya
Bila engkau menganggap Allah itu ada hanya karena engkau yang merumuskannya, hakikatnya engkau sudah menjadi kafir. Allah tidak perlu disesali… selengkapnya
Rp 68.000 Rp 80.000Dobaq, laki-laki bertubuh kecil dan buta huruf, kerap dianggap tak berguna oleh istrinya. Setiap hari, sepulang dari menyadap nira dan… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Muh. Nasir Tebal : 198 hlm Ukuran : 14,8 x 21 cm Penerbit : Manggu Deskripsi : Urgensi… selengkapnya
Rp 62.475 Rp 73.500Penulis : Iqra’ al-Firdaus Tebal : 198 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Noktah Deskripsi : Pendidikan… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Reni Nuryanti Tebal : 406 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi :
Rp 51.000 Rp 60.000Penulis : Aulia Fadli Tebal : x + 160 hlm Ukuran : 16 x 23 cm Penerbit : Gava Media… selengkapnya
Rp 39.100 Rp 46.000Penulis : Arif Budi Permana Tebal : x + 230 hlm Ukuran : 16 x 23 cm Penerbit : Andi… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000Penulis : Harry A. Lewis Tebal : 492 hlm Ukuran : 13 x 20 cm Penerbit : Gemilang Deskripsi :… selengkapnya
Rp 84.150 Rp 99.000Penulis : J.I van Sevenhoven Tebal : 128 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi :… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Pitoyo Amrih Tebal : 308 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi :… selengkapnya
Rp 72.250 Rp 85.000



Saat ini belum tersedia komentar.