● online
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Gus Dur dalam Obrolan Gus Mus
Rp 51.000 Rp 60.000| ISBN | 978-623-5348-19-3 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Budaya |
Gus Dur dalam Obrolan Gus Mus
Penulis : Husein Muhammad
Tebal : 170 hlm
Ukuran :
Penerbit : Ircisod
Deskripsi :
Percakapan-percakapan dalam buku ini tentu saja menjadi semacam oase yang menyejukkan. Cerita-cerita yang dihadirkan merupakan inspirasi bagi kita untuk senantiasa “ngakak” di tengah zaman yang semakin ruwet, sebagaimana Gus Dur dan Gus Mus yang “enteng-enteng saja” menjalani kehidupan dengan segala macam persoalannya. Hubungan dua sahabat yang sama-sama memiliki “keistimewaan” ini ditulis dengan sangat brilian oleh K.H. Husein Muhammad, yang juga sahabat sekaligus pengagum berat Gus Dur dan Gus Mus.
“Gus Dur adalah orang yang cerdik, sangat cerdas, dan menguasai banyak ilmu agama dan ilmu umum. Pengetahuannya sangat luas dan terbuka. Tetapi, boleh jadi Gus Dur juga dianugerahi keistimewaan ilmu weruh sak durunge winara (mengetahui sebelum terjadi) sebagaimana orang-orang menyebutnya. Atau, kalau dalam tradisi pesantren disebut ilmu laduni, atau ilmu adiluhung,” tutur Gus Mus.
Gus Mus bercerita bahwa Gus Dur, manakala menerima undangan untuk diskusi, seminar, simposium, dialog, atau konferensi dan sejenisnya, beliau lebih dulu mencari tahu siapa saja pembicaranya. Lalu, mempelajari pikiran-pikirannya, perspektifnya, dan gagasan-gagasan yang pernah disampaikannya, baik dalam karya-karya tulisnya maupun dalam ceramah-ceramahnya. Nah, dari membaca semua itu, Gus Dur menangkap apa yang akan dibicarakan dan disampaikan para pembicara/narasumber itu kelak. Paling-paling tak jauh dari itu juga.
Suatu waktu, dalam sebuah acara di mana salah seorang pemimpin Negara Islam Iran mau bicara dan berdialog, Gus Dur justru tidur, ngorok lagi. Banyak tokoh yang menganggap tindakan Gus Dur ini tidak sopan. Namun, betapa menakjubkan, begitu pidato atau ceramah petinggi Iran itu selesai dan Gus Dur bangun, dia justru segera angkat tangan lebih dulu meminta berbicara untuk merespons. Tanggapan Gus Dur memperlihatkan bahwa dia sangat memahami isi pidato pemimpin Iran itu, mengetahui apa yang positif dan apa yang perlu dikritik. Semua orang yang awalnya jengkel, akhirnya terpesona pada Gus Dur.
Gus Dur dalam Obrolan Gus Mus
| Berat | 200 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 844 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Suku Bajo adalah suku bangsa Nusantara yang hidup di laut. Mereka membangun rumah-rumahnya di atas laut. Mereka dikenal orang-orang darat sebagai orang laut. Karena semenjak dahulu orang-orang Bajo kerap mengembara dengan perahu, populasi mereka pun tersebar di banyak perairan Nusantara. Sebagaimana penduduk Jawa mempunyai agama Jawa dan penduduk Sunda mempunyai Sunda Wiwitan, orang-orang Bajo juga… selengkapnya
Rp 59.200 Rp 74.000Penulis : Iman Budhi Santosa Tebal : 184 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Noktah Deskripsi : Kebudayaan-kebudayaan suku di Nusantara mewariskan kepada kita banyak local genius yang adiluhung. Salah satu wujudnya adalah peribahasa, pantun, dan ungkapan-ungkapan daerah yang memuat nilai-nilai etika, moralitas, dan filosofi dengan mutu yang sangat tinggi. Ia berbentuk… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000Penulis : Chris Barker Tebal : xxvi + 466 hlm Ukuran : Penerbit : Kreasi Wacana Deskripsi : Cultural studies merupakan suatu teori yang dibangun oleh pemikir yang memandang produksi pengetahuan teoritis sebagai praktik politik. Cultural Studies bukan sebuah perbincangan suatu mazhab atau keilmuan tertentu, ia interdisipliner, multidisipliner, bahkan postdisilp banyak disiplin keilmuan yang sudah… selengkapnya
Rp 106.250 Rp 125.000Tidak pernah hilang dari memori kolektif orang-orang Gayo tentang sebuah pengakuan, baik dalam mitos maupun dalam realitas sejarah, bahwa negerinya, Tanah Gayo adalah bagian dari kekuasaan Sultan Aceh, karena tidaklah sah kekuasaan seorang kejurun penguasa Gayo tanpa Sarakata (Naskah Pengangkatan) dan Bawar (Golok Pusaka). Keduanya merupakan regalia legalitas Sultan Aceh. Akan tetapi seperti kata C…. selengkapnya
Rp 63.750 Rp 75.000Penulis : AB. Takko Bandung Tebal : 308 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi: Pada awalnya orang Bugis hanya menetap di tanah Bugis. Dari segi geografis tanah Bugis terletak di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Mattulada (1998:24) memperkirakan bahwa pada awalnya suku Bugis tinggal di pesisir utara Teluk Bone yang… selengkapnya
Rp 76.500 Rp 90.000“Orang Madura itu tidak feodal, sikap sosialnya egaliter, rajin kerja, kukuh mempertahankan nilai yang dianggapnya mendasar. juga cara berpikirnya aneh dan cerdas, meskipun di permukaan tampak seolah-olah bodoh.”—Cak Nun, Budayawan. “Salah satu ciri utama yang melekat pada orang Madura adalah kelincahannya dalam berkelit dengan logika-logika polos. Orang Madura, konon, pandai berkelit dan cerdik, tapi tidak… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Siapakah orang Aceh yang dimaksud Snouck Hurgronje dalam buku ini? Bagaimana hubungan antara Aceh dan wilayah-wilayah lain di nusantara? Apa kaitan antara budaya Jawa, Melayu, dan Aceh? Bagaimana mitos, legenda, agama, dan adat turut membentuk orang Aceh? Meskipun Islam merupakan agama yang dominan di Aceh, tetapi pengaruh budaya pra-Islarn dan adat pribumi tidak serta merta… selengkapnya
Rp 170.000 Rp 220.000Sudah banyak penelitian yang mewartakan bahan plastik—termasuk yang terlihat paling remeh, kantong plastik—memerlukan ratusan hingga ribuan tahun agar dapat terurai secara alami. Sialnya, rentang waktu penguraian yang lama tersebut sungguh sangat membebani keseimbangan ekologis. Bahan plastik sering digunakan dalam keseharian kita—di pasar, di dapur, di kamar mandi, di ruang tamu, di meja makan. Namun, jarang… selengkapnya
Rp 68.000 Rp 80.000Penulis : Zulyani Hidayah Tebal : xxii + 470 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi: MOTTO “Binneka Tunggal Ika” – yang telah banyak dikenal masyarakat Indonesia – mempunyai arti bahwa walau masyarakat negeri ini amat beragam dalam berbagai aspeknya, namun tetap satu kesatuan. Namun demikian, tidak banyak yang mengetahui… selengkapnya
Rp 112.000 Rp 140.000Buku ini adalah sebuah buku sumber informasi tentang masyarakat yang disusun untuk masyarakat Ujir dan keturunannya. Sejak dahulu kala Ujir adalah kampung perdagangan yang utama di Kepulauan Aru. Sejak kedatangan pertama Belanda di Aru pada abad ke-17, masyarakat Ujir dan kampungnya tercantum sangat menonjol dalam dokumentasi sejarah tentang Aru, tetapi hanya sedikit, bahkan bisa dikatakan… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 90.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.