● online
- SKD (Seleksi Kemampuan Dasar) + SKB (Seleksi Kemam....
- Tales of the Caliph: Harun ar-Rasyid dan Cerita-Ce....
- Permata Datchet....
- Penyelesaian Perkara Perceraian melalui Mediasi: S....
- Kewargaan Demokratis; Politik Menuju Indonesia Dem....
- Jaringan Ulama dan Islamisasi Indonesia Timur....
- Konflik Internal dan Kompleksitas Proxy War di Tim....
- Remaja dan Perilaku Berisiko di Era Digital: Pengu....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Melewati Batas: Kekerasan Ekstrem Belanda dalam Perang Kemerdekaan Indonesia, 1945-1949
Rp 144.000 Rp 180.000| ISBN | 978-623-321-227-4 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Sejarah |
Penulis : Tim Penulis ODGOI
Tebal : xviii + 487 hlm
Ukuran : 16 x 24 cm
Penerbit : Obor Indonesia
Melewati Batas: Kekerasan Ekstrem Belanda dalam Perang Kemerdekaan Indonesia, 1945-1949
Pada 17 Agustus 1945, dua hari setelah Jepang menyerah, Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Belanda menolak mengakui proklamasi kemerdekaan tersebut dan beralih menggunakan kekuatan militer guna mengambil kendali proses dekolonisasi yang tak terelakkan. Alhasil, perang yang sengit serta negosiasi yang pelik berlangsung selama empat tahun penuh.
Pada tahun 2005, pemerintah Belanda menyatakan bahwa Belanda tak seharusnya mengobarkan perang di Indonesia. Sebelumnya, sejak 1969, pemerintah Belanda berpendirian teguh bahwa meskipun terjadi ‘ekses-ekses’, angkatan bersenjata Belanda secara keseluruhan berperilaku sesuai aturan selama perang berlangsung.
Akan tetapi, sehubungan dengan semakin menguatnya indikasi kekerasan ekstrem angkatan bersenjata Belanda selama perang, pendirian pemerintah Belanda tersebut tak lagi dapat dipertahankan. Pada tahun 2016, pemerintah belanda memutuskan untuk mendanai kajian luas ihwal dinamika perang. Kesimpulan-kesimpulan terpenting dari kajian tersebut dimuat dalam buku ini. Para penulis dalam buku ini menjabarkan betapa angkatan bersenjata Belanda menggunakan kekerasan ekstrem secara struktural, dan bagaimana kekerasan ekstrem tersebut ditutup-tutupi selama bertahun-tahun setelah perang berakhir. Kekerasan ekstrem tersebut, seperti halnya keseluruhan sejarah kolonial Belanda, meruntuhkan citra baik yang selama ini disematkan Belanda pada dirinya sendiri.
Tags: obor indonesia, sejarah
Melewati Batas: Kekerasan Ekstrem Belanda dalam Perang Kemerdekaan Indonesia, 1945-1949
| Berat | 500 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 798 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Amin Riyadh La’ribi Tebal : 368 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Alvabet Deskripsi : Narasi populer dari kitab-kitab agama samawi (Yahudi, Kristen, Zoroaster, Islam) menyebut bahwa Adam adalah manusia pertama yang diciptakan Tuhan. Selanjutnya, Dia menciptakan Hawa untuk menjadi istrinya. Berikutnya, karena pelanggaran yang dilakukan Adam di surga, ia… selengkapnya
Rp 97.750 Rp 115.000Penulis : Mattulada Tebal : 245 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Dalam buku ini, kontribusi terbesar Mattulada bukanlah dalam menghadirkan temuan paling mutakhir dalam penulisan sejarah Sulawesi Selatan. Dalam soal itu, mungkin Andaya, Pelras, Reid, Sutherland atau bahkan rekannya di Universitas Hasanuddin Andi Zainal Abidin Farid lebih banyak… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000Penulis : Abdul Wahid Tebal : 206 hlm Ukuran : 14,5 x 20,5 cm Penerbit : Ombak Deskripsi :
Rp 51.000 Rp 60.000Penulis : Slamet Muljana Tebal : 328 hlm Ukuran : cm Penerbit : LKiS Deskripsi : “Buku ini memaparkan tentang proses runtuhnya kerajaan Majapahit sebagai kerajaan terbesar di Pulau Jawa. Setelah Hampir 200 tahun berdiri megah sebagai kerajaan Hindu tertua di tanah Jawa, Majapahit akhirnya hancur terkubur dalam puing-puing sejarah. Keruntuhanya terpicu oleh pergolakan sosial-politik… selengkapnya
Rp 66.300 Rp 78.000Bani Umayyah dan Bani Hasyim, dua klan besar Quraisy keturunan Abdu Manaf bin Qushay, telah terlibat dalam konflik, bahkan sebelum era Islam. Pada masa Islam, banyak tokoh Bani Umayyah yang menentang begitu keras Rasulullah dan Bani Hasyim, bahkan hingga menyakiti secara fisik dan mental serta berperang untuk membunuh beliau di Badar, Uhud, dan Khandaq. Sebagian… selengkapnya
Rp 63.750 Rp 75.000Penulis : Agus Setiyanto Tebal : 338 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Studi gerakan sosial dalam perspektif sejarah untuk wilayah Sumatra, khususnya Bengkulu hingga kini masih terasa langka, karena belum banyak mendapat perhatian secara akademis, baik dari kalangan sejarawan maupun sosiolog. Hal inilah yang menjadi tantangan untuk melakukan… selengkapnya
Rp 68.000 Rp 80.000Studi tentang sejarah perkotaan akhir-akhir ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan studi ini tidak lepas dari pengaruh perkembangan kontemporer tentang masalah sosial, ekonomi, politik dan budaya yang mulai bergeser ke wilayah perkotaan. Kota-kota di Indonesia mulai bergerak menuju sebuah identitas baru meninggalkan identitasnya yang lama. Perubahan ini hasil dari aplikasi modernisasi yang mulai bergulir… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000Demak Bintara merupakan negara Islam pertama di Tanah Jawa, negara Islam ketiga di Nusantara, dan negara Islam keempat di Asia Tenggara. Kerajaan ini—yang didirikan oleh Wali Sanga dengan Raden Patah bertindak sebagai raja—dicetuskan tidak lebih dari alasan sebagai penopang dakwah Islam yang dikomando oleh Sunan Ampel dan Raden Santri. Para wali menginginkan dakwah Islam yang… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Sejarah Arab Sebelum Islam (1) Geografi, Iklim, Karakteristik, dan Silsilah (2) Daulah, Mamlakah, Kabilah, dan Imarah (3) Daulah, Mamlakah, Kabilah, dan Imarah [Lanjutan] (4) Kondisi Sosial-Budaya (5) Politik, Hukum, dan Tata Pemerintahan (6) Agama dan Kepercayaan (7) Sumber Daya Alam dan Perekonomian (8) Bahasa dan Literasi (9) Kesusastraan Arab adalah salah satu peradaban penting dan… selengkapnya
Rp 169.150 Rp 199.000Pada musim gugur 1915, Forster tiba di Alexandria sebagai sukarelawan Palang Merah selama Perang Dunia I. Tercengang dengan kemegahan kota yang baru didatanginya, ia menghabiskan waktu luangnya untuk menjelajahi “keajaiban, kekunoan, dan kompleksitas” kota tersebut. Ia pun terpacu untuk “menghidupkan” kembali Alexandria, kota romantis Alexander Agung, ibu kota Yunani-Romawi Mesir, suar cahaya dan budaya yang… selengkapnya
Rp 75.650 Rp 89.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.