Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS
● online
CS
● online
Halo, perkenalkan saya CS
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

  • Diskon mulai 10%;
  • Buku dijamin ASLI;
  • Tidak Menjual buku bajakan;
  • Pengiriman ke seluruh Indonesia;
  • Pengiriman ke luar negeri sila WA kami;
  • Pembayaran: Transfer (BCA, Mandiri, BRI, BNI), Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay)
Beranda » Sosial Politik » Kualitas Jurnalisme Publik di Media Online: Kasus Indonesia
click image to preview activate zoom
Diskon
15%

Kualitas Jurnalisme Publik di Media Online: Kasus Indonesia

Rp 39.100 Rp 46.000
Hemat Rp 6.900
ISBN978-602-386-228-3
Stok Tersedia
Kategori Sosial Politik
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Pesan Langsung
Bagikan ke

Kualitas Jurnalisme Publik di Media Online: Kasus Indonesia

Penulis     : Kuskridho Ambardi, dkk.

Tebal         : 146 hlm

Ukuran     : 15,5 x 23 cm

Penerbit   : UGM Press

Bunga rampai ini merangkum lima tulisan yang membahas gagasan tentang jurnalisme yang baik. Lima rangkaian tulisan ini adalah bagian dan salah satu produk dari kerja panjang antara Tim Digi-Journalism yang dimulai sejak tahun 2014 ketika bekerjasama dengan Yayasan Tifa, dalam naungan Program Studi S-2 Departemen Ilmu Komunikasi, Fisipol, universitas gadjah Mada. Tim Digi-Journalism itu sendiri di antaranya beranggotakan empat penulis bunga rampai ini. Setahun kemudian, program tersebut digabungkan ke dalam program publikasi Center for Digital Society, di fakultas dan universitas yang sama.

Dalam leksikon aslinya, praktik jurnalisme yang baik ini dikenal dengan sebutan quality journalism yang formasinya mulai berlangsung pada awal abad 20 di Eropa Barat serta amerika utara, yang kemudian merambah ke Indonesia. Belakangan gagasan tentang jurnalisme yang baik mendapat aksentuasi baru dan bersamaan dengan itu datang pula sebuah label baru, yakni civic journalism. Sebagian akademisi dan praktisi lebih memilih label public journalism untuk menamai perkembangan praktik jurnalisme yang muncul di akhir abad 20 di amerika utara.

Kedua genre jurnalisme yang baik ini berkembang di zaman yang berbeda. Quality journalism berkembang saat demokrasi mulai tumbuh dan mengakar di Eropa Barat. Sedangkan civic atau public journalism berkembang saat demokrasi menghadapi gejala meningkatnya apatisme politik di negaranegara demokrasi maju – khususnya di amerika Serikat – di mana persepsi bahwa demokrasi bersifat elitis merebak luas, sedangkan publik tertinggal dalam proses-proses politik yang cenderung berlangsung elitis. Yang menyamakan kedua gagasan dan genre tentang jurnalisme yang baik itu adalah pengutamaan publik dan kepentingan publik dalam kerja-kerja jurnalisme. Lima rampai tulisan tersebut mendiskusikan gagasan jurnalisme yang baik pada level teoritis dan praktis. Di sela-sela diskusi yang diberikannya, kelima tulisan itu menyelipkan tinjauan sejarah gagasan dan praktik jurnalisme tersebut, serta melengkapinya dengan data penelitian. Selain untuk pendokumentasian, tujuan bunga rampai ini adalah membuka percakapan dan memperluas jangkauan diskusi tentang praktik jurnalisme di Indonesia – dengan anda para pembaca. Selamat membaca!

 

Tags: ,

Kualitas Jurnalisme Publik di Media Online: Kasus Indonesia

Berat 200 gram
Kondisi Baru
Dilihat 1.328 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Buku Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: