● online
- Kun Fayakun....
- Bunga Mimpi di Taman Dalail....
- Sirah Nabawiyah Soft Cover....
- Sabda Palon 2: Roh Nusantara dan Orang-Orang Atas ....
- Membaca, Gaya Hidup dan Kapitalisme: Kajian tentan....
- Arsitektur Lingkungan dan Perilaku: Pengantar ke T....
- Pengelolaan Meeting, Incentive, Conference, Exhibi....
- Setangkai Melati di Sayap Jibril....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Two Centuries Of Agrarian Economic and Ecological Shifts in the North Coast Of Java (1812-2012)
Rp 136.000 Rp 160.000| ISBN | 978-623-359-156-0 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Sosial |
Penulis : Kosuke Mizuno, Pujo Semedi, Gerben Nooteboom (Editor)
Tebal : 450 hlm
Ukuran : 15,5 x 23 cm
Penerbit : UGM Press
Two Centuries Of Agrarian Economic and Ecological Shifts in the North Coast Of Java (1812-2012)
What is the impact of the 1997 Asian Financial Crisis, Reformasi, or democratization since 1998 and constant economic development in 1990-1997 and 2004-2012 on rural Javanese society? This book has attempted to answer these questions by conducting a 1,000- household socioeconomic survey of six villages in Comal, in the north-coastal area of Java Island in 2012.This book also seeks to locate findings of these fieldworks in the Long historical context in the same area by comparing a 500-household survey in 1990 in the same villages, as well as data from a household survey conducted in the same area from 1903-1905 by the General Syndicate of Sugar-mill Owners of the Dutch Indies.
The sugar industry at Comal used to be an engine of the Dutch East Indies economy at the beginning of 20th century. After the Letter of Intent with the IMF to scrap the government program (TRI) that mobilized land and Labor for sugar production in 1998, the industry ceased to be main drive of the regional economy. No other prominent industry has since emerged in the area, which then saw a decline in population growth. But amidst such stagnation, tremendous changes took place in Comal in 1990-2012.
Notably, as much as 79.6% of the households surveyed were landless. The number in 1903-1905 was 31,6%, and in 1990 was 56.7%. This phenomenon of deagrarization is also evident in the composition of the occupations of household heads and members. Ecologically serious deforestation took place in 19th century in the region, which Led to tight competition for water. Since the 1980s, however, afforestation took place in lava Island-but it did so more in private land, while elderly landless farmers were excluded from former practices of food production and sharecropping. ln wet rice production, people now chose seeds by themselves, which included local varieties. Areas planted to rice decreased, as did the use of hired Labor. The real wage rate increased 4-6% per year between 1990 and 2012, vis–vis the increase of 0-1% per year in 1903-1990.This is an important reason why afforestation and sugarcane production in dry land developed as a niche industry and have prevailed on the back of Labor-saving technology. Social stratification intensified: the household that kept arable land of 1 hectare more was 1.1% among the surveyed households and owned 37.9% of the land: moreover, trah (lineage group), whence the village head traditionally hailed, kept its status, although some disturbance was reported following Reformasi, similar to the case after independence in 1945. Deagrarization also brought about the development of nonagricultural sectors, especially the tertiary or service sector, and the informal sectors.
This book also shows the vulnerability of society as seen in the high proportion of cereals as staple food in the household food expenditure. The trend toward stratification (or inequality),the decline of hired Labor in sawah cultivation, the wage rate increase or Labor productivity increase (with the growing use of Labor-saving technology), the constant increase of outmigration and decrease in population growth, and the persistence of Landlordism all show the unraveling of Javanese society’s Agricultural Involution.“
Two Centuries Of Agrarian Economic and Ecological Shifts in the North Coast Of Java (1812-2012)
| Berat | 500 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.060 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Nur Sayyid Santoso Kristeva Tebal : xiv + 474 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Pustaka Pelajar Deskripsi : Buku ini didedikasikan untuk semua intelektual progresif dan martin revolusi sosial. Untuk para aktivis yang telah menumbalkan diri pada realitas sosial. Untuk membangkitkan semangat perlawanan, membela rakyat yang terhisap dan tertindas…. selengkapnya
Rp 76.500 Rp 90.000Penulis : M. Falikul Isbah Tebal : xxvi + 208 hlm Ukuran : 17 x 24 cm Penerbit : Graha Ilmu Deskripsi : Buku ini dihasilkan dari serangkain riset di beberapa pesantren di Indonesia, dengan perhatian utama pada peran mereka untuk turut memperbaiki kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar. Berdasarkan empat studi kasus, buku ini menganalisa… selengkapnya
Rp 127.330 Rp 149.800“Tak banyak akademisi yang pandai menulis esai. Dari yang tak banyak itu, lebih sedikit lagi yang sempat menulis esai. Lebih-lebih jika ia telah menduduki jabatan: dekan, rektor atau dirjen misal. Mujiburrahman adalah pengecualian. Di sela kesibukannya sebagai rektor, ia masih sempat dan rutin menulis esai. Esai penting karena bisa menjadi jembatan untuk menemui masyarakat kebanyakan…. selengkapnya
Rp 76.500 Rp 90.000Penulis : Cahyo Pamungkas (Ed.) Tebal : xiv + 182 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : Buku ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pada proses-proses pembangunan perdamaian di Indonesia, terutama melalui kerukunan dan kondisi sosial antar kelompok-kelompok aliran keagamaan. Menguatnya semangat untuk melaksanakan ritual-ritual agama dan meningkatnya penggunaan simbol-simbol… selengkapnya
Rp 56.000 Rp 70.000Penulis : Haning Romdiati Dkk Tebal : xviii + 238 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : Buku ini menyajikan data dan informasi tentang kondisi dan perubahan sosial demografi OAP di Provinsi Papua Barat. Sebagai lokasi kajian yang lebih mendalam adalah dua kabupaten, yaitu: (1) di Kabupaten Sorong yang… selengkapnya
Rp 52.000 Rp 65.000Penulis : Dadang Suhandar dan Enas Tebal : 104 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Sebagai salah satu moda transportasi yang digerakkan oleh tenaga manusia, becak sempat menjadi andalan bagi sebagian warga Yogyakarta. Lajunya yang relatif lebih cepat daripada berjalan kaki, kemampuannya dalam mengangkut penumpang, baik manusia maupun barang,… selengkapnya
Rp 63.750 Rp 75.000Penulis : Rahardjo Adisasmita Tebal : xii + 204 hlm Ukuran : 17 x 24 cm Penerbit : Expert Deskripsi : Kota atau daerah perkotaan mempunyai peranan yang semakin penting, yaitu merupakan konsentrasi penduduk dan berbagai kegiatan ekonomi, sosial dan administrasi pemerintahan, sebagai pusat perdagangan atau simpul jasa distribusi, sebagai pusat pertumbuhan atau pembangunan dan… selengkapnya
Rp 114.580 Rp 134.800Tidak pernah aku duga sebelumnya, ajakan “silaturahim” ke akun media sosial tentara IDF menjadi sebuah gerakan masif yang diikuti segenap netizen Indonesia. Gerakan untuk sekadar melampiaskan protes secara digital ini kemudian secara organik dinamai oleh netizen sendiri dengan unik, #JulidFiSabilillah. Nama ini benar-benar muncul secara natural dan menjadi sebuah pengembangan dari kata Jihad Fi Sabilillah… selengkapnya
Rp 70.550 Rp 83.000Penulis : Derita Prapti Rahayu dkk Tebal : viii + 256 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : Senjakala Tata Kelola Timah di Bangka Belitung adalah potret buram buruknya tata kelola pertambangan timah yang berakar dari sejarah kelam masa lalu, penegakan hukum yang setengah hati, konflik agraria bernuansa pembiaran,… selengkapnya
Rp 152.000 Rp 190.000Penulis : Ester Pandiangan Tebal : x +216 hlm Ukuran : 13 x 19 cm Penerbit : EA Books Deskripsi : Sebab Kita Semua Gila Seks tidak hadir sebagai bacaan serius nan ilmiah yang memaksa pembaca mengerutkan kening. Isinya pengalaman sehari-hari dari peristiwa yang enggan kita bicarakan tetapi sejatinya pernah atau akan kita kerjakan. Tak… selengkapnya
Rp 66.300 Rp 78.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.