Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Teknik Sambung Tanaman Kakao secara Praktis; Sambu....
- Kimia Anorganik Edisi Kedua....
- Bersama Nabi Muhammad Saw Khazanah Akhlak Kemanusi....
- Memahami Erupsi Merapi; Kebijakan dan Implementasi....
- Zulkarnain Agung....
- Jejak Budaya Dayak Meratus dalam Perspektif Etnore....
- Dari Filsafat Ilmu ke Penelitian Ilmiah....
- Gerakan Sosial Pemberdayaan Masyarakat Sipil....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Abu Hasan Al-Asy’ari dan Perkembangan Pemikiran Teologinya
Rp 66.300 Rp 78.000| ISBN | 978-623-080-201-0 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Agama |
Penulis : Andi Aderus
Tebal : 150 hlm
Ukuran : 15 x 23 cm
Penerbit : Rajawali Pers
Abu Hasan Al-Asy’ari dan Perkembangan Pemikiran Teologinya
Buku “Abu Hasan al-Asy’ari dan Perkembangan Pemikiran Teologinya”, mengurai misteri kehidupan Abu Hasan al-Asy’ari dengan memaparkan latar belakang kehidupan politik, sosial keagamaan dan keilmuan di masanya. Abu Hasan al-Asy’ari hidup pada masa pemerintahan khilafah Abbasiyah terutama khilafah Abbasiyah II yang penuh pergolakan politik, mulai dari pengaruh bangsa Persia dalam tata kelola pemerintahan, sampai berpindahnya pengaruh tersebut ke bangsa Turki. Pengaruh bangsa Turki terlalu jauh dalam mencampuri urusan negara sehingga pemerintahan khilafah Abbasiyah mengalami berkali-kali turbulensi politik yang melahirkan munculnya beberapa revolusi seperti revolusi Assanj dan revolusi Qaramithah. Puncak dari situasi itu terjadinya gerakan separatis yang ingin memisahkan diri dari pusat pemerintahan sehingga muncul beberapa kerajaan kecil di luar kontrol khilafah Abbasiah. Kehidupan Sosial keagamaan di masa Abu Hasan al-Asy’ari juga tampak kontradiktif, di satu sisi para pejabat negara dan kelas elite hidup dalam bergelimang harta benda dan glamor, sementara masyarakat kecil hidup serba keterbatasan yang berujung pada gerakan sosial menentang kelas elite. Situasi sosial menjadi pemandangan yang unik, di satu sisi kehidupan glamor begitu nyata dalam masyarakat, namun kehidupan sufi juga semakin berkembang. Jika di dalam kota ditemukan banyak majelis- majelis lawak, humor dan pentas seni, pada sisi yang lain di sudut-sudut kota ditemukan majelis-majelis zikir, halaqah keilmuan, majelis tazkirah yang mengingatkan pentingnya akhlakul karimah. Suatu hal yang menarik di tengah suasana politik yang tidak menentu dan suasana sosial yang carut marut yaitu kehidupan ilmiah sangat berkembang pesat, masjid-masjid dibanjiri para pelajar yang datang dari berbagai negeri untuk bertalaqi pada syekh atau guru, dialog dan debat juga marak dilakukan. Kesemua ini memberi pengaruh kepada perkembangan pemikiran dan cara pandang teologi Abu Hasan al-Asy’ari. Beliau menguasai seluruh argumen aliran-aliran teologi yang ada, mulai dari Muktazilah sampai kepada aliran-aliran yang dianggap menyimpang. Kemampuan Abu Hasan al-Asy’ari menguasai aliran- aliran teologi mendorong beliau menyusun metode berpikir Ahlussunnah Wal Jamaah. Oleh karena itu, Abu Hasan al-Asy’ari dikenal sebagai peletak batu pertama teologi Ahlussunnah Wal Jamaah.
Tags: agama, Rajawali Pers
Abu Hasan Al-Asy’ari dan Perkembangan Pemikiran Teologinya
| Berat | 200 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.111 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Imam al-Ghazali dan Syekh Izzuddin bin Abdussalam Tebal : 300 hlm Ukuran : 13 x 19 cm Penerbit : Turos Pustaka Deskripsi : Tiap kali terjadi peristiwa baru dalam kehidupan umat, pasti akan memunculkan permasalahan fikih baru yang mendesak untuk dijawab. Sebab itulah ilmu fikih harus terus berkembang seiring bergulirnya kehidupan umat Islam…. selengkapnya
Rp 63.750 Rp 75.000Penulis : Syekh Nawawi al-Bantani Tebal : 386 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Turos Pustaka Deskripsi : Banyak orang menginginkan kesempurnaan dalam beribadah, namun tidak tahu cara meraihnya. Bahkan, banyak pula yang tidak tahu apa dan bagaimana ibadah yang sempurna itu. Padahal, ibadah yang—diupayakan—sempurna merupakan salah satu cara kita untuk menerima… selengkapnya
Rp 62.050 Rp 73.000Penulis : Ibnu Atha’illah Al-Iskandari Tebal : 582 hlm Ukuran : 15,5 x 24 cm Penerbit : Turos Pustaka Deskripsi : “Hikmah-hikmah dalam kitab al-Hikam ini laksana wahyu Ilahi. Seandainya dalam shalat dibolehkan untuk membaca selain ayat-ayat al-Quran, bait-bait dalam kitab ini sangat layak untuk itu.” —Maulana al-‘Arabi, Sufi Mustafa Bisri mendudukkan kitab ini sebagai… selengkapnya
Rp 127.075 Rp 149.500Padang Mahsyar adalah dataran luas tak bertepi tempat dikumpulkannya semua makhluk ciptaan Allah Swt. setelah dibangkitkan dari alam barzakh. Mereka menunggu dilakukannya perhitungan amal dalam kondisi mencekam. Matahari terbit tepat di atas kepala. Keringat mengalir deras dan diiringi rasa takut yang luar biasa. Pada hari itu, tidak ada satu pun yang bisa memberikan pertolongan. Semua… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000“Sekian lama kami berguru pada Imam Syafi’i, kami tidak pernah melihat pada diri beliau kecuali kebaikan.” (Imam Ahmad) Imam Syafi’i adalah seorang ulama terkemuka yang sudah tersohor sejak kemunculannya ratusan tahun silam hingga zaman sekarang. Tak hanya menjadi peletak batu pertama ilmu ushul fiqh, ia juga termasuk salah satu imam madzhab yang paling populer. Oleh… selengkapnya
Rp 119.000 Rp 140.000Sepintar apa pun seseorang, namun ia tidak memiliki adab, gugurlah nilai semua pengetahuannya; tak dapat dijadikan rujukan, takkan pula memproduksi kebaikan-kebaikan. Bahkan amal-amal ibadahnya pun tak bernilai apa-apa bila tidak dihiasi dengan adab. Hal ini karena adab merupakan pondasi agama. Aku diutus hanya untuk memperbaiki adab-adab (yang baik), sabda Kanjeng Nabi Saw. Tentang pentingnya adab… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Pertama mendengar gagasan mubâdalah atau kesalingan, banyak yang meloncat pada kesimpulan keliru. Jadi, menurut mubâdalah, kalau laki-laki boleh poligami, maka perempuan juga boleh poliandri? Begitu pun kira-kira respons awal saya saat pertama mendengar pendekatan ini di sebuah workshop pengkaderan ulama perempuan Rahima. Tentu saja, kesimpulan tersebut keliru karena yang disalingkan adalah kemaslahatan ajaran Islam. Terkadang,… selengkapnya
Rp 127.500 Rp 150.000Jika diibaratkan, adab ibarat tombak utama dalam mencari ilmu. Tanpa adab, ilmu seolah-olah menjadi sesuatu yang tidak berguna karena tidak bisa diterapkan dengan cara yang baik. Saking pentingnya adab, Syekh Abdul Qadir al-Jailani mengatakan, “Aku lebih menghargai orang yang beradab daripada orang yang berilmu. Kalau hanya berilmu, iblis lebih tinggi ilmunya daripada manusia.” Pernyataan ini… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000Secara bahasa, dzikir adalah proses mengingat. Artinya, yang menjadi objek dalam ingatan adalah sesuatu yang sudah tertanam dalam benak seseorang, sehingga dalam prosesnya, dzikir mengembalikan suatu kehadiran. Dengan makna yang lebih filosofis, dzikir bisa dibilang adalah kesadaran untuk menyelami suatu kehadiran. Dalam pandangan nalar Islam, secara khusus tasawuf, dzikir–yaitu mengingat Tuhan–tidak hanya sekadar mengembalikan suatu… selengkapnya
Rp 75.650 Rp 89.000Penulis : Shalih Ahmad asy-Syami Tebal : 300 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Wali Pustaka Deskripsi : Tenangkan Pikiran dan Hatimu Setiap Saat Jilid 2 – Mengapa kita masih sering merasa cemas padahal segala yang kita butuhkan telah terpenuhi? Mengapa meski sudah memiliki pekerjaan, tabungan, pasangan, anak atau jawatan sekalipun, masih banyak… selengkapnya
Rp 109.650 Rp 129.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.