● online
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Asal Usul
Rp 110.500 Rp 130.000| ISBN | 978-602-7696-33-4 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Budaya |
Penulis : Mahbub Djunaidi
Tebal : 480 hlm
Ukuran : 15,5 x 24 cm
Penerbit : Ircisod
Asal Usul
“Saya punya kecemburuan pada Mahbub. Bagaimana dia bisa menulis hingga orang tertawa, padahal isinya cukup serius? Kelebihan Mahbub pada kolom-kolomnya, yang belum tertandingi oleh siapa pun, ialah bahwa ia bisa mengatasi mempergunakan bahasa Indonesia dengan kecakapan seorang mime yang setingkat Marcel Marcau. Kata-kata, kalimat-kalimat, ia gerakkan dalam pelbagai perumpamaan yang tidak pernah membosankan karena selalu tak terduga.”—Goenawan Mohamad, sastrawan terkemuka Indonesia.
“Dia (Mahbub Djunaidi) adalah salah satu guruku menulis.” —Sujiwo Tejo, seniman dan budayawan.
“Mahbub adalah orang NU yang langka dan melampaui zamannya. Ia pejuang yang pintar menulis. Ciri khasnya, ia menulis sekali jadi. Hasilnya alamiah dan spontan.” —Prof. Dr. K.H. Chatibul Umam, pakar sastra dan sahabat karib Mahbub.
“Sungguh, sangat sulit mencari orang seperti Mahbub Djunaidi di masa ini. Sosok yang tak silau dengan kekuasaan dan kekayaan, justru ketika kesempatan itu terbuka luas.” —Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama RI.
“Gaya tulisan dan pemikirannya sangat menginspirasi. Harapan saya, generasi muda masa kini bisa meneladani dan mengambil manfaat dari pemikiran Mahbub Djunaidi.” —Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A., Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul ‘Ulama periode 2010–2020.
“Mahbub Djunaidi dibutuhkan dulu, apalagi kini dan nanti.” —Arswendo Atmowiloto, penulis dan wartawan Indonesia.
“Itulah Mahbub, yang dengan gaya tulisannya mampu mengubah tragedi menjadi komedi.” —Fariz Alniezar, kolumnis dan pendiri Omah Aksoro.
Tags: budaya, diva press, ircisod
Asal Usul
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.655 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Suwardi Endraswara Tebal : 266 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : UGM Press Deskripsi : Ilmu-ilmu humaniora di Indonesia telah berkembang dengan subur, terutama di lingkungan perguruan tinggi dan di sejumlah LSM yang tertarik pada pusaran budaya. Kebudayaan yang telah berkembang menjadi beberapa cabang, menghendaki pengkajian dan penelitian yang lebih… selengkapnya
Rp 52.700 Rp 62.000Candi Borobudur semenjak lama diyakini sebagai peninggalan Dinasti Sailendra dari Kerajaan Mataram Kuno pada abad ke-8. Lalu ada seseorang bernama KH. Fahmi Basya yang mencetuskan sebuah teori bahwa Borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaiman dan Indonesia adalah Negeri Saba. Ia mengklaim memiliki bukti-bukti ilmiah yang kuat untuk mendukung teorinya. Benarkah demikian? Teori bahwa Borobudur peninggalan Nabi… selengkapnya
Rp 48.000 Rp 60.000Buku ini berawal dari cita-cita Fatayat untuk mendokumentasikan, pandangan dan pengalaman perempuan terhadap sosok dan perjuangan Gus Dur. Beliau sendiri adalah pribadi yang tak terpisahkan dalam perjalanan dan perjuangan fatayat sejak menjadi Ketua Umum sampai akhir hayatnya. Kami ingat, November 2008 adalah saat bersama dengan fatayat dalam acara publik, seminar tentang gender dan kebudayaan,… selengkapnya
Rp 68.000 Rp 80.000Mungkin banyak yang beranggapan bahwa kisah horor hanya berkutat pada tiga tempat saja, yaitu rumah sakit—khususnya kamar mayat, kuburan, dan rumah atau bangunan tua yang lama tak ditinggali. Nyatanya, tempat yang selalu dihiasi aktivitas ibadah seperti pesantren juga tak steril dari cerita mistik. Meski terkesan tak masuk akal, tetapi sesungguhnya ini adalah hal lumrah karena… selengkapnya
Rp 58.225 Rp 68.500Penulis : Ratih Baiduri Tebal : xxii + 214 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Casa Mesra Publisher Deskripsi: Banyak publikasi mengenai Masjid Raya Al Ma’shun yang memberikan pujian dan komentar, seperti Abubakar Aceh, yang menyatakan bahwa Masjid Raya ini adalah masjid yang terindah di Indonesia, dengan gaya arsitektur India. Sedang Sumanjaya… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Sejak 1998, yang menandai akhir dari tiga puluh tiga tahun rezim Orde Baru di bawah Presiden Suharto, kekerasan dan konflik etnis di Indonesia meningkat secara dramatis. Dalam uraiannya yang inovatif dan persuasif, Jacques Bertrand berpendapat bahwa konflik-konflik di Maluku, Kalimantan, Aceh, Papua, dan Timor Timur adalah akibat dari tafsir-ulang Orde Baru yang sempit dan mengekang… selengkapnya
Rp 85.000 Rp 100.000Melodrama dalam kajian budaya telah melewati batas-batas genre dan fiksi, bertumbuh menjadi cara pandang, cara kerja dan cara bereaksi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bersikap terhadap situasi puncak Pemilu. Cara pandang serba melodrama ini terbaca di berbagai nuansa dukung mendukung kandidat Presiden. Pertama, kultur melodrama melahirkan kultur penggemar alias fans, menjadikan potensi lahirnya sindrom fanatisme… selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000Penulis : Riyan Hidayatullah Tebal : xii + 88 hlm Ukuran : 17 x 24 cm Penerbit : Arttex Deskripsi : Analisis musik adalah studi tentang struktur musik baik dalam komposisi atau pertunjukan. Analisis musik merupakan pisau beda untuk menguraikan fenomena musik dalam bentuk atau struktur yang beragam. Analisis musik juga berhubungan dengan ilmu bentuk… selengkapnya
Rp 95.880 Rp 112.800Penulis : Iman Budhi Santosa Tebal : 242 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Sungguh merupakan fakta sejarah yang membanggakan bahwa sejak 7 November 2003, UNESCO mengakui wayang Indonesia sebagai World Master Piece of Oral and Intangible Heritage of Humanity. Dengan kata lain, wayang Indonesia telah diakui sebagai… selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000Di sela rutinitas kita berlari cepat setiap saat, kadangkala kita perlu berhenti, duduk rileks barang sekejap. Karena itulah, kita membutuhkan banyak rest area. Air bah informasi mengalir susul-menyusul. Jika kita memaksa diri untuk terus mengikutinya, kita pasti terengah-engah. Kita memang akan sampai pada tahap “mengetahui”, namun belum tentu kita paham ada apa di balik segunung… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.