Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Centhini III: Tambangraras Amongraga
Rp 76.500 Rp 90.000| ISBN | 978-602-386-786-8 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Budaya |
Penulis : Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Amangkunagara III (Sunan Paku Buwana V)
Tebal : 300 hlm
Ukuran : 15,5 x 23 cm
Penerbit : UGM Press
Centhini III: Tambangraras Amongraga
Tema utama teks Centhini atau disebut Suluk Tambangraras – Amongraga adalah tasawuf Jawa atau manunggaling kawula Gusti atau kesempurnaan hidup (kasidan jati). Hakikat Tuhan, hakikat manusia, dan bagaimana manusia menuju Tuhannya secara benar diuraikan secara tuntas dan sangat mendalam. Perjalanan manusia secara benar dapat dibagi menjadi empat tahap, yaitu syariat/sêmbah raga, tarekat/sêmbah cipta, hakikat/sêmbah jiwa, dan makrifat/sêmbah rasa. Puncak atas tahap akhir adalah insan kamil atau manunggaling kawula Gusti atau kesempurnaan hidup. Namun, pada tingkatan manunggaling kawula Gusti disebutkan dalam teks ini bahwa hakikat zat manusia sebagai makhluk dengan hakikat zat Tuhan tetap berbeda. Disebutkan bahwa hakikat zat Tuhan adalah tan kêna kinaya ngapa ‘tidak dapat dikatakan dengan apa pun’. Adapun hakikat zat manusia adalah ia dijadikan oleh Tuhan. Kedudukan manusia terbatas, dibatasi oleh Tuhan.
Adapun kandungan isi teks Centhini sangat beragam, meliputi sejarah, pendidikan (prenatal dan postnatal), geografi, topografi, arsitektur, pengetahuan alam, falsafah, agama, tasawuf, mistik, ramalan, sulapan, ilmu magi (ilmu kekebalan, ilmu sirêp, dan ilmu penjahat), perlambang, adat istiadat, tata cara (tata cara perkawinan, tata cara membuat dan pindah rumah, tata cara berganti nama, tata cara meruwat, tata cara menerima tamu, dan tata cara selamatan dalam daur hidup), etika, pengetahuan sifat manusia (psikologi), pengetahuan dunia fauna, pengetahuan dunia flora/botani, obat tradisional, makanan tradisional, seni (seni tari, seni suara, seni karawitan, seni wayang, seni pedalangan, dan seni topeng), bahkan sampai pada hal-hal intim manusia pun diuraikan dalam naskah ini. Setiap uraian gambaran keadaan dituangkan secara mendetail dengan gaya bahasa yang memukau.
Karena kandungan isi teksnya yang demikian, pustaka Centhini sering disebut sebagai “Ensiklopedia Kebudayaan Jawa”, yaitu tentang segala ilmu yang terdapat di permukaan bumi Pulau Jawa. Hal itu menjadikan Centhini sebagai naskah yang paling tebal di antara naskah Jawa dan Nusantara yang lain.
Centhini III: Tambangraras Amongraga
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 903 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Nasaruddin Umar Tebal : 272 hlm Ukuran : 13 x 20 cm Penerbit : Alvabet Deskripsi : Menjadi Muslim di negara-negara yang mayoritas penduduknya non-Muslim tidaklah mudah; penuh dilema dan duka. Di satu sisi, mereka harus memegang teguh keyakinan agama terutama dalam praktik ibadah sehari-hari, di sisi lain mereka perlu menyesuaikan diri dengan… selengkapnya
Rp 49.300 Rp 58.000Penulis : Nirwan Ahmad Arsuka Tebal : 809 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Inilah buku yang merekam (hampir) seluruh isi kepala Nirwan Ahmad Arsuka. Terdiri dari 102 tulisan dengan beragam tema, mulai sains, manusia, seni, sastra, agama, Indonesia, kuda, dan pustaka bergerak.
Rp 212.500 Rp 250.000Penulis : Berthold Damshauser Tebal : 284 hlm Ukuran : Penerbit : Diva Press Deskripsi : Buku ini merupakan bungai rampai tulisan Berthold Damshäuser, seorang Indonesianis dari Universitas Bonn di Jerman. Maka, tak terlalu mengherankan jika berbagai dari tulisannya adalah penelitian akademis yang bermutu tentang bahasa, sastra, dan budaya Indonesia. Yang mengherankan, juga memesonakan, adalah… selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000Penulis : Aries Zulkarnain Tebal : 250 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : “ADAT BERSENDIKAN SYARA, SYARA BERSENDIKAN KITABULLAH” merupakan pedoman dan pegangan bagi warga kolektivitas. Namun sangatlah dipahami oleh semua orang, apabila dilihat berbagai macam bentuk aktivitas tradisi masyarakat. Pada perkembangan kekinian, modernisasi telah merebak dan merasuk pada… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Umumnya sejarawan yang meneliti dan menulis tentang sejarah Bugis mengandalkan sumber-sumber asing, terutamanya sumber Belanda. Penulis buku ini memilih cara lain dengan menggunakan sumber lokal yang disebut lontaraq sebagai sumber utamanya. Perkawinan dan konflik adalah siklus politik yang senantiasa menyertai dinamika sejarah politik orang Bugis di Sulawesi Selatan. Jika perkawinan menjadi petunjuk luasnya jaringan kekerabatan… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Buku Kuliner Semarangan merupakan kumpulan informasi tentang sejarah dan asal usul kuliner pada 10 Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah bagian utara, yaitu Batang, Kendal, Semarang, Demak, Kudus, Jepara, Pati, Rembang beserta Lasem, Blora, dan Grobogan beserta Purwodadi. Ternyata di berbagai daerah kuliner ini terdapat makanan yang riwayatnya unik seperti dawet yang bermula dari Kecamatan Pesantenan… selengkapnya
Rp 225.250 Rp 265.000Penulis : Soe Tjen Marching Tebal : 277 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi :
Rp 51.000 Rp 60.000Sejak 1998, yang menandai akhir dari tiga puluh tiga tahun rezim Orde Baru di bawah Presiden Suharto, kekerasan dan konflik etnis di Indonesia meningkat secara dramatis. Dalam uraiannya yang inovatif dan persuasif, Jacques Bertrand berpendapat bahwa konflik-konflik di Maluku, Kalimantan, Aceh, Papua, dan Timor Timur adalah akibat dari tafsir-ulang Orde Baru yang sempit dan mengekang… selengkapnya
Rp 85.000 Rp 100.000Seni representasi realitas kehidupan kesehariannya, membuat seniman dalam realitas kehidupan manusia tidak dominan. Meskipun seni, warna realitas kehidupan sosial budaya masyarakatnya. Seni memperlihatkan taraf hidup kesejahteraan sebuah bangsa. Sejalan perkembangan kota, menjadi pertemuan di dalam suatu perniagaan, dan tempat itu memungkinkan untuk terjadi transaksi. Intensitas ekonomi yang cepat, menarik masyarakat daerah, mereka pindah, dan perpindahan…. selengkapnya
Rp 101.830 Rp 119.800Kebudayaan selalu terbuka pada proses peniruan dan pengambilan unsur dari kebudayaan asing. Proses itu terkadang juga diikuti oleh usaha melokalkan unsur – unsur asing tersebut sesuai dengan kemampuan, kebutuhan dan kepentingan konteks budaya yang mengadopsi unsur tersebut. Dalam hal ini, Gambus merupakan salah satu contoh proses budaya tersebut. Namun, pada perkembangan-nya, gambus yang ada di… selengkapnya
Rp 117.130 Rp 137.800



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.