● online
- Politik Era Digital Edisi 2
- First, Break All the Rules: Hal-Hal yang Dilakukan
- Pengantar Bisnis, Mengelola Bisnis Dengan Perspekt
- Prinsip dan Aplikasi Gasifikasi Biomassa
- Pengantar Manajemen dan Aplikasinya
- Pembaruan Pendidikan Islam: Studi Historis Indones
- Keong Mas Hama Padi Tantangan dan Peluang
- Tak Perlu Ragu, Tuhan Selalu Bersamamu
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Tiga Kuda di Bulan Ketiga dan Lampirannya
Rp 42.500 Rp 50.000| ISBN | 978-623-305-302-0 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Puisi |
Tiga Kuda di Bulan Ketiga dan Lampirannya
Penulis : Mardi Luhung
Tebal : 88 hlm
Ukuran :
Penerbit : Basabasi
Deskripsi :
Ketika waktu melompat ke tahun 2014-an, aku kembali tertarik pada kuda. Tapi berbeda dengan waktu kecil (yang kudanya sebagai pengangkut), di tahun itu aku tertarik pada kuda karena puisi (terutama ketika membaca beberapa puisi kudanya Umbu Landu Paranggi yang kerap aku bicarakan dengan Mira MM Astra via telepon). Dan di dalam ketertarikan ini, aku juga membaca sekian cerita tentang kuda. Mulai dari kuda yang masuk akal, sampai pada yang magis. Dan mulai yang memang sebagai tunggangan, sampai pada yang dipersonifikasikan.
Aku merasa kuda bukanlah sekadar binatang yang kuat, gesit, dan kukuh. Ia juga dapat dijadikan simbol-simbol tertentu. Simbol-simbol yang kerap merujuk pada peristiwa yang tak terduga. Seperti: kematian, perjuangan, kerinduan, dan atau mungkin sesuatu yang bukan apa-apa, tetapi selalu ada—seperti rerumputan di halaman rumah, yang tak diharapkan tumbuh, tapi selalu saja tumbuh. Dan itu membuat apa-apa yang terbuka, pun tertutup. Karena memang takdirnya harus tertutup. Takdir, yang belakangan pun berbisik padaku: “Aku selalu berada di sisimu. Jadi, silakan kau menyapaku atau tidak. Tapi, yakinlah, justru akulah yang nanti selalu pertama kali menyapamu.”
Tiga Kuda di Bulan Ketiga dan Lampirannya
| Berat | 100 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 775 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Abdul Wachid B.S. Tebal : 102 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Basabasi Deskripsi : Kita tidak sedang memperdebatkan, lebih dulu mana antara cinta dan pengetahuan. Bagi Erich Fromm yang sesungguhnya jauh hari sebelumnya sudah diungkap oleh Imam al-Ghazali di dalam Ihya’ ‘ulumuddin, memang cinta selalu didahului oleh pengetahuan sebab… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penuli : Acep Zamzam Noor Tebal : 96 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Aku tak pernah mengundang bulan Ke dalam pelukan. Aku masih percaya awan Yang akan mempersilakan cahaya lewat Dan menerangi perjalananku Aku tak pernah memohon bintang Menjadi petunjuk. Aku masih percaya malam Yang kegelapannya selalu… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000Buku ini merupakan penerbitan ulang dua kumpulan puisi: Kalung dari Teman (KDT,1998), dan Teman-temanku dari Atap Bahasa (TDAB, 2005). KDT ditulis menjelang Reformasi dan TDAB setelah Reformasi. Dua masa yang penuh dengan aksi. Banyak elemen dalam masyarakat turun ke jalan menuntut keadilan; terutama aksi buruh, perempuan, dan rakyat miskin kota. Kata-kata dan teriakan menjadi satu-satunya… selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000Penulis : Aan Herdiana Tebal : x + 130 hlm Ukuran : 17 x 24 cm Penerbit : Textium Deskripsi : Naskah buku ini merupakan hasil penelitian saya terhadap teks sastra, khususnya tentang buku puisi WS Rendra yang berjudul Potret Pembangunan dalam Puisi, yang kemudian saya publikasikan di beberapa jurnal ilmiah, dan menjadi bahan perkuliahan…. selengkapnya
Rp 83.980 Rp 98.800Mulut dan jariku memainkan suling Tapi kalah pada rohku yang melengking Ketika mataku melihat Merapi Ditandingi bayang-bayang yang menjulangi langit yang tinggi Tapi di tengah kenyataan ini Aku makin kecil makin bebal Seharkat sebutir debu yang melekat telapak sandal Mengaji Bukit Mengeja Danau merupakan buah dari program Rumah Puisi untuk mengundang sastrawan tamu. Karya ini… selengkapnya
Rp 49.300 Rp 58.000Apa yang terjadi dalam dinamika perpuisian Indonesia? Buku ini menjawabnya dengan luas sekaligus menawarkan paradigma yang luput dari pengamatan dan kajian pakar sebelumnya. Selain membedah beberapa wacana penting dalam perpuisian Indonesia, buku ini pun menelisik cara-cara puisi Indonesia merespons realitas sosial dalam aspek teknis dan ideologisnya. Beberapa istilah kunci tidak luput dari pembahasan, di antaranya… selengkapnya
Rp 63.750 Rp 75.000Penulis : Rendra Setyadiharja Tebal : viii + 138 hlm Ukuran : 17,5 x 25 cm Penerbit : Textium Deskripsi : “Pantun bukan hanya sekedar karya sastra yang masuk dalam katagori genre puisi lama. Pantun bukan hanya sekedar warisan budaya yang menjadi bahagian dari tradisi dan kehidupan masyarakat, terutama masyarakat rumpun melayu. Pantun adalah hujjah…. selengkapnya
Rp 89.080 Rp 104.800Buku ini sungguh merupakan karya penting tentang salah seorang penyair besar dalam tradisi intelektual muslim. Bagian Pengantar Penerjemah: Jalan Kepenyairan Abu Nuwas laksana lampu senter yang menerangi lorong-lorong gelap berbagai kesalahpahaman yang selama ini terjadi. Dari sana, kita beroleh anggur puisi yang dituangkan sang penyair: segar, inspiratif, dan tentu saja menceburkan kita pada lautan pemikiran… selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000Dia mengeluhkan bahwa hubungan antara murid dan guru tidak lagi seperti yang terjadi di masa lalu; para murid tidak lagi memuja gurunya layaknya seorang dewa. Lalu ia akan mempertontonkan kekuasaannya atas kami, bagaikan seorang dewa sombong, meraung gemuruh; namun raungannya yang bercampur dengan begitu banyak kutukan membuat seorang pun tak menganggapnya sebagai guntur. Penampilannya sebagai… selengkapnya
Rp 34.000 Rp 40.000Seluruh bagian bangunan itu seakan-akan hidup; bangunan itu menyerapku, lambungnya yang besar mencernaku dengan perlahan. Mungkin ia telah mulai mencernaku saat pertama kali aku menginjakkan kaki di sana, tetapi aku masih dapat mengingat dengan jelas hari itu ketika untuk pertama kalinya aku tersadar akan kekuatannya. Aku berdiri dengan perlahan. Meskipun tidak ada jiwa lain kecuali… selengkapnya
Rp 34.000 Rp 40.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.