● online
- Sistem Pertanian Terpadu: Pengukuran Potensi Sumbe
- Metode Kuantitatif Penelitian Komunikasi
- Sananul Muhtadin: Pesan dan Teladan Orang-Orang Sa
- Strategi Penerapan Patient Centered Care pada Pela
- Riyadhush Shalihin II
- Stay Strong, kumpulan Cerita Inspiratif Menguatkan
- Senjata Hebat Para Introver: Hal-Hal yang Dianggap
- Kabar Buruk Hari Ini
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Wajah Terlarang
Rp 51.000 Rp 60.000| ISBN | 978-602-0809-35-9 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Sosial Politik |
Penulis : Latifa
Tebal : xx + 268 hlm
Ukuran : 14,5 x 21 cm
Penerbit : Gading Publishing
Wajah Terlarang
kami bertiga menggunakan nama lain selama pergi, ke mana pun. Sejak sekarang, namaku menjadi Latifa. Nama yang akan tertera saat aku menandatangani kesaksian.”
Buku yang ada di tangan Anda ini adalah kesaksian itu. Memoar tentang kehidupan gadis usia enambelas di bawah rezim Taliban yang menguasai Afghanistan. Kesaksian di Paris yang dilakukan Latifa dan ibunya serta Diba – perempuan muda yang juga menyelenggarakan sekolah rahasia bagi anak-anak Afghanistan. Tiga perempuan ini mengabarkan kepada publik internasional tentang situasi di Afghanistan atas undangan majalah Elle yang juga difasilitasi oleh pemerintah Prancis. Sejak kedatangannya di Paris, 2 Mei 2001, mereka tak bisa pulang. Taliban mengeluarkan fatwa bagi perempuanperempuan yang berada di Perancis ini untuk dibunuh jika kembali ke Afghanistan. Mereka dianggap telah berdusta dan mencela Taliban.
Fatwa yang dikeluarkan tanpa tahu siapa mereka bertiga ini sebenarnya, karena sejak terekspos media, mereka menggunakan penutup wajah dan menggunakan nama samaran.
Kehidupannya berubah menjadi petualangan memperbarui visa dan berbagi hidup dengan para pengungsi lainnya. Keluarga ini terkoyak, ayah-ibu dan seorang anak perempuannya berada di Paris, satu anak yang lain di Rusia, satunya lagi di Amerika Serikat, sementara dua anak lainnya di Pakistan. Masa depan menjadi jauh dari bayangan. Apakah akan bisa sekolah lagi? Bagaimana memulai lagi?
Latifa menuliskannya bersama Chekeba –Presiden Asosiasi Pembebasan Afghanistan, ketika perempuan muda ini tak bisa pulang dan menjadi pengungsi di Prancis. Terdiri dari tujuh bab yang menuturkan secara lengkap kondisi kehidupan warga sipil menjelang berakhirnya perang saudara melawan Mujahiddin (19931996) dan datangnya Taliban menguasai Afghanistan. Bisa dibilang, ini adalah kisah pribadi yang mengilustrasikan konteks yang lebih luas. Menyinggung situasi politik yang tak terduga, keadaan ekonomi yang sulit, kehidupan sosial, budaya serta kesehatan yang merosot tajam, hingga pendidikan yang semakin mustahil.
Kisah ini begitu kuat karena dituturkan dari sudut pandang perempuan sebagai pihak paling rentan menjadi korban dalam perang atau konflik. Meskipun Latifa –penulisnya berasal dari keluarga menengah yang mendapat pendidikan baik tampak lebih beruntung dari keluarga-keluarga lain yang miskin atau dimiskinkan akibat perang berkepanjangan. Berbeda dengan yang dikabarkan oleh suratkabar, memoar ini secara gamblang bertutur tentang emosi dan menyentuh hal-hal keseharian. Rasa sedih, kecewa, marah, putus asa serta kesakitan dan ketakutan yang tak dikabarkan oleh para wartawan, membuat situasi tampak sangat memprihatinkan luar biasa.
Wajah Terlarang
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 2.064 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Aman dan Muhammad Fendi Aditya Tebal : xii + 198 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Membahas sejarah tata negara baik secara makro maupun mikro, berarti masuk ke kawasan politik. Wilayah politik itu sendiri dapat dikaji dari segi: sejarah politik, sosiologi politik, antropologi politik, dan ilmu politik…. selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000Penulis : Linda Rae Bennett, Sharyn Graham Davies Tebal : x + 460 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : Seks, seksualitas dan relasi seksual adalah topik-topik yang diperdebatkan secara hangat di Indonesia, sehingga memicu respons-respons yang kompleks dan seringkali emosional. Buku ini mengeksplorasi topik-topik ini dalam beragam cara. Pertama, menyoroti sejarah dan… selengkapnya
Rp 128.000 Rp 160.000Penulis : Agus Dwiyanto Tebal : xv + 305 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : UGM Press Deskripsi : Penerbitan buku ini diharapkan dapat menyulut diskusi di kalangan praktisi, akademisi, dan semua pihak yang peduli dengan pelaksanaan reformasi birokrasi di Indonesia. Kepada para kolega, para mahasiswa, dan penggiat reformasi birokrasi yang telah… selengkapnya
Rp 68.850 Rp 81.000Penulis : Nasikun Tebal : 126 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Mengingat semboyan negara kita yang berbunyi “Bhinneka Tunggal Ika” tentunya sudah dibayangkan bahwa bangsa Indonesia ini sangatlah majemuk. Mari kita bayangkan, negara yang terdiri dari sekitar 17.508 pulau ini—meskipun tidak semua pulau tersebut berpenghuni—ditempati oleh suku dan… selengkapnya
Rp 34.000 Rp 40.000Buku Pengantar Teori-teori Sosial melacak perkembangan teoritisasi sosial tentang medernitas yang dicetuskan Durkheim, Marx danWeber, perdebatan seputar struktur, agensi, dan perkembangan pemikiran feminis, hingga pengkajian tentang kontroversi teori kontemporer dalam sosiologi. Pip Jones, seorang pengajar Sosiologi di Cambridge, juga menyoal relativisme, post-modernisme, berikut kritik-kritiknya. Di bagian akhir, pembaca bisa menemukan perdebatan jantung teori sosial dewasa ini. Dengan… selengkapnya
Rp 112.000 Rp 140.000Penulis : Ana Nadhya Abrar Tebal : 223 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : UGM Press Deskripsi : “Memang belum banyak penelitian yang memperhatikan bahwa media pers di Indonesia sudah mengabaikan tata kelola jurnalisme politik. Namun, abai terhadap tata kelola jurnalisme politik bisa terjadi kalau media pers dan wartawannya tidak waspada terhadap… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Penulis : Zuly Qodir Tebal : 15 x 23 cm Ukuran : xiii + 244 hlm Penerbit : Pustaka Pelajar Deskripsi : Buku ini merupakan kajian yang lebih mengkhususkan pada teori dalam kajian politik-pemerintahan pasca Reformasi serta praktik-praktik demokrasi di Indonesia selama pasca reformasi (1998-2019) dengan berbagai peristiwa yang terjadi. Banyak harapan sekaligus tantangan berat… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000Penulis : Ahmad Syafii Maarif Tebal : 432 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Ircisod Deskripsi : Tidak banyak orang yang seperti beliau, yang mau berbicara secara jernih, kritis, tapi masih dalam konteks persatuan kita. Pikiran-pikiran tokoh-tokoh penting seperti Buya patut disimak dan dipelajari serta dijadikan teladan. –Drs. H. M. Jusuf Kalla,… selengkapnya
Rp 93.500 Rp 110.000Penulis : Mandala Harefa, dkk Tebal : xii + 122 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : Buku dengan judul Optimalisasi Kebijakan Penerimaan Daerah, dilatarbelakangi oleh harapan adanya kemandirian fiskal bagi daerah melalui penggalian sumber pendanaan yang ada, sesuai dengan potensi dan keadaan daerah masing-masing agar dapat meningkatkan pendapatan asli daerah… selengkapnya
Rp 52.000 Rp 65.000Hingga saat ini, literatur mengenai gerakan sosial cenderung didominasi pakar Sosiologi, Perbandingan Politik, atau Antropologi. Padahal, gerakan sosial, terutama yang bersifat global, semakin menarik perhatian para penstudi Ilmu Hubungan Internasional. Buku ini dimaksudkan sebagai referensi populer yang mengantarkan pembacanya (terutama mahasiswa HI) pada dasar-dasar studi gerakan sosial. Ada tiga hal yang ditekankan oleh buku ini…. selengkapnya
Rp 117.980 Rp 119.800




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.