● online
- Diferensiasi Pembelajaran....
- Perang di Jalan Allah, Perang Aceh 1873-1912....
- Arahan Pengembangan Kawasan: Kasus di Sebagian Pes....
- Budaya Makan Dalam Perspektif Kesehatan....
- Seri Yuk Mewarnai Umbi-umbian dan Kacang-Kacangan....
- Komunikasi Organisasi....
- Jejak Awal Khilafah Utsmani: Menelusuri Riwayat Pa....
- Life After Marriage....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Jejak Budaya Dayak Meratus dalam Perspektif Etnoreligi
Rp 59.500 Rp 70.000| ISBN | 978-602-258-458-2 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Budaya |
Jejak Budaya Dayak Meratus dalam Perspektif Etnoreligi
Penulis : Hartatik
Tebal : 188 hlm
Ukuran : 16 x 24 cm
Penerbit : Ombak
Deskripsi :
Pada masa kolonial, kata dayak dan melayu digunakan oleh para peneliti pada masa itu untuk membedakan antara penduduk Kalimantan yang masih menganut kepercayaan leluhur dan yang telah menjadi muslim. Penduduk yang muslim dan tinggal di sekitar muara disebut orang Melayu, sedangkan yang tinggal di bagian hulu dan menganut kepercayaan leluhur disebut Dayak. Pada masa itu kata dayak sering digunakan dalam konotasi yang negatif dan rasis sehingga banyak yang merasa tidak nyaman menjadi orang Dayak. Seiring dengan berjalannya waktu, kini istilah Dayak telah menjadi sebuah identitas etnis yang membanggakan. Orang tidak malu-malu lagi menyebut dirinya sebagai orang Dayak. Tapi, benarkah Dayak Meratus merupakan bagian dari suku Dayak Ngaju? Ada tiga hal utama yang akan disampaikan melalui buku ini, yaitu religi, peralatan tradisional, dan rekonstruksi identitas Dayak Meratus.
Buku ini mengungkap bukti-bukti arkeologis dan etnografi yang kemudian dianalisis dengan pendekatan etnoarkeologi dan sejarah. Data primer dalam buku ini diperoleh dari penelitian tahun 2011 di Kabupaten Balangan, tahun 2012 di Kotabaru, dan tahun 2013 di Paramasan Kabupaten Banjar. Penelitian tersebut dilakukan dengan menggunakan metode survei (observasi) dan wawancara. Sebagian besar data primer bertumpu pada data etnografi, terutama yang berkaitan dengan konsep dan peralatan religi. Sebagai sebuah peneltian arkeologi etnografi, penulis berupaya menggali informasi etnografi dari pemillik idioteknik (narasumber) semaksimal mungkin.
Tags: budaya, dayak, kalimantan, ombak
Jejak Budaya Dayak Meratus dalam Perspektif Etnoreligi
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 2.043 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Pidato kebudayaan Mochtar Lubis (1977) di Taman Ismail Marzuki (TIM) diterbitkan menjadi buku berjudul Manusia Indonesia. Karena gaya dan sikapnya yang lugas dalam mengupas terutama sifat-sifat negatif orang Indonesia, buku ini menimbulkan pendapat pro dan kontra, selain membangkitkan pemikiran kritis tentang manusia Indonesia. Sifat-sifat manusia Indonesia yang dimaksud ialah munafik, tidak mau bertanggungjawab, berperilaku feodal,… selengkapnya
Rp 56.000 Rp 70.000Penulis : Yasraf Amir Piliang Tebal : 344 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Cantrik Pustaka Deskripsi : Seni tidak bisa berbuat apa-apa tanpa selera, kata Clement Greenberg. Di telatah dunia yang kian mengglobal, selera dengan cepat bertukar tempat, pengaruh-memengaruhi, mudah menggelinding dan menggumpal menjadi “konsensus selera”. Konsensus selera hadir dengan tengara… selengkapnya
Rp 97.750 Rp 115.000Penulis : Balai Arkeologi Palembang Tebal : 370 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Pantai Sumatra yang panjang meliputi pantai timur dan pantai barat yang dipisahkan oleh serangkaian pegunungan Bukit Barisan pada bagian tengah pulau. Kedua pantai ini memiliki kondisi geografis yang berbeda. Pantai timur merupakan pantai yang lebar… selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000Melodrama dalam kajian budaya telah melewati batas-batas genre dan fiksi, bertumbuh menjadi cara pandang, cara kerja dan cara bereaksi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bersikap terhadap situasi puncak Pemilu. Cara pandang serba melodrama ini terbaca di berbagai nuansa dukung mendukung kandidat Presiden. Pertama, kultur melodrama melahirkan kultur penggemar alias fans, menjadikan potensi lahirnya sindrom fanatisme… selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000Mungkin banyak yang beranggapan bahwa kisah horor hanya berkutat pada tiga tempat saja, yaitu rumah sakit—khususnya kamar mayat, kuburan, dan rumah atau bangunan tua yang lama tak ditinggali. Nyatanya, tempat yang selalu dihiasi aktivitas ibadah seperti pesantren juga tak steril dari cerita mistik. Meski terkesan tak masuk akal, tetapi sesungguhnya ini adalah hal lumrah karena… selengkapnya
Rp 58.225 Rp 68.500Larasmadya. Demikian nama genre sebuah ekspresi budaya musik tradisi Jawa-Islam di daerah Surakarta dan Yogyakarta. Larasmadya Islamic Javanese Traditional Music ini secara umum membicarakan peran sebuah seni pertunjukan musik tradisi Jawa, yang kenyataannya dapat dimaknai secara strategis untuk kepentingan dakwah Islam. Orang mulai banyak melihat langkah-langkah kultural dakwah Islam yang diekspresikan lewat media seni budaya… selengkapnya
Rp 88.230 Rp 103.800Kebudayaan selalu terbuka pada proses peniruan dan pengambilan unsur dari kebudayaan asing. Proses itu terkadang juga diikuti oleh usaha melokalkan unsur – unsur asing tersebut sesuai dengan kemampuan, kebutuhan dan kepentingan konteks budaya yang mengadopsi unsur tersebut. Dalam hal ini, Gambus merupakan salah satu contoh proses budaya tersebut. Namun, pada perkembangan-nya, gambus yang ada di… selengkapnya
Rp 117.130 Rp 137.800Penulis : Akhmad Siddiq Tebal : 136 hlm Ukuran : 13 x 20 cm Penerbit : Cantrik Pustaka Deskripsi : Orang Madura senantiasa menjaga nilai-nilai sakral keagamaan mereka, karena tiga unsur utama budaya santri, yaitu pesantren, NU, dan kiai, memiliki pengaruh besar pada masyarakat, baik dalam wilayah keagamaan maupun keduniawian. Selain itu, tiga unsur utama… selengkapnya
Rp 68.000 Rp 80.000Seni representasi realitas kehidupan kesehariannya, membuat seniman dalam realitas kehidupan manusia tidak dominan. Meskipun seni, warna realitas kehidupan sosial budaya masyarakatnya. Seni memperlihatkan taraf hidup kesejahteraan sebuah bangsa. Sejalan perkembangan kota, menjadi pertemuan di dalam suatu perniagaan, dan tempat itu memungkinkan untuk terjadi transaksi. Intensitas ekonomi yang cepat, menarik masyarakat daerah, mereka pindah, dan perpindahan…. selengkapnya
Rp 101.830 Rp 119.800Penulis : Kurt Vonnegut Tebal : 104 hlm Ukuran : 13 x 19 cm Penerbit : Cantrik Pustaka Deskripsi : Esai-esai di dalam buku ini berurusan banyak dengan topik semisal pentingnya lelucon untuk menghadapi hari-hari ke depan yang begitu menegangkan. Seni lelucon di sini dihadapkan pada isu-isu sosial politik, atau sekitaran persoalan lelaki dan perempuan… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.