Beranda » Sejarah » Menemukan Historiografi Indonesiasentris (Jilid I)

Menemukan Historiografi Indonesiasentris (Jilid I)

DISKON 15% ISBN: 978-602-258-477-3 Stok: Tersedia
Berat 1000 gram
Kondisi Baru
Kategori Sejarah
Dilihat 665 kali
Diskusi Belum ada komentar
Bagikan

Menemukan Historiografi Indonesiasentris (Jilid I)

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja Anda
Lanjut Belanja
Keranjangku
Rp 297.500 Rp 350.000
Hemat Rp 52.500
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Pesan Langsung
Menemukan Historiografi Indonesiasentris (Jilid I)
Rp 297.500 Rp 350.000
Tersedia / 978-602-258-477-3
Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Detail Buku Menemukan Historiografi Indonesiasentris (Jilid I)

Penulis     : Sri Margana, dkk. (editor)

Tebal         : 844 hlm

Ukuran     : 16 x 24 cm

Penerbit   : Ombak

Deskripsi:

Kampus Universitas Gadjah Mada di Siti Hinggil Kraton Kesultanan Yogyakarta menjadi saksi bisu dari perdebatan yang menarik antara Muhamad Yamin dan Soejatmoko tentang filsafat sejarah nasional. Perdebatan ini berlangsung dalam sebuah perhelatan akademik pertama dari para perintis Historiografi Indonesia yang berlangsung 60 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 14–18 Desember 1957. Dalam hajatan akademis yang kemudian dikenal dengan Seminar Sejarah Nasional I ini Muhamad Yamin mempresentasikan butir-butir pemikiran filsafat sejarah nasional yang ia sebut dengan “Catur-Sila Khalduniah” yaitu empat dalil filsafat kesejarahan yang dirujuk dari seorang filsuf sejarah besar Ibnu Khaldun. Pada saat yang sama Soejatmoko memaparkan pemikiran sejarahnya yang diberinya judul “Merintis Hari Depan”. Menurut Muhammad Yamin kajian sejarah modern Indonesia harus dilakukan pada kaedah ilmiah dan berjiwa nasionalistik yang hasilnya dapat berfungsi menumbuhkan kesadaran nasional. Namun menurut Soejatmoko, kajian seperti ini akan membawa sejarah pada subyektivisme yang mengesampingkan kaidah-kaidah ilmiahnya.

Persoalan tentang filsafat sejarah nasional memang menjadi agenda pertama dalam seminar sejarah pertama ini, dan perdebatan ini sebenarnya tidak pernah berakhir hingga kini. Sekalipun konsepsi filsafat sejarah yang nasionalistik terus dibawa bahkan cenderung menguat pada masa Orde Baru, namun di lingkup akademik konsep filsafati sejarah nasional ini terus dipertanyakan, apalagi dalam perjalanannya muncul kecenderungan ke arah mitologisasi sejarah.

 

Tags: ,

Buku Terkait
Diskusi Produk (0)

Silakan tulis komentar Anda

Alamat:

Jl. Kasongan (Agen Wahana Timur Balai Desa Bangunjiwo) Gendeng RT 15, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, DIY 55184

Kurir

Pembayaran

Chat via Whatsapp
Pustaka Kita
⚫ Online
Halo, perkenalkan saya Pustaka Kita
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja