● online
- Mini Riset Mikrobiologi Terapan Edisi 2
- Penguat Operasional (OP-AMP); Teori dan Rangkaian
- Sawerigading Datang dari Laut
- Sejarah Islam Pertengahan
- Manajemen Penilaian Kinerja Karyawan
- Desain Pembelajaran Sejarah Berbasis Character Bui
- 20 Kisah Dahsyat dari Negeri Padang Pasir
- Nusantara Zaman Peradaban Islam
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Sekilas Mustofa W. Hasyim
Panggilan keseharian Mustofa, nama lengkapnya Mustofa W.Hasyim. Ia merupakan anak dari pasangan bapak Muh. Wazir Hasyim dengan ibu Darimah. Masa kanak-kanak, remaja dialami di Kotagede. Pendidikan formal yang ditempuh TK ABA Bodon Kotagede (1966), PGA IV TH Ma’had Islamy Kotagede (1971), PGA VI TH Ma’had Islamy Kotagede (1973), FLAG UMY Yogyakarta (1975) dan Balai Pendidikan Wartawan Jakarta.
Sedangkan keahliannya tulis menulis pada awalnya diasah di komunitas sastra dan teater PSK (Persada Studi Klub), Kelompok Insani Harian Masa Kini Yogyakarta, Kelompok Poci, Bulungan Jakarta, Sanggar Enam Dua Jakarta, Kelompok Sembilan Jakarta. Mustofa berkecimpung dalam bidang kesenain sejak tahun 1970-an semasa masih sekolah menengah, terutama bidang sastra dan teater yang disenangi. Ia memang bukan berasal dari keluarga seniman, kemampuan di bidang seni sastra dari usaha kerasnya yang selalu belajar. Bahkan ketika masih di Jakarta sekitar tahun 1978, Mustofa pernah mengikuti workshop penulisan puisi di Gelanggang Remaja Senen dan workshop teater dengan instruktur Roedjito, Arifien C.Noer dan Putu Widjaya.
Sesudah merasa ukup bekal pengetahuannya, Mustofa pun mengembangkan diri diberbagai komunitas seni, seperti mempelopori berdirinya Teater Melati KotaGede, aktif di sanggar sastra dan Teater (SST) Sila. Kemudian bersama Heniy Astianto, Djihad Gunawan dan Nur Iswantara mendirikan Yayasan Budaya Masyarakat Indonesia(Ya-Bumi)dan didaulat sebagai ketua. Sejak tahun 1979 keterampilan dalam bidang jurnalistik ditekuni dengan suntuk, Mustofa pernah menduduki jabatan pemimpin redaksi, wakil pemimpin redaksi, dewan redaksi, dan redaksi di koran, majalah, jurnal baik lokal maupun nasional. Beberapa media yang pernah menjadi tempat bekerjanya Masa Kini, Harian Yogya Post, Kuntum, Rebana, Warta Kampung, Fadilah., dan Jurnal Cerpen .
Bidang tulis-menulis memang menjadi pilihan hidupnya,terbukti selain sebagai wartawan dia juga menjadi editor buku di berbagai penerbit sejak tahun 1982, seperti di Shalahudin Press, LP3Y, Sipress, Bentang Budaya, Pustaka SM, Titian Illahi Press, Navila, dan Gita Nagari. Ia telah banyak menyunting seratusan buku baik terjemahan maupun karya asli. Sebagai penggiat sastra, Mustofa memiliki pengalaman yang kaya. Dekade 1970-an bersama Teater Melati Kotagede aktif melakukan pentas teater anak-anak dan remaja, juga siaran sandiwara radio di Radio PTDI Kotaperak Kotagede. Kemudian dekade 1980-an, Mustofa mencoba melakukan pentas baca puisi baik secara individu di sekolahan, kampus, pesantren, event-event seni seperti Festival Kesenian Yogyakarta.
Sisi lain Mustofa juga banyak memberikan pelatihan sastra seperti dekade 1990-an memberikan pelatihan menulis fiksi di berbagai komunitas seni Jogja, Jateng, dan Jatim. Pada tahun 2000-2005 memberikan pelatihan penulisan dan apresiasi sastra di komunitas seni, pondok, pesantren, sekolahan, dan kampus-kamous seperti di Jogja, Solo, Wonosobo, Cilacap, Jombang. Berkat kepiawaianannya dalam bidang sastra Mustofa pernah memberi ceramah di berbagai komunitas seperti di SMUN yang diikuti guru-guru bahasa Indonesia. Mustofa pernah meraih prestasi dalam berbagai lomba penulisan sastra khususnya puisi, seperti Juara I Dewan Kesenian Yogyakarta (DKY) dan Taman Budaya Yogyakarta tahun 1978, Juara I lomba Puisi Eboni dan juara IV Lomba Puisi Islami.
Karya-karya sastra Mustofa sudah banyak jumlahnya.untuk puisi saja jumlahnya sudah ratusan ,adapun yang sudah dalam bentuk buku diterbitkan berjudul : Reportase Yang Menakutkan dan Ki Ageng Miskin.Swelain puisi karya Mustofa yaitu cerita pendek (cerpen) yang jumlahnya sudah puluhan.Karya sastra Mustofa yang sangat menakjubkan adalah karya sastra yang berbentuk novel. Proses penciptaan novelnya dimulai sejak tahun 1980-an .Pada dekade ini lahir dua novel berjudul,Sepanjang Garis Mimpi dan Pergulatan. Mustofa sampai kini terus aktif melahirkan karya, bahkan ia masih aktif pula bersama LSM melakukan pendampingan pengembangan kesenian di banyak pondok pesantren, komunitas seni, sekolahan, dan kampus-kampus.
Sumber: Taman Budaya Yogyakarta
Tags: mustofa w. hasyim
Sekilas Mustofa W. Hasyim
Pengaturan substansi perbukuan secara nasional diperlukan untuk pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan, informasi, maupun hiburan. “Dengan pengaturan itu, saya berkeyakinan... selengkapnya
Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar “Lesehan Bahasa dan Sastra” bersama Emha Ainun Nadjib dan Kiai Kanjeng dijadwalkan 31 Oktober... selengkapnya
Lukman Sardi, Ardinia Wirasti dan Ernest Prakasa memiliki keresahan terhadap generasi muda Indonesia yang tidak suka pergi ke perpustakaan. Itulah... selengkapnya
Dalam era digital dan globalisasi, penelusuran dan identifikasi buku menjadi semakin penting. Salah satu sistem yang mendukung proses ini adalah... selengkapnya
Pengguna moda transportasi Transjogja kini bisa memuaskan dahaga akan pengetahuan yang tertulis dalam buku-buku bacaan. Pasalnya, halte Transjogja kini punya... selengkapnya
Pengarang Sapardi Djoko Damono akan memeriahkan ajang Kuala Lumpur Literary Festival 2016. Festival sastra dan industri penerbitan buku itu bakal... selengkapnya
Sekarang belanja di Pustaka Kita menjadi lebih mudah dengan telah tersedianya Go Pay. Teman-teman yang memiliki Go Pay bisa langsung... selengkapnya
Komisi X DPR berinisiatif membentuk Badan Perbukuan Nasional yang berfungsi untuk mengkoordinasikan seluruh pemangku kepentingan insan perbukuan, sehingga diharapkan buku-buku... selengkapnya
Membaca buku memberi kita banyak manfaat. Tapi ternyata, belum semua orang tahu bagaimana cara membaca buku secara efektif. Membaca buku secara... selengkapnya
Omar Niode Foundation, sebuah lembaga nirlaba dari Indonesia yang menerbitkan buku Trailing the Taste of Gorontalo, kumpulan tulisan dan rangkaian... selengkapnya
Abu Nasr al-Farabi (870-950)—yang dijuluki Guru Kedua setelah Aristoteles, dan mereka yang mengikuti dan mengembangkan ajaran pemikirannya—adalah salah satu capaian… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000Proses geologi adalah proses alamiah utama yang berjalan di bumi sepanjang masa, meliputi proses-proses endogen dan eksogen yang membentuk dan… selengkapnya
Rp 230.180 Rp 270.800Buku-buku linguistik telah banyak, namun buku linguistik subbidang fonologi masih terbatas, lebih-lebih yang membahas fonologi bahasa Indonesia, Jawa, dan bahasa… selengkapnya
Rp 97.750 Rp 115.000Kebijakan pendidikan merupakan keseluruhan proses dan hasil perumusan langkah-langkah strategi pendidikan yang dijabarkan dari visi dan misi pendidikan, dalam rangka… selengkapnya
Rp 129.880 Rp 152.800Penulis : Destri Budi Nugraheni, Haniah Ilhami Tebal : 140 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : UGM… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Penerapan ilmu psikologi dalam konteks bencana merupakan kajian dari Psikologi Bencana yang salah satunya dapat diterapkan pada bencana erupsi gunung… selengkapnya
Rp 101.830 Rp 119.800Penulis : Indra Budi Jaya dan R. Adawiyah Tebal : x + 164 hlm Ukuran : 17 x 24 cm… selengkapnya
Rp 100.130 Rp 117.800Penulis : Y. Wahyu Saronto Tebal : xiv + 292 hlm Ukuran : 16 x 23 cm Penerbit : Andi… selengkapnya
Rp 72.250 Rp 85.000Penulis : Alec Ross Tebal : 452 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Renebook Deskripsi : Seperti… selengkapnya
Rp 106.250 Rp 125.000Penulis : Ikatan Guru TIK PGRI Tebal : 280 hlm Ukuran : 19 x 25 cm Penerbit : Andi… selengkapnya
Rp 93.500 Rp 110.000



Saat ini belum tersedia komentar.