● online
- Penetrasi Lewat Laut: Kapal-Kapal Jepang di Indone
- Fisiologi Olahraga dan Latihan; Respon Fisiologis
- Pemasaran Media Sosial yang Menguntungkan; Cara Me
- Hermeneutika dan Ilmu-Ilmu Humaniora
- Risalah dan Model Metodologi Penelitian Sosial; Se
- Banda dalam Sejarah Perbudakan di Nusantara: Swast
- Sumberdaya Energi
- Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor SMK/MAK Kelas XII
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Etnografi Jul Jacobs Orang Baduy dari Banten
Rp 68.000 Rp 80.000| ISBN | 978-623-6003-45-9 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Budaya |
Penulis : Jul Jacobs
Tebal : - hlm
Ukuran : - cm
Penerbit : Manggu
Etnografi Jul Jacobs Orang Baduy dari Banten
Orang Baduy dari Banten etnografi jul jacobs- Buku De Badoej’s, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia ini dengan judul: Etnografi Jul Jacobs: Orang Baduy dari Banten merupakan bagian tulisan dokter Jul Jacobs yang menempati bagian pertama dari buku De Bodoej’s: Eene Ethnogrophische Schets, yang ia tulis dalam 11 hoofdstuk atau 11 bab.
Bab 1 (Hoofdstuk I) Asal-Usul Pemberian Nama, dalam bab ini terlebih dahulu dikemukakan pendapat berbagai penulis bahwa pemberian nama atau sebutan Baduy itu dapat atau perlu dikaitkan dengan legenda Kerajaan Pajajaran, pandangan orang sekitarnya yang muslim, dan menurut sumber dari kamus bahasa Sunda Rigg.
Bab 2 (Hoofdstuk II) Agama, uraiannya dimulai dengan pernyataan bahwa “Tidak ada seorangpun penulis tentang Baduy yang mengemukakan dengan tegas perihal agama yang mereka anut,” karena itu uraian tentang kepercayaan dan agama akan selalu dikaitkan dengan berbagai hal lainnya. Karena banyak penulis yang mengaitkan agama Baduy dengan agama Buddha, maka Jacobs melajutkan uraian tentang agama ini pada bab-bab lainnya, terutama dikaitkan dengan adat kebiasaan mereka.
Bab III (hoofdstuk III) Agama yang Dikaitkan dengan Adatnya (Lanjutan), uraian dalam bab ini mengemukakan 10 larangan atau tabu menurut bait 25 dari Dhammika sutta, larangan bagi pemeluk agama Buddha. Tampaknya tidak ada agama dominan di wilayah kerajaan Pajajaran walaupun agama Buddha memiliki peranan penting seperti banyak ditemukan fakta di beberapa bagian Jawa Barat.
Bab IV (hoofdstuk IV), Ketua Agama. Huma Serang. Upacara dan Pesta Agama Orang Baduy. Pendapat tentang Sakit, Mati, dan Kehidupan di Alam Baka serta Tanda Alarn Luar Biasa (Lanjutan). Seperti juga halnya dengan bab II dan III, bab IV ini adalah uraian lebih lanjut tentang agama orang Baduy, dengan fokus kepada struktur agama sebagai kepercayaan dan gambaran mereka tentang proses kehidupan.
Bab V (hoofdstuk V) Vegetasi di Sekitar Daerah Baduy – Tatanan Masyarakat – Jalan Menuju ke Daerah Baduy – Kampung dan Organisasi Rumah. Bab ini mulai dengan uraian tentang vegetasi yang tumbuh di hutan dan reuma, tatanan masyarakat Baduy, barulah kemudian kisah perjalanan dalam keadaan memasuki kampung mereka.
Bab VI (hoofdstuk VI), Uraian Antropologi: Keadaan dan Pemeliharaan Kesehatan – Tinjauan tentang Masa Depan Orang Baduy. Jacobs mulai uraian pada bab VI ini dengan mengemukakan bahwa “…., date en anthropornetrisch onderzoek bij de oerang kadjeroan, de Badoej’s, in engeren zin,” karena segala macam pengukuran di dalam daerah suci umumnya, seperti yang mereka kemukakan tidak diperkenankan, begitu Pula sentuhan dengan logam yang asing, bagi mereka merupakan hal yang terlarang (buyut). Atas alasan itu, Jacobs menghormati buyutnya orang Baduy, karena itu ia mengukur apa yang disebutnya “keturunan orang Baduy yang mungkin tidak berbaur dengan orang Sunda Banten. Dalam menjawab pertanyaan apakah sukubangsa seperti itu akan punah ? Jacobs menjawab bahwa, “Sekalipun angka kematian bayi tinggi, mereka yang tetap hidup dan berkembang akan tetap sehat dan kuat serta dapat melanjutkan perjuangan kelangsungan keberadaan suku bangsa tersebut dengan tersedianya syarat-syarat guna mernpertahankan kehidupan.”
Bab VII (hoofdstuk VII), Gambaran tentang Karakter orang Baduy, yang dikesan dari pertemuan dan pemerhatian terhadap raut wajah orang Baduy. Uraian dimulai dengan mengacu kepada ras Melayu, anggapan bahwasanya orang Baduy termasuk ras Melayu Tua. Spaan dan Hoevell mengemukakan karakter dalam kesan kedamaian dan kebaikan tetapi dalam ketenangan – kesederhanaan dan ketidakacuhan.
Bab VIII (hoofdstuk VIII), Kehidupan Rumah tangga dan Keluarga – Kehamilan dan Kelahiran – Pemberian Nama – Gusaran dan Khitanan – Perkawinan: Malam Perkawinan, Tempat Tinggal Pengantin Baru. Uraian dimulai dengan kehamilan, kelahiran, pemberian nama, Gusaran dan Khitanan, Perkawinan, Malam Perkawinan, dan Tempat Tinggal Pengantin Baru.
Bab IX (hoofdstuk IX), Kehidupan Rumahtangga dan Keluarga Pembagian Waktu – Pekerjaan Rumahtangga – Barang Rumahtangga – Hiasan Tangan Khusus – Apa yang Orang Baduy Makan – Gararn Suci (Lanjutan). Bab IX ini lanjutan dari Bab VIII, uraian tentang pembagian waktu, kehidupan rumahtangga dan keluarga, barang rumahtangga, hiasan tangan khusus, dan apa yang orang Baduy makan.
Bab X (hoofdstuk X), Kehidupan Rumahtangga dan Keluarga, madalah bab lanjutan dari 2 bab sebelumnya, bab VIII dan IX, yang mencakup uraiar tentang kegiatan hidup setelah makan siang, kehidupan rumahtangga, meninggal dan pengurusan jenazah, warisan, kehidupan keluarga – peradilan – dan hukum.
Bab XI (hoofdstuk XI), Berbagai Alat Pertanian, Perniagaan dan Perpajakan; yang mengemukakan bahwa kelebihan betas dari huma diizinkan dijual di pasar terdekat dalam bentuk pecah kulit dengan harga yang ditetapkan oleh puun. Diuraikan pula ukuran panjang dan berat menurut sa (sajeungkal, sabatok) dan tanarnan sela, seperti jagung, bonteng huma, ganda, emes, dan taleus.
Tulisan Jul Jacobs itu ditutup dengan lampiran yang terisi Daftar Nama Tumbuhan di Baduy, yaitu 25 jenis pohon kayu; 10 jenis pohon semak- semak; 16 jenis pohon buah-buahan; 9 jenis pohon pagar, 24 jenis sayuran; dan g jenis pohon obat-obatan.
Etnografi Jul Jacobs Orang Baduy dari Banten
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 695 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Melalui survei CNN, Soto Ambengan Pak Sadi dari Surabaya dipuji dan diakui dunia sebagai salah satu dari 20 makanan lezat tingkat Asia yang surveinya dilakukan pada tahun 2007. Menyadari bahwa makanan menjadi salah satu identitas bangsa, maka saat ini semakin banyak pemerhati industri kuliner mulai merapatkan diri dan membentuk Forum Komunikasi Kuliner Indonesia (Forkomkulindo)serta mencoba… selengkapnya
Rp 109.650 Rp 129.000Ketika memperbincangkan kebudayaan Jawa dan para pendukungnya, kita akan segera mengetahui bahwa orang Jawa mengenal etika dan etiket yang dipergunakan oleh orang Jawa dalam berinteraksi, baik dengan sesamanya, maupun dengan lingkungan fisik dan metafisik di sekitarnya. Etika dan etiket itu terkandung dalam alam pemikiran orang Jawa yang berlandaskan pada tata nilai dan filsafat yang mendalam…. selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000Penulis : R. Muhammad Mihradi dan Maman S. Mahayana Tebal : xii + 45 hlm Ukuran : 16 x 23 cm Penerbit : Obor Indonesia Begitulah hukum di Indonesia. Ibarat buku tabungan, kondisi hukum, negara, dan budaya di negeri ini seperti rekening dengan saldo yang pas-pasan. Tak seluruhnya gelap memang. Agak remang-remang, tetapi belumlah terang-benderang. Posisi Mahkamah Konstitusi, misalnya, segala putusan yang dikeluarkan lembaga ini… selengkapnya
Rp 140.000 Rp 175.000Penulis : Suwardi Endraswara Tebal : 266 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : UGM Press Deskripsi : Ilmu-ilmu humaniora di Indonesia telah berkembang dengan subur, terutama di lingkungan perguruan tinggi dan di sejumlah LSM yang tertarik pada pusaran budaya. Kebudayaan yang telah berkembang menjadi beberapa cabang, menghendaki pengkajian dan penelitian yang lebih… selengkapnya
Rp 52.700 Rp 62.000Jawa bagian Tengah, khususnya poros Kedu Selatan-Prambanan, pernah menjadi bagian dari Kerajaan Mataram Kuno abad IX-X Masehi. Lingkungan tersebut merupakan wilayah yang ditandai dengan sederetan gunung api, beberapa perbukitan, dan menghampar dataran kaki gunung api yang cukup luas, dengan sumber daya alam yang memadai sehingga memungkinkan terbentuknya pemukiman masyarakat abad 1X—X Masehi yang dekat dengan… selengkapnya
Rp 79.900 Rp 94.000Suku Bajo adalah suku bangsa Nusantara yang hidup di laut. Mereka membangun rumah-rumahnya di atas laut. Mereka dikenal orang-orang darat sebagai orang laut. Karena semenjak dahulu orang-orang Bajo kerap mengembara dengan perahu, populasi mereka pun tersebar di banyak perairan Nusantara. Sebagaimana penduduk Jawa mempunyai agama Jawa dan penduduk Sunda mempunyai Sunda Wiwitan, orang-orang Bajo juga… selengkapnya
Rp 59.200 Rp 74.000Penulis : Wasita, dkk Tebal : 204 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Tinggalan arkeologi bisa dikaji dari berbagai aspek, dan buku ini menyajikan kajian simbol, yang sebenarnya masih jarang dilakukan pada tinggalan budaya Banjar. Kajian simbol ini memperhatikan tinggalan arkeologi yang ada di tengah-tengah kehidupan masyarakat Banjar dan… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000“Saya punya kecemburuan pada Mahbub. Bagaimana dia bisa menulis hingga orang tertawa, padahal isinya cukup serius? Kelebihan Mahbub pada kolom-kolomnya, yang belum tertandingi oleh siapa pun, ialah bahwa ia bisa mengatasi mempergunakan bahasa Indonesia dengan kecakapan seorang mime yang setingkat Marcel Marcau. Kata-kata, kalimat-kalimat, ia gerakkan dalam pelbagai perumpamaan yang tidak pernah membosankan karena selalu… selengkapnya
Rp 110.500 Rp 130.000Penulis : Bruno Nettl Tebal : 328 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Buku ini merupakan salah satu literatur penting dalam bidang etnomusikologi. Meski aslinya diterbitkan tahun 1964 alias tergolong “tua”, namun buku Teori dan Metode dalam Etnomusikologi tetap sangat berguna dalam membantu memahami dasar-dasar bidang Etnomusikologi. Semoga terjemahan… selengkapnya
Rp 85.000 Rp 100.000Dalam konteks pembelajaran, buku ini dikemas dalam format semi-ilmiah, berisi beragam kisah awal kehidupan dan budaya pribumi “Orang Toala”, diikuti kehadiran ras Austronesia hingga pengaruh ‘laten’ tradisi masa silam di Bantaeng bagi masyarakat sekarang. Pembahasannya meliputi: teknologi alat batu, seni lukis purba, sumber makanan, perhiasan prasejarah, kehadiran logam dan ragam benda warisannya, serta akar tradisi… selengkapnya
Rp 85.000 Rp 100.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.