Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Ilmu Hukum Holistik Studi untuk Memahami Kompleksi....
- Pembangunan Ekonomi Jepang dalam Perspektif Ekonom....
- Hukum Acara Perdata di Indonesia....
- Ikhtisar Ihya' Ulumiddin....
- Manajemen Kearsipan Elektronik....
- Desain Pembelajaran: Konsep, Model, dan Aplikasiny....
- Maraqi al-‘Ubudiyyah (HC)....
- Wisanggeni Sang Buronan....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Pelayaran dan Perdagangan di Pelabuhan Palembang 1824-1864
Rp 38.250 Rp 45.000| ISBN | 978-602-258-101-7 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Sejarah |
Pelayaran dan Perdagangan di Pelabuhan Palembang 1824-1864
Penulis : Supriyanto
Tebal : 176 hlm
Ukuran : 14,5 x 21 cm
Penerbit : Ombak
Deskripsi:
Pelabuhan Palembang termasuk dalam wilayah Keresidenan Palembang, terletak di muara Sungai Musi, yaitu pertemuan Sungai Musi dengan Selat Sunda atau Laut Jawa. Pelabuhan itu memiliki peranan penting bagi perkembangan ekonomi masyarakat terutama dalam kaitannya dengan aktivitas pelayaran dan perdagangan pada masa sebelum dan sesudah kolonialisme Belanda. Di samping itu keberadaan pelabuhan memiliki hubungan yang erat dengan aktivitas ekspor dan impor yang dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda.
Eksistensi Pelabuhan Palembang ditopang oleh sejumlah sungai yang dapat dilalui kapal-kapal yang mengangkut barang-barang hasil bumi dari daerah pedalaman ke pelabuhan. Di samping itu Pelabuhan Palem¬bang merupakan persinggahan kapal-kapal niaga yang berangkat dari Jawa menuju Kalimantan dan atau yang ke Singapura.
Pada awal abad ke-19, Pelabuhan Palembang mengalami perkembangan yang cukup berarti terutama di bidang pelayaran dan perdagangan, banyak pedagang-pedagang asing singgah di pelabuhan itu dengan menukar barang dagangan. Peranan Pelabuhan Palembang menjadi lebih penting ketika mampu memasokan barang dari luar dan memasarkan barang hasil produksi daerah Palembang sebagai kebutuhan penduduk. Buku ini berusaha mengungkapkan perkembangan Pelabuhan Palembang 1824-1864 dengan membahas mengenai pengelolaan pelabuhan, pelayaran dan perdagangan, ekspor-impor, serta perkembangan pelabuhan sebagai akibat pengaruh perkembangan pada sektor produksi masyarakat.
Tags: ombak, palembang, pelayaran, perdagangan, sejarah
Pelayaran dan Perdagangan di Pelabuhan Palembang 1824-1864
| Berat | 200 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 2.810 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Fathi Fawzi Abdul Muthi Tebal : 250 hlm Ukuran : 13 x 20,5 cm Penerbit : Zaman Deskripsi : Ke sanalah menghadap semua hasrat dan kerinduan umat. Ke sanalah ketundukan dan kekhusyukan ditunjukkan oleh setiap muslim dalam shalat. Ia tetap kokoh berdiri meskipun nafsu serakah banyak manusia mencoba… selengkapnya
Rp 29.750 Rp 35.000Penulis : Abd. Rahman Hamid Tebal : xviii + 249 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Ada empat fakta terkait sejarah dan budaya maritim. Pertama, fakta geografis Indonesia sebagai negara maritim. Hal ini tidak dapat dibantah karena dua pertiga wilayahnya berupa lautan. Fakta itu berpengaruh terhadap fakta yang kedua,… selengkapnya
Rp 76.500 Rp 90.000Buku karya Nuryahman ini dapat dilihat sebagai satu usaha yang penting dalam rangka mengungkapkan keberadaan pelabuhan tua di Indonesia. Tidak banyak dilakukan penelitian atau penulisan tentang hal semacam itu di Nusa Tenggara, menyebabkan buku kecil ini menarik. Dalam buku ini Nuryahman mengungkapkan peranan Pelabuhan Ende, yang terletak di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur dalam perdagangan… selengkapnya
Rp 34.000 Rp 40.000Penulis : Frank S. Marryat Tebal : 334 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ircisod Deskripsi : Abad kesembilan belas menyimpan memori riuh tentang penjelajahan, intrik kolonial, dan bajak laut yang ganas di Nusantara. Marryat merangkum pengalaman menegangkan tersebut saat berdinas di Kapal H.M.S. Samarang. Melintasi perairan Borneo, Sulu, hingga pesisir Tiongkok,… selengkapnya
Rp 76.500 Rp 90.000Penulis : Budiawan (ed.) Tebal : xxvi + 170 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Mengapa orang menciptakan sesuatu—entah benda, ‘event’, atau apapun—untuk mengingat masa lalu? Apakah ingatan memang tidak bisa diandalkan sehingga orang perlu membuat tanda pengingat? Apa yang terjadi ketika yang hadir di masa kini hanyalah tanda-tanda… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Kolonialisme tidak jarang menampakkan diri sebagai kekuatan yang mengubah mainstream kebudayaan. Penaklukan wilayah Nusantara oleh Belanda, misalnya, bukan saja menggoncangkan masyarakat Indonesia, tetapi juga mengikis sendi-sendi budayanya. Gejala kultural seperti ini tampak menonjol sejak awal abad ke-20, khususnya setelah diberlakukannya Politik Etis (etische politiek) oleh Belanda. Melalui strategi kebudayaan yang bersifat asosiatif, Belanda berusaha menghilangkan jurang pemisah… selengkapnya
Rp 57.600 Rp 72.000Pada masa Revolusi bagi para menak yang terlibat dalam elite birokrasi merupakan masa “keruntuhan” bagi kekuasaannya sebagai korps pegawai birokrasi. Karena sejak awal kemerdekaan yang kemudian tampil memimpin republik adalah para pemimpin priyayi nasionalis. Pada masa kekuasaan kolonial Belanda hubungan antara pangreh praja dan para pemimpin nasionalis tidaklah terlalu harmonis, terkecuali beberapa orang pangreh praja… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Penulis : Emil Leushuis Tebal : 304 hlm Ukuran : 22 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi: Kota-kota pusaka di Indonesia tidak terlepas dari sejarah masa kolonial. Setelah masa kemerdekaan, perkembangan kota yang dinamis dan terkadang kontradiktif, telah memberikan ruang interaksi antara masa lalu dan masa kini. Adalah sebuah pertanyaan… selengkapnya
Rp 127.500 Rp 150.000Dunia Revolusi meneroka periode revolusi Indonesia (1945–1949) dari perspektif regional. Sebanyak tujuh belas naskah hasil penelitian sejarawan Indonesia dan Belanda menjadi kontribusi dalam mengungkapkan kompleksitas realitas yang terjadi serta keragaman perspektif dari periode revolusi Indonesia. Para peneliti menjelaskan secara sistematis bagaimana penduduk sipil Indonesia (Bumiputra), Tionghoa, India, dan Indo-Eurasia, dan beragam kelompok sosial mulai dari tentara,… selengkapnya
Rp 165.750 Rp 195.000Penulis : Hendri F. Isnaeni dan Api Tebal : 169 hlm Ukuran : 14,5 x 20,5 cm Penerbit : Ombak Deskripsi:
Rp 34.000 Rp 40.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.